
Keysha yang sudah datang sejak 15 menit lalu dan berada di
ruang kerjanya, memutuskan keluar ruangan untuk mencari Nabila, Keysha bermaksud
meminta bantuan kepada Nabila ikut dengannya meeting hari ini, karena Keysha
dan Kanaya sudah sepakat menjadikan Nabila penerus butik milik Keysha, karena
mereka tahu kalau Nabila punya bakat dan passion dibidang fashion.
Namun mata Keysha menyipit kala dia melihat Indira yang
tengah berdiri tidak jauh dari pintu masuk, da nada juga Nabila yang berhadapan
dengan Indira.
“Apa sebegitu bencinya kalian ke aku? sampai kalian tidak
menghargai dan menjaga perasaan ku?” tanya Indira.
“Maksudnya kak?” tanya Nabila tidak paham.
“Jangan berpura-pura Nabila,” Indira tersenyum miris, “aku
tahu kalian semua pergi berkumpul dicafe pada hari pernikahan ku, dan lebih
parahnya lagi kalian mengirimkan foto digrup chat,” ucap Indira dengan raut
wajah kecewa.
“Kak aku tidak tahu sama sekali tentang hal itu, kalau kakak
mau mebahas itu kenapa tidak kakak bahas dengan teman-teman kakak yang lain,”
Nabila yang merasa tidak ikut terlibat didalamnya merasa tidak terima terus
disudutkan oleh Indira.
“Indira, jangan bikin mamah malu,” bisik Lailla.
“Ada apa ini rebut-ribut?” Keysha datang dengan raut wajah
kesal, baik Nabila, Indira dan Lailla sama-sama menatap Keysha dengan terkejut.
“Indira, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Keysha.
“Maaf, apa anda ibu Keysha? Mamahnya Kanaya?” Lailla
mendekat kearah Keysha, nampaknya dia mulai melancarkan aksinya.
“Iya betul, anda siapa?” tanya Keysha, karena dia memang
nampak asing dengan wajah Lailla.
“Saya Lailla, mamahnya Nando,” Lailla mengulurkan tangannya,
tidak lupa dengan senyum ramah yang selalu dia tunjukkan.
Keysha pun menghargai Lailla karena wanita yang ada
dihadapannya saat ini datang dengan baik-baik, meski sejujurnya Keysha sudah
merasa malas berurusan dengan Nando maupun Indira.
Keysha menjabat tangan Lailla dan membalas senyum, “saya
Keysha, tidak menyangka bisa bertemu ibu Lailla disini,” ucap Keysha.
“Oh iya, ini pertemuan pertama kita ya Bu Keysha?”
Keysha pun mengangguk seraya tersenyum kecil.
“Ibu kenapa kemarin tidak datang?” tanya Lailla, padahal
seharusnya dia sudah tahu kalau Keysha pasti masih kecewa dengan sikap Bella
yang notabennya adalah sahabat Keysha sendiri.
“Jujur saya tidak mau lagi berurusan dengan Bella, Indira
ataupun Nando, karena bagi saya apa yang sudah mereka lakukan terhadap putri
saya masih bisa saya maafkan, tai tidak dengan menyakiti anak saya,” ucap
Keysha dengan tegas.
“Kenapa tante?” Indira menatap Keysha dengan berani, “tante
selalu saja memojokkan saya, dan menuding saya menjadi orang ketiga dalam
hubungan Kanaya.”
“Itu memang benar,” sela Keysha seraya bersedekap dada.
“Itu tidak benar tante,” Indira berucap dengan penuh
penekanan.
“Apa yang tidak benar? Kamu tahu Nando saat itu masih
menjadi kekasih anak saya, dan kamu malah menikah dengan dia, dimana hati
nurani kamu? perasaan kamu? dan dalam hal ini kamu tidak merasa bersalah
sekalipun? Urat malu kamu sudah putus ya? sampai kamu berani mengatakan hal itu
bahwa kamu bukan orang ketiga.”
Indira tersenyum remeh sembari menatap Keysha, “bukannya
tante juga pernah menjadi orang ketiga?” Indira semakin menantang Keysha, dia
seolah lupa dengan kebaikan yang Keysha lakukan sampai menjadi ibu ASI untuk
Indira.
“Apa maksud kamu?” tanya Keysha tidak paham dengan maksud
ucapan Indira.
“Iya tante pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan mamah
dan papah ku,” ucap Indira dengan yakin. “tante menikah dengan papah padahal
pada saat itu papah sudah memiliki kekasih, yaitu mamah Bella. Apa itu bukan
orang ketiga namanya?” tanya Indira semakin menantang.
“Apa itu buka pelakor? Dan apa itu juga bukan perusak
hubungan orang? Tante memanfaatkan kedua orangtua papah kan supaya menjauhkan
papah dan mamah saat itu?” Indira tersenyum menyeringai, “pelakor teriak
pelakor.”
Keysha tidak tahan lagi mendengar ucapan pedas dari Indira
yang sangat jauh dari kenyataan, sampai akhirnya Keysha lepas control dan
menampar pipi Indira, sampai menbuat Lailla, Nabila dan para pengunjung butik
terkejut.
“Jaga mulut kamu!!” seru Keysha, dia tidak terima Indira
berucap demikian.
“Kamu itu baru anak kemarin sore ya! dan kamu jangan sok
tahu tentang masalah ini!” seru Keysha lagi.
“Bukannya aku sok tahu tante, tapi ini kenyataan, mamah
Bella yang cerita ke aku,” jawab Indira jujur.
‘Apa yang Bella yang ceritakan? Sampai membuat Indira salah
paham begini?’ batin Keysha kesal.