Keysha

Keysha
season 2 (Tamparan)



Keysha yang sudah datang sejak 15 menit lalu dan berada di


ruang kerjanya, memutuskan keluar ruangan untuk mencari Nabila, Keysha bermaksud


meminta bantuan kepada Nabila ikut dengannya meeting hari ini, karena Keysha


dan Kanaya sudah sepakat menjadikan Nabila penerus butik milik Keysha, karena


mereka tahu kalau Nabila punya bakat dan passion dibidang fashion.


Namun mata Keysha menyipit kala dia melihat Indira yang


tengah berdiri tidak jauh dari pintu masuk, da nada juga Nabila yang berhadapan


dengan Indira.


“Apa sebegitu bencinya kalian ke aku? sampai kalian tidak


menghargai dan menjaga perasaan ku?” tanya Indira.


“Maksudnya kak?” tanya Nabila tidak paham.


“Jangan berpura-pura Nabila,” Indira tersenyum miris, “aku


tahu kalian semua pergi berkumpul dicafe pada hari pernikahan ku, dan lebih


parahnya lagi kalian mengirimkan foto digrup chat,” ucap Indira dengan raut


wajah kecewa.


“Kak aku tidak tahu sama sekali tentang hal itu, kalau kakak


mau mebahas itu kenapa tidak kakak bahas dengan teman-teman kakak yang lain,”


Nabila yang merasa tidak ikut terlibat didalamnya merasa tidak terima terus


disudutkan oleh Indira.


“Indira, jangan bikin mamah malu,” bisik Lailla.


“Ada apa ini rebut-ribut?” Keysha datang dengan raut wajah


kesal, baik Nabila, Indira dan Lailla sama-sama menatap Keysha dengan terkejut.


“Indira, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Keysha.


“Maaf, apa anda ibu Keysha? Mamahnya Kanaya?” Lailla


mendekat kearah Keysha, nampaknya dia mulai melancarkan aksinya.


“Iya betul, anda siapa?” tanya Keysha, karena dia memang


nampak asing dengan wajah Lailla.


“Saya Lailla, mamahnya Nando,” Lailla mengulurkan tangannya,


tidak lupa dengan senyum ramah yang selalu dia tunjukkan.


Keysha pun menghargai Lailla karena wanita yang ada


dihadapannya saat ini datang dengan baik-baik, meski sejujurnya Keysha sudah


merasa malas berurusan dengan Nando maupun Indira.


Keysha menjabat tangan Lailla dan membalas senyum, “saya


Keysha, tidak menyangka bisa bertemu ibu Lailla disini,” ucap Keysha.


“Oh iya, ini pertemuan pertama kita ya Bu Keysha?”


Keysha pun mengangguk seraya tersenyum kecil.


“Ibu kenapa kemarin tidak datang?” tanya Lailla, padahal


seharusnya dia sudah tahu kalau Keysha pasti masih kecewa dengan sikap Bella


yang notabennya adalah sahabat Keysha sendiri.


“Jujur saya tidak mau lagi berurusan dengan Bella, Indira


ataupun Nando, karena bagi saya apa yang sudah mereka lakukan terhadap putri


saya masih bisa saya maafkan, tai tidak dengan menyakiti anak saya,” ucap


Keysha dengan tegas.


“Kenapa tante?” Indira menatap Keysha dengan berani, “tante


selalu saja memojokkan saya, dan menuding saya menjadi orang ketiga dalam


hubungan Kanaya.”


“Itu memang benar,” sela Keysha seraya bersedekap dada.


“Itu tidak benar tante,” Indira berucap dengan penuh


penekanan.


“Apa yang tidak benar? Kamu tahu Nando saat itu masih


menjadi kekasih anak saya, dan kamu malah menikah dengan dia, dimana hati


nurani kamu? perasaan kamu? dan dalam hal ini kamu tidak merasa bersalah


sekalipun? Urat malu kamu sudah putus ya? sampai kamu berani mengatakan hal itu


bahwa kamu bukan orang ketiga.”


Indira tersenyum remeh sembari menatap Keysha, “bukannya


tante juga pernah menjadi orang ketiga?” Indira semakin menantang Keysha, dia


seolah lupa dengan kebaikan yang Keysha lakukan sampai menjadi ibu ASI untuk


Indira.


“Apa maksud kamu?” tanya Keysha tidak paham dengan maksud


ucapan Indira.


“Iya tante pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan mamah


dan papah ku,” ucap Indira dengan yakin. “tante menikah dengan papah padahal


pada saat itu papah sudah memiliki kekasih, yaitu mamah Bella. Apa itu bukan


orang ketiga namanya?” tanya Indira semakin menantang.


“Apa itu buka pelakor? Dan apa itu juga bukan perusak


hubungan orang? Tante memanfaatkan kedua orangtua papah kan supaya menjauhkan


papah dan mamah saat itu?” Indira tersenyum menyeringai, “pelakor teriak


pelakor.”


Keysha tidak tahan lagi mendengar ucapan pedas dari Indira


yang sangat jauh dari kenyataan, sampai akhirnya Keysha lepas control dan


menampar pipi Indira, sampai menbuat Lailla, Nabila dan para pengunjung butik


terkejut.


“Jaga mulut kamu!!” seru Keysha, dia tidak terima Indira


berucap demikian.


“Kamu itu baru anak kemarin sore ya! dan kamu jangan sok


tahu tentang masalah ini!” seru Keysha lagi.


“Bukannya aku sok tahu tante, tapi ini kenyataan, mamah


Bella yang cerita ke aku,” jawab Indira jujur.


‘Apa yang Bella yang ceritakan? Sampai membuat Indira salah


paham begini?’ batin Keysha kesal.