
Beberapa hari kemudian, akhirnya Bella menghubungi Keysha dan meminta tolong untuk datang ke tempatnya, sepanjang perjalanan Keysha terus penasaran dan khawatir dengan kondisi Bella, karena di telepon tadi Bella tidak mengatakan apapun selain meminta tolong pada Keysha untuk datang.
Akhirnya Keysha sampai di kediaman Bella, rasis turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Keysha.
"Silahkan nona" Ucap Raisa.
"Terimakasih" Ucap Keysha. Ketika baru turun dari mobil, Keysha melihat Bella yang sudah berdiri sambil memegang kopernya.
"Apa Bella akan kembali kerumah Aditya?" Batin Keysha.
"Bella.." Sapa Keysha, dia memeluk Bella penuh perhatian.
"Makasih ya Key udah mau datang" ucap Bella, sebenarnya dia tak enak untuk merepotkan Kesyha, namun saat ini hanya Keysha lah yang Bella percaya.
"Nggak usah makasih, kamu kaya sama siapa aja" Ujar Keysha.
"Maaf ya Key aku ganggu kamu yang sedang sibuk" Ucap Bella.
"Aku nggak sibuk kok, oh iya ini koper..." Ucap Keysha terpotong.
Bella tahu apa yang ingin Keysha tanyakan, " iya ini koperku, aku memutuskan untuk kembali ke rumah mas Aditya" Ucap Bella.
"Syukurlah kalau begitu, pasti bapak senang.. mengingat sudah satu Minggu lebih kamu pergi dari rumah" Ucap Keysha.
"Aku merasa sudah waktunya aku kembali dan menghadapi semua permasalahan ini Key, sudah cukup bagiku untuk menenangkan diri" Ucap Bella yakin.
"Apa pun yang terjadi, kamu harus ingat yaa aku akan selalu ada untuk kamu, jadi jangan sungkan untuk mengabari aku" Ujar Keysha seraya tersenyum.
"Makasih banyak ya Key, setelah apa yang aku lakukan dulu, kamu masih sangat perduli padaku" Ucap Bella sendu, dia sangat malu jika mengingat bagaimana sikapnya dulu kepada Keysha.
"Sudahlah apa yang sudah terjadi biarlah, itu semua hanya masalalu Bella " ucap keysha.
"Ya sudah ayo kita ke mobil" ajak Keysha.
"Eemm tunggu Key" Bella menghentikan langkah Keysha.
"Ada apa Bella?" Tanya Keysha.
"Aku ingin menemui Rania" Ucap Bella dan sontak membuat Keysha terkejut.
"Kamu yakin??" Tanya Keysha memastikan.
"Aku yakin Key, bahkan sangat yakin" Jawab Bella tanpa keraguan.
"Baiklah, kamu tahu alamat nya kan?" Tanya Keysha.
"Aku tahu kok" Jawab Bella. Akhirnya mereka berdua pun memasuki mobil, Raisa membantu menaruh koper Bella kedalam bagasi, dan setelah itu mereka pun melaju menuju kontrakan Rania yang dekat dengan restoran Aditya.
Di perjalanan, Bella menceritakan bahwa dia sudah berhenti bekerja semenjak Bella sakit dan akhirnya di operasi. Semua itu permintaan dari Aditya, Karen Aditya ingin Bella fokus pada kesehatan nya.
Keysha juga menceritakan tentang Harun yang terus menanyakan kabar Bella kepada Keysha, bisa di lihat Harun sangat khawatir dengan Bella.
Mendengar cerita Keysha tentang Harun yang terus menanyakan kabarnya, membuat Bella tersentuh dan lagi - lagi menangis. Dia juga sebenarnya tidak tega meninggalkan ayah mertuanya tanpa pamit, namun pada saat itu Bella tidak punya pilihan. Dia ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu, dia butuh waktu sendiri agar bisa mencari jalan keluar dan solusi, Bella tidak mau gegabah mengambil keputusan di saat dirinya sedang marah dan kecewa, karena setelah marah dan kecewanya mereda dia takut akan menyesal dengan keputusan nya itu.
"Aku ingin mengecek kondisi nya" jawab Bella.
Keysha menghela nafas lega ketika mendengar jawaban dari Bella, "syukurlah" ucap Keysha.
"Syukurlah kenapa?" Tanya Bella sambil mengernyitkan alisnya bingung.
"Aku pikir kamu datang kesana untuk marah - marah" Jawab Keysha sambil tertawa.
Bella tersenyum mendengar jawaban dari Keysha, "aku sama sekali nggak pernah memikirkan itu Key,aku tahu di sini Rania tidak bersalah, karena dia juga korban" ucap Bella.
"Aku ingin tahu bagaimana kondisinya, aku yakin Rania juga sama hancurnya dengan ku.. bahkan mungkin lebih, kehormatan Rania di ambil secara paksa, dan yang aku tahu Rania hidup sebatang kara seperti aku, karena ini sudah lebih dari satu Minggu sejak kejadian nahas itu, mungkin kita bisa cek juga apa Rania hamil atau tidak, dengan begitu kita bisa mengambil keputusan apa yang terbaik untuk aku, mas Aditya dan Rania" Ujar Bella.
"Kalau Rania hamil bagaimana?" Tanya Keysha, bagaimana pun Bella harus siap dengan hal terburuk apapun.
"Jujur Key, aku juga nggak bisa kehilangan mas Aditya. Mas Adit, bapak dan ibu adalah satu - satu nya keluarga ku, mungkin aku memang bodoh karena mau bertahan dengan kondisi seperti ini, tapi aku sudah memantapkan hatiku bahwa aku siap untuk di madu" Ujar Bella,dia sudah berusaha menahan air matanya, namun tetap saja bulir air mata itu lolos dan terjun bebas membasahi pipi mulusnya.
Keysha memeluk Bella penuh rasa iba, dia tahu ini pasti sangat berat bagi Bella, namun Keysha akui Bella sangat bijak karena bisa mengambil keputusan yang berat ini.
"Lalu bagaimana kalau Rania tidak hamil?" Tanya Keysha lagi.
"Aku akan serahkan semua keputusan kepada Rania, kalau Rania ingin mas Aditya tetap menikahinya pun aku pasrah, karena memang mas Aditya sudah melakukan hal yang di luar batas, Rania kehilangan kehormatan nya dan itu tidak mudah bagi Rania menerima semua ini, meskipun mas Aditya tidak sepenuhnya salah karena dia dalam pengaruh alkohol, tapi dia tetap harus bertanggung jawab secara penuh" Jawab Bella.
"Aku salut dengan pemikiran kamu Bella, kamu bisa memutuskan semua hal ini dengan bijak, aku tahu kamu pasti juga hancur" Ujar Keysha.
"Aku cukup tahu diri Key, aku wanita yang tidak sempurna, kamu pasti tahu kan alasannya? Aku sudah tidak bisa memberikan anak kepada mas Aditya karena rahimku sudah di angkat" ujar Bella terisak, dia mengingat kembali akan kondisinya sekarang yang sudah tidak memiliki rahim.
"Sabar Bella, kamu harus kuat" Ucap Keysha sambil memeluk Bella, sebagai seorang wanita Keysha juga merasa sedih dengan apa yang menimpa Bella.
"Aku yakin, suatu saat akan ada kebahagiaan yang menghampiri kamu, Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya" Ucap Keysha menasehati.
"Iya Keyy.. terima ya kamu selalu ada untuk aku, terimakasih banyak" ucap Bella.
"Sama - sama Bella, aku sudah berjanji kan? Akan selalu ada untuk kamu" ucap Keysha.
"Key, mungkinkah ini karma ku?" Tanya Bella sambil melepaskan pelukannya.
"Karma? Maksud nya?" Tanya Keysha tak paham.
"Aku dulu pernah menjadi istri siri mas Aditya, dan mungkin aku juga akan mengalami hal yang sama seperti apa yang kamu alami dulu" Ucap Bella.
"Ssttt Bella jangan bicara begitu, ini semua adalah ujian pernikahan kalian, jangan anggap ini karma. Lagian kamu tahu sendiri kan bagaimana kondisi pernikahan ku dulu dengan Aditya? Kita tidak dalam pernikahan yang kami inginkan, itu semua hanya pernikahan di atas kertas . Buang jauh jauh fikiran itu ya??" Ucap Keysha dan diangguki oleh Bella.
.
.
...**Yang nungguin Keysha?? akhirnya Keysha menyapa kalian lagi, dan aku juga mengucapkan banyak terimakasih atas segala dukungan yang kalian berikan di karyaku, aku berharap kalian akan terus memberikan dukungan di semua karyaku .. ...
......Terimakasih Readers 🥰**......