
“Apa ?? tuntutan?” Kanaya belum tahu apapun tentang tuntutan
yang dimaksud oleh Bella, karena memang Marvel merahasiakannya dari Kanaya dan
Keysha.
“Iya Kanaya, tuntutan papah kamu kepada Indira, sudah
beberapa hari ini Indira berada di penjara. Om dan tante sudah mencoba untuk
membujuk papah kamu, dan papah kamu bilang dia akan mebebaskan Indira dengan
cara mencabut tuntutannya, tapi sampai sekarang belum dilakukannya,” ujar Bella
menjelaskan kepada Kanaya, dia juga sempat terisak mengingat nasib putrinya
yang kini tengah mendekam di penjara. Namun, ekspresi Kanaya masih datar tidak
ada raut wajah terkejut ataupun marah.
‘Jangan-jangan ini yang coba Nando ceritakan pada ku,
rupanya tentang Indira yang dipenjara, dan aku yakin niatan Nando menemuiku
tidak jauh hal nya dengan apa yang tante Bella lakukan sekarang,’ batin Kanaya
paham.
Melihat ekspresi Kanaya yang masih mendengarkan
penejalasannya, Bella pun berpikir mungkin ini wakt yang tepat bagi Bella untuk
melanjutkan rencanya.
“Jadi bagaimana Kanaya? kamu mau kan membantu tante? Kamu
tidak lupakan kalau Indira adalah sahabat kamu?” lagi dan lagi Bella seolah
mengingat kepada Kanaya bahwa betapa dekatnya dulu Kanaya dan Indira. Tidak
tahu kah Bella? Ucapannya malah membuat hati Kanaya sakit, karena dia juga
harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya sendiri sudah begitu tega
mengkhianatinya, padahal Kanaya begitu percaya kepada Indira, dia sudah
menganggap Indira seperti sahabatnya sendiri.
Kanaya teersenyum miris, “sahabat? Tante mengulik tentang
persahabatan ku dengan Indira?” tanya Kanaya, dia tidak habis pikir dengan
jalan pikir dari Bella, tidak malukah dia? Mengatakan hal itu? Bukankah Bella
juga sama dengan Indira, Bella juga mengkhianati Keysha, wanita yang sudah
banyak membantu Bella ketika dimasa terpuruknya, ditambah lagi katika Indira
yang baru saja lahir, namun Bella tidak mungkin memberikan ASI kepada Indira,
sampai Keysha menawarkan diri untuk menjadi ibu susu bagi Indira.
“Sahabat mana yang dengan tega mengkhianati sahabatnya
sendiri, bahkan dengan bangga dia mengatakan semua yang terjadi padaku adalah
sebuah karma. Bukankah tante dan juga Indira bisa dibilang dua wanita yang
sama-sama tidak memiliki rasa malu? Dan juga tidak tahu terimakasih?” ujar
Kanaya penuh penekanan, sorot matanya sangat terlihat jelas bahwa Kanaya sangat
kecewa atas sikap Bella maupun Indira.
“Kanaya!” sentak Bella, dia tidak terima dengan ucapan
Kanaya.
“Kenapa? tante nggak terima? Ini belum seberapa dibanding
apa yang sudah Indira lakukan pada mamah saya, dia sudah mempermalukan mamah saya didepan banyak
orang,” Kanaya kembali mengingatkan kepada Bella bagaimana Indira mempermalukan
Keysha dan memfitnah Keysha sebagai pelakor.
“Anggap saja tante, apa yang sedang Indira alami sekarang,
adalah hukuman yang harus dia terima. Dan dengar ya tante, manusia lebih dulu
diberi akal dari pada mulut, supaya apa?
supaya manusia bisa lebih dulu berpikir sebelum berbicara.”
“Percuma ya saya bicara sama kamu, kamu itu memang nggak ada
hati!” Bella nampak kesal karena pembicaraannya dengan Kanaya tidak membuahkan
hasil.
“Saya atau tante dan juga Indira yang nggak punya hati? Coba
pikir, apa keluarga saya pernah berbuat jahat dengan keluarga tante? Sebaliknya
bukan? Jadi pikir dulu sebelum berbicara.”
“Dan masalah pembicaraan hari ini, saya rasa tidak sia-sia
juga, saya akan menghubungi papah saya supaya tidak perlu repot-repot mencabut
tuntunannya, anggap saja Indira sedang liburan disana,” ujar Kanaya seraya
tersenyum penuh kemenangan.
“Apa kamu bilang?” Bella naik pitam, namun Kanaya sigap
langsung menghubungi memanggil satpam lewat intercome.
“Suster!!!” seru Kanaya Memanggil suster yang biasa
“Iya Dok?” suster masuk dengan bingung, karena di depan
ruangan Kanaya, mereka juga mendengar suara keributan.
“Bawa pasien ini keluar, sepertinya salah diagnosis dia
seharusnya dibawa ke rumah sakit jiwa,” ucap Kanaya lagi.
“Apa kamu bilang! Kanaya saya akan balas semuanya!!” seru
Bella berontak, mencoba lepas dari cekalan para suster, namun nihil karena
sekarang justru dua satpam sudah menyeretnya.
Kanaya menghela napas lega, sebenarnya Kanaya juga tidak mau
bertindak demikian, namun Kanaya berpikir dia tidak ma uterus menerus
diinjak-injak dan dimanafaat kan oleh Bella dan Indira. Siapa yang menabur maka
dialah yang akan menuai.
“Dokter tidak apa-apa?”
“Saya nggak apa-apa kok, terimakasih ya?”
^^^
Disisi lain, Marvel dan Tama sedang berada di Kantor polisi
tempat dimana Indira ditahan. Hari ini Marvel mencabut tuntutannya atas Indira,
dengan begitu Indira akan bebas hari ini juga.
Indira begitu bahagia karena hari ini dia dibebaskan, dia
pun keluar dari sel dan bertemu dengan Marvel juga Tama. Indira bermaksud
menyalami tangan Marvel, namun nampaknya Marvel tidak bersedia untuk menerima
uluran tangan Indira.
“Om, terimakasih banyak sudah mau membebaskan saya, maaf
karen saya …”
“Tidak perlu banyak basa-basi, karena saya muak dengan kamu.
Satu hal lagi, ketika kamu bertemu dengan keluarga saya, maka tundukan
pandangan kamu, seharusnya dari sini pun kamu sudah paham, hanya dengan menjentikkan
jari saya, saya bisa menghancurkan kehidupan kamu seperti debu. Bahkan bukan
hanya kamu, keluarga kamu, bisnis ayah kamu, dan suami kamu.” ancam Marvel
penuh penekanan.
“ Setidaknya aku bersyukur karena kamu dan Kanaya tidak lagi
bershabat, karena kalian berdua memang tidak setara. Harus nya kamu sadar itu,
siapa kamu dan siapa Kanaya.” setelah
mengatakan itu, Marvel langsung pergi dengan diikuti oleh Tama yang tersenyum
smirk kepada Indira, tatapan mata Tama seolah tidak biasa bagi Indira.
Indira masih terpaku ditempatnya, dia masih terkejut dengan
ucapan Marvel. Padahal dulu setahu Indira, Marvel bukanlah tipe orang yang
membedakan orang lain dari harta, tahta dan martabat, Marvel adalah orang yang
sangat baik bahkan sudah menganggap Indira selayaknya anak sendiri. Namun, hari
ini Indira seolah melihat sisi lain dari Marvel, lelaki yang punya kekuasan dan
ditakuti dalam bisnis.
“Kita lanjutkan rencana berikutnya Om?” tanya Marvel.
“Tentu, Om nggak sabar untuk melihat bagaimana hancurnya
Indira,” jawab Marvel tersenyum licik.
Wahh diam-diam Marvel dan Tama sudah menyusun siasat,
rupanya bersatunya calon mertua dan calon menantu begitu mengerikan ya? siapa
nih yang pengen bikin masalah sama keluarga Atmadja?
Tidak lama, keluarga Indira datang menjemput. Bella begitu
bersemangat untuk menjemput putri semata wayangnya itu, dia berpikir
pertemuannya dengan Kanaya rupanya tidak sia-sia. Bella berpikir sepertinya
Kanaya merasa bersalah dengannya karena sudah berbicara kurang ajar.
“Indira ….” Bella langsung memeluk putrinya dengan penuh
rasa rindu.
“Mamah sangat merindukan kamu sayang…” ucap Bella, dia
memeluk haru putrinya.
“Akhirnya kamu bebas sayang,” kini giliran Nando yang
memeluk Indira.
Setelah pelukan pelepasan rindu satu sama sama lain, mereka
pun mengajak Indira untuk pulang, mereka sangat yakin kalau Indira pasti sudah
sangat merindukan suasana rumah.