
Kanaya, dan Tama sudah menyelesaikan sholat ashar, ketika Kanaya keluar dari masjid, dia melihat Tama yang tengah memakai sepatunya.
"Tama, ini" Kanaya mengembalikan mukenah milik Natasha kepada Tama, setelah Tama selesai memaki sepatu nya kembali.
"Terimakasih ya."
"Sama-sama," jawab Tama, "ayo masuk."
"Gimana perasaan kamu sekarang?" tanya Tama setelah mereka berdua sudah masuk kedalam mobil.
"Jauh lebih tenang," jawab Kanaya.
"Syukurlah, ingat ya Kanaya, sebesar dan seberat apapun masalah kamu, kamu bisa mengadukan segala keluh kesah kamu kepada Yang Maha Kuasa, selain rahasia kamu aman, masalah kamu juga akan mendapatkan jalan keluarnya," jelas Tama.
"Iya Tam, makasih banget ya, aku bener-bener beruntung karena hari ini aku lagi sama kamu, aku nggak tahu kalau nggak ada kamu, apa yang bakal aku lakuin, mungkin aku akan berpikir bodoh."
"Ingat Naya, ini semua cara Allah menunjukkan bahwa Nando bukan lelaki yang tepat untuk kamu, Allah menunjukkan semuanya dengan cara-Nya, karena sejatinya manusia hanya bisa berencana, dan selebihnya Allah lah yang menentukan."
Entah mengapa mendengar ucapan Tama, hati Kanaya semakin tenang, permasalahan nya dengan Nando yang membuat Kanaya begitu emosi pun perlahan mereda. Tiba-tiba ponsel Kanaya mendapatkan notifikasi, dan itu dari Keysha.
Raut wajah Kanaya berubah, amarah sedih bercampur jadi satu, padahal tadi semuanya sudah terlihat lebih baik.
"Kamu kenapa Nay?" tanya Tama.
"Anter aku kerumah Tante Bella, mamah minta dijemput," ucap Kanaya.
Sebenarnya, setelah mengetahui tentang Nando dan Indira yang sudah menikah, Tama sudah berniat membatalkan untuk pergi ke rumah Bella, karena sangat tidak mungkin membawa Kanaya kesana juga, namun nampaknya takdir berkata lain.
"Nay, aku anter kamu pulang dulu ya? baru setelah ini aku jemput tante Keysha," usul Tama.
"Enggak Tam, aku juga harus bicara sama Tante Bella, aku kecewa sama dia, Tante Bella itu tahu kalau Nando pacar aku," ujar Kanaya.
"Apa? tante Bella tahu?" tanya Tama memastikan.
"Iya, dan dia membiarkan pernikahan itu tetap terjadi, aku kecewa sama dia," ucap Kanaya.
Tama tak habis pikir bagaimana bisa Bella melakukan hal itu, dia sama- sama ibu, harusnya Bella tak melakukan itu, bagaimana kalau semua dibalik dan yang ada diposisi Kanaya adalah Indira? apakah Bella akan menerimanya?.
Akhirnya, mobil Tama pun sampai dikediaman Aditya, Kanaya langsung turun dari mobil Tama dan bergegas masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu, Tama bahkan harus berlari untuk mengejar Kanaya, karena takut Kanaya akan mengamuk.
Keluarga Aditya, dan Keysha begitu terkejut karena Kanaya langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sayang, nggak sopan," hardik Keysha, dia belum tahu apa yang terjadi.
"Buat apa kita sopan ke keluarga mereka mah," ucap Kanaya seraya bersedekap dada, biasanya tutur kata Kanaya begitu sopan dan halus namun kali ini berbeda, Kanaya begitu ketus dan dingin.
"Kanaya," tegur Keysha.
"Sudah Key," ucap Bella. Aditya, Desi dan Bella juga bingung dengan sikap Kanaya, karena mereka belum tahu kalau ternyata Nando sudah mengungkapkan semuanya.
"Nggak usah sok baik," Ketus Kanaya.
"Kanaya," ucap Keysha lagi.
"Aku yakin, setelah ini mamah juga akan kecewa dengan mereka semua, mamah tahu? Nando sudah menikah dengan Indira," ucap Kanaya seraya menakan kata Nando dan Indira.
"Apa?" Keysha begitu terkejut dengan apa yang dia dengar, begitu juga keluarga Aditya, mereka tak menyangka Nando bisa secepat ini mengungkapkan semuanya.
Bella terisak pelan, kemudian mengangguk kan kepalanya lemah. Sontak Keysha lemas seketika, dia tak menyangka Bella yang sudah dia anggap sebagai saudara tega mengkhianatinya nya, apa lagi Indira yang juga menjadi anak susuannya.
"Keysha kami minta maaf," ucap Desi.
"Key, aku bisa jelasin," ucap Bella, dia ingin menggenggam tangan Keysha namun langsung ditepis kasar.
Keysha langsung berdiri dan menghindar dari Bella, Aditya dan juga Desi, Keysha berdiri tepat disamping Kanaya putrinya.
"Selama ini, apa kurangku pada keluarga kalian, dan kamu Bella aku kecewa, kamu tahu kan kalau Nando adalah kekasih Kanaya, tapi kenapa kamu tega?!" seru Keysha.
"Nando dan Indira menikah karena terpaksa Key, itu semua karena permintaan bapak, saat itu kondisi bapak kritis dan dia ingin melihat Indira menikah, bertepatan dengan hanya ada Nando disana, yang bapak pikir Nando adalah kekasih Indira," jelas Aditya.
"Yang bapak pikir kan? kalau seandainya Bella menjelaskan Nando adalah kekasih Kanaya, aku yakin bapak nggak akan meminta itu," jawab Keysha.
"Dan jangan pernah bawa nam kakek Harun untuk menutupi semuanya, karena dalam diri mereka aku tidak melihat adanya keterpaksaan, harusnya kalian lihat sendiri bukti yang ada dileher Indira, itu sudah membuktikan semuanya," ujar Kanaya.
Mereka semua terdiam, karena mereka juga nampak samar-samar tanda itu, bahkan cara berjalan Indira pagi ini pun nampak berbeda, seperti menahan sakit di daerah sensitif nya, tentu saja mereka semua tahu apa yang sudah terjadi antara Nando dan Indira, apalagi mereka sudah sah menjadi suami istri, meskipun hanya siri.
"Kenapa kalian diam? karena itu semua benar kan?" tanya Keysha.
"Kami minta maaf Key," ucap Bella dengan nada memohon.
"Maaf? selama ini apapun yang kalian lakukan aku dengan besar hati memaafkan, semuanya bahkan kesalahan besar sekalipun, tapi kali ini, kesalahan kalian fatal, karena menyangkut anak ku, jika kalian hanya menyakiti ku, aku masih bisa memaafkan, tapi kalau sudah tentang anak, aku tidak bisa."
"Ayo sayang, kita pergi." Ajak Keysha kepada Kanaya, namun saat mereka ingin keluar dari rumah Aditya, Nando dan Indira datang, mereka berdua terkejut karena ternyata ada Keysha dan Kanaya.
"Kanaya, Tante Keysha," ucap Nando dan Indira bersamaan.
"Saya nggak nyangka, wajah yang nampak polos seperti ini ternyata bisa menjadi perusak hubungan sahabat nya sendiri, saya menyesal mengenal keluarga ini, dan saya jauh lebih menyesal karena terlalu berbaik hati kepada kalian semua, apa lagi kamu Nando, lelaki pengecut, ingat karma itu berlaku." Kanaya pun langsung pergi tanpa menoleh kembali kebelakang.
Bella hendak mengejar Keysha dan Kanaya, namun langsung dicegah oleh Tama.
"Maaf Tante, saya rasa sudah cukup, apa Tante masih punya muka untuk bertemu dengan tante Keysha dan keluarganya setelah apa yang sudah terjadi?" Tama menyerahkan kotak kue kepada Bella yang tengah terisak.
"Saya turut bersuka cita, atas meninggalnya kakek Harun, permisi," Setelah mengatakan itu, Tama pun pergi menyusul Kanaya dan Keysha.
Indira begitu syok dengan apa yang terjadi, rasanya tubuh nya begitu lemas mendengar ucapan Keysha, wanita yang selalu berbicara lembut padanya dan memandang Indira dengan tatapan yang meneduhkan, kini berubah dan itu karena kesalahannya.
Bella pun kembali ke tempat duduknya, disusul oleh Indira, Indira melihat Desi yang tengah terisak pun begitu pedih.
"Nek..." Indira hendak menggenggam tangan Desi namun langsung ditepis.
"Aku mau kekamar," ucap Desi seraya bangkit dari duduknya.
"Biar Aditya antar Bu," Aditya pun mengantarkan ibunya untuk beristirahat didalam kamar.
Indira menunduk dalam, dia pun terisak karena neneknya menjauh, padahal Desi sangat menyayangi Indira.
"Mah, apa nenek benci sama aku?" tanya Indira.
"Enggak sayang, nenek nggak mungkin benci sama kamu," jawab Bella mencoba menenangkan.
"Tante Keysha benci banget sama aku mah," Isak Indira.
"Sabar ya," Bella pun memeluk Indira erat. Bella juga sedih, karena persahabatannya dengan Keysha terancam hancur.