Keysha

Keysha
Season 2 (Sikap Kanaya)



“Apa ?? tuntutan?” Kanaya belum tahu apapun tentang tuntutan


yang dimaksud oleh Bella, karena memang Marvel merahasiakannya dari Kanaya dan


Keysha.


“Iya Kanaya, tuntutan papah kamu kepada Indira, sudah


beberapa hari ini Indira berada di penjara. Om dan tante sudah mencoba untuk


membujuk papah kamu, dan papah kamu bilang dia akan mebebaskan Indira dengan


cara mencabut tuntutannya, tapi sampai sekarang belum dilakukannya,” ujar Bella


menjelaskan kepada Kanaya, dia juga sempat terisak mengingat nasib putrinya


yang kini tengah mendekam di penjara. Namun, ekspresi Kanaya masih datar tidak


ada raut wajah terkejut ataupun marah.


‘Jangan-jangan ini yang coba Nando ceritakan pada ku,


rupanya tentang Indira yang dipenjara, dan aku yakin niatan Nando menemuiku


tidak jauh hal nya dengan apa yang tante Bella lakukan sekarang,’ batin Kanaya


paham.


Melihat ekspresi Kanaya yang masih mendengarkan


penejalasannya, Bella pun berpikir mungkin ini wakt yang tepat bagi Bella untuk


melanjutkan rencanya.


“Jadi bagaimana Kanaya? kamu mau kan membantu tante? Kamu


tidak lupakan kalau Indira adalah sahabat kamu?” lagi dan lagi Bella seolah


mengingat kepada Kanaya bahwa betapa dekatnya dulu Kanaya dan Indira. Tidak


tahu kah Bella? Ucapannya malah membuat hati Kanaya sakit, karena dia juga


harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya sendiri sudah begitu tega


mengkhianatinya, padahal Kanaya begitu percaya kepada Indira, dia sudah


menganggap Indira seperti sahabatnya sendiri.


Kanaya teersenyum miris, “sahabat? Tante mengulik tentang


persahabatan ku dengan Indira?” tanya Kanaya, dia tidak habis pikir dengan


jalan pikir dari Bella, tidak malukah dia? Mengatakan hal itu? Bukankah Bella


juga sama dengan Indira, Bella juga mengkhianati Keysha, wanita yang sudah


banyak membantu Bella ketika dimasa terpuruknya, ditambah lagi katika Indira


yang baru saja lahir, namun Bella tidak mungkin memberikan ASI kepada Indira,


sampai Keysha menawarkan diri untuk menjadi ibu susu bagi Indira.


“Sahabat mana yang dengan tega mengkhianati sahabatnya


sendiri, bahkan dengan bangga dia mengatakan semua yang terjadi padaku adalah


sebuah karma. Bukankah tante dan juga Indira bisa dibilang dua wanita yang


sama-sama tidak memiliki rasa malu? Dan juga tidak tahu terimakasih?” ujar


Kanaya penuh penekanan, sorot matanya sangat terlihat jelas bahwa Kanaya sangat


kecewa atas sikap Bella maupun Indira.


“Kanaya!” sentak Bella, dia tidak terima dengan ucapan


Kanaya.


“Kenapa? tante nggak terima? Ini belum seberapa dibanding


apa yang sudah Indira lakukan pada mamah saya, dia  sudah mempermalukan mamah saya didepan banyak


orang,” Kanaya kembali mengingatkan kepada Bella bagaimana Indira mempermalukan


Keysha dan memfitnah Keysha sebagai pelakor.


“Anggap saja tante, apa yang sedang Indira alami sekarang,


adalah hukuman yang harus dia terima. Dan dengar ya tante, manusia lebih dulu


diberi akal  dari pada mulut, supaya apa?


supaya manusia bisa lebih dulu berpikir sebelum berbicara.”


“Percuma ya saya bicara sama kamu, kamu itu memang nggak ada


hati!” Bella nampak kesal karena pembicaraannya dengan Kanaya tidak membuahkan


hasil.


“Saya atau tante dan juga Indira yang nggak punya hati? Coba


pikir, apa keluarga saya pernah berbuat jahat dengan keluarga tante? Sebaliknya


bukan? Jadi pikir dulu sebelum berbicara.”


“Dan masalah pembicaraan hari ini, saya rasa tidak sia-sia


juga, saya akan menghubungi papah saya supaya tidak perlu repot-repot mencabut


tuntunannya, anggap saja Indira sedang liburan disana,” ujar Kanaya seraya


tersenyum penuh kemenangan.


“Apa kamu bilang?” Bella naik pitam, namun Kanaya sigap


langsung menghubungi memanggil satpam lewat intercome.


“Suster!!!” seru Kanaya Memanggil suster yang biasa


“Iya Dok?” suster masuk dengan bingung, karena di depan


ruangan Kanaya, mereka juga mendengar suara keributan.


“Bawa pasien ini keluar, sepertinya salah diagnosis dia


seharusnya dibawa ke rumah sakit jiwa,” ucap Kanaya lagi.


“Apa kamu bilang! Kanaya saya akan balas semuanya!!” seru


Bella berontak, mencoba lepas dari cekalan para suster, namun nihil karena


sekarang justru dua satpam sudah menyeretnya.


Kanaya menghela napas lega, sebenarnya Kanaya juga tidak mau


bertindak demikian, namun Kanaya berpikir dia tidak ma uterus menerus


diinjak-injak dan dimanafaat kan oleh Bella dan Indira. Siapa yang menabur maka


dialah yang akan menuai.


“Dokter tidak apa-apa?”


“Saya nggak apa-apa kok, terimakasih ya?”


^^^


Disisi lain, Marvel dan Tama sedang berada di Kantor polisi


tempat dimana Indira ditahan. Hari ini Marvel mencabut tuntutannya atas Indira,


dengan begitu Indira akan bebas hari ini juga.


Indira begitu bahagia karena hari ini dia dibebaskan, dia


pun keluar dari sel dan bertemu dengan Marvel juga Tama. Indira bermaksud


menyalami tangan Marvel, namun nampaknya Marvel tidak bersedia untuk menerima


uluran tangan Indira.


“Om, terimakasih banyak sudah mau membebaskan saya, maaf


karen saya …”


“Tidak perlu banyak basa-basi, karena saya muak dengan kamu.


Satu hal lagi, ketika kamu bertemu dengan keluarga saya, maka tundukan


pandangan kamu, seharusnya dari sini pun kamu sudah paham, hanya dengan menjentikkan


jari saya, saya bisa menghancurkan kehidupan kamu seperti debu. Bahkan bukan


hanya kamu, keluarga kamu, bisnis ayah kamu, dan suami kamu.” ancam Marvel


penuh penekanan.


“ Setidaknya aku bersyukur karena kamu dan Kanaya tidak lagi


bershabat, karena kalian berdua memang tidak setara. Harus nya kamu sadar itu,


siapa kamu dan siapa Kanaya.”  setelah


mengatakan itu, Marvel langsung pergi dengan diikuti oleh Tama yang tersenyum


smirk kepada Indira, tatapan mata Tama seolah tidak biasa bagi Indira.


Indira masih terpaku ditempatnya, dia masih terkejut dengan


ucapan Marvel. Padahal dulu setahu Indira, Marvel bukanlah tipe orang yang


membedakan orang lain dari harta, tahta dan martabat, Marvel adalah orang yang


sangat baik bahkan sudah menganggap Indira selayaknya anak sendiri. Namun, hari


ini Indira seolah melihat sisi lain dari Marvel, lelaki yang punya kekuasan dan


ditakuti dalam bisnis.


“Kita lanjutkan rencana berikutnya Om?” tanya Marvel.


“Tentu, Om nggak sabar untuk melihat bagaimana hancurnya


Indira,” jawab Marvel tersenyum licik.


Wahh diam-diam Marvel dan Tama sudah menyusun siasat,


rupanya bersatunya calon mertua dan calon menantu begitu mengerikan ya? siapa


nih yang pengen bikin masalah sama keluarga Atmadja?


Tidak lama, keluarga Indira datang menjemput. Bella begitu


bersemangat untuk menjemput putri semata wayangnya itu, dia berpikir


pertemuannya dengan Kanaya rupanya tidak sia-sia. Bella berpikir sepertinya


Kanaya merasa bersalah dengannya karena sudah berbicara kurang ajar.


“Indira ….” Bella langsung memeluk putrinya dengan penuh


rasa rindu.


“Mamah sangat merindukan kamu sayang…” ucap Bella, dia


memeluk haru putrinya.


“Akhirnya kamu bebas sayang,” kini giliran Nando yang


memeluk Indira.


Setelah pelukan pelepasan rindu satu sama sama lain, mereka


pun mengajak Indira untuk pulang, mereka sangat yakin kalau Indira pasti sudah


sangat merindukan suasana rumah.