Keysha

Keysha
Anisa melahirkan



Oki langsung mengejar Keysha dan beberapa perawat yang tengah membawa Anisa.


"Anisa.." Lirih Oki memanggil nama istrinya yang kini tengah menahan sakit luar biasa.


"Oki??" Ucap Keysha terkejut, pasalnya dia belum menghubungi Oki sama sekali.


"Dokter Oki? ini istri Dokter?" Tanya salah satu perawat.


"Iya.. " Jawab Oki sambil menggenggam tangan Anisa erat.


"Seperti nya istri dokter hendak melahirkan Pak" ujar salah satu perawat.


"Saya tahu, cepat panggil dokter Meta" titah Oki.


"Baik Dok" Salah satu perawat pun langsung berlari mencari dokter Meta yang tidak lain dokter kandungan di rumah sakit itu.


Anisa di bawa masuk keruang bersalin, Oki dan beberapa perawat pun masuk dan langsung menutup pintu. Sedangkan Keysha dan Sinta menunggu diluar dengan harap - harap cemas.


"Semoga Anisa dan bayinya bisa selamat dan sehat ya Mah" Ucap Keysha khawatir.


"Aammiin" Jawab Sinta.


Disisi lain, Oki tengah menyemangati Istrinya yang tengah melakukan proses lahiran secara normal, Anisa menggenggam tangan Oki dengan sarat erat, bahkan terkadang juga mencakar, namun Oki tidak merasakan sakit apapun, yang dia pikirkan saat ini asal anak dan istrinya bisa selamat dan sehat.


Setelah beberapa menit, akhirnya bayi Anisa pun lahir, Oki dan Anisa tersenyum bahagia. Bahkan Oki tak hentinya mencium kening sang istri.


"Terimakasih sayang" Ucap Oki seraya tersenyum bahagia.


"Selamat Dokter Oki, ibu Anisa bayinya laki - laki sehat tak kurang suatu apapun" ujar dokter Meta.


"Terimakasih Dok" ujar Oki.


"Sudah menjadi tanggung jawab saya Dok, kalau begitu biar bayinya di bersihkan dulu ya Bu Anisa" Ujar dokter Meta.


Setelah anak Anisa dan Oki sudah di bersihkan, suster pun memberikan bayi tersebut kepada Oki untuk di adzani. Setelah selesai,baru lah dokter menyarankan agar bayi di taruh di dada sang ibu.


Senyum bahagia terus terpancar dari wajah keduanya, setelah di rasa cukup dokter pun memindahkan Anisa ke ruang rawat VIP beserta bayinya.


Sebelum itu, suster akan membantu Anisa membersihkan seusai proses bersalin, sedangkan Oki keluar ruangan untuk mengucapkan terimakasih kepada Keysha.


"Bagaimana keadaan Anisa dan bayinya?" Tanya Keysha.


"Alhamdulillah Anisa dan anak kami sehat Key, aku juga mengucapkan terimakasih kepada kamu dan ibu karena telah membantu Anisa" Ujar Oki penuh rasa terima kasih.


"Sama - sama Oki, tadi aku sama mamah ingin main ke rumah Anisa, tapi saat kami sampai Anisa sudah dalam keadaan akan melahirkan " ujar Keysha menjelaskan.


"Ini salah ku, aku pindah belum ada persiapan ART dan penjaga rumah, tapi insya Allah besok mereka sudah akan datang" ujar Oki.


"Syukurlah kalau begitu, oh iya kenalkan Oki ini mamah mertua ku" ujar Keysha memperkenalkan Sinta. Oki dan Sinta pun berkenalan.


"Oh iya, sebentar lagi, Anisa dan anak kami akan di pindah kan keruang rawat."


"Aku mau jenguk Anisa ya?" Tanya Keysha.


"Boleh, nanti kita sama - sama ke ruang rawat Anisa" Ujar Oki. Tak lama Anisa sudah dibawa oleh beberapa suster untuk di pindahkan.


Setelah berada di ruang rawat, Keysha tak bosan - bosannya memandangi wajah anak Anisa. Tadi Oki sudah menitipkan Anisa kepada Keysha dan Sinta karena Oki harus melanjutkan tanggung jawabnya di rumah sakit ini sebagai dokter bedah.


"Nama anak kamu siapa Nis?" Tanya Keysha.


"Tamasha Pratama" Jawab Anisa.


"Panggilan nya?" Tanya Keysha lagi.


"Haii Tama.." Ucap Keysha dan Sinta bersamaan.


Pukul 2 siang Sinta dan Keysha memutuskan pulang, karena Anisa juga sudah ditemani oleh kedua orangtuanya, selama perjalanan pulang Keysha terus memikirkan tentang proses kelahiran nya nanti. Ada rasa gugup dalam diri Keysha, mengingat banyak sekali yang mengatakan sakitnya prosesi lahiran.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Sinta yang melihat raut kegelisahan dari Keysha.


"Mah, melahirkan itu sakit banget ya?" Tanya Keysha.


"Nak, sudah kodrat perempuan, memang sakit bahkan sangat, tapi kamu tahu? Rasa sakit itu akan menghilang ketika kamu mulai mendengar suara tangisan bayi kamu " ujar Sinta menjelaskan.


"Tapi mah.. banyak orang - orang yang bilang, kalau kita melahirkan harus di usahakan normal, supaya kita bisa menjadi ibu sesungguhnya, menurut mamah itu bagaimana?"Ucap Keysha


"Apapun proses lahiran kamu kelak, mau itu normal atau Cesar, itu semua sama saja nak, kamu tetap menjadi ibu. Kalau ada yang bilang lahiran Cesar itu tidak sakit, mereka salah. Karena kamu harus tahu, bekas operasi cesar akan tetap terasa sakit sampai beberapa bulan,dan membuat gerakan kamu terbatas. Lalu bagaimana mungkin orang - orang mengatakan bahwa ibu yang melahirkan secara Cesar itu tidak menjadi ibu yang sesungguhnya? Padahal apapun proses lahiran nya semua ibu sama - sama berkorban, dan mempertaruhkan nyawa" ucap Sinta menjelaskan.


"Iya mah, aku paham sekarang."


"Jadi, tidak perlu mendengar kan apapun kata orang, yang penting kamu jalani kehidupan kamu sendiri, apa yang kamu suka maka lakukan, selagi itu positif untuk kamu" ujar Sinta.


"Iya Mah" Jawab Keysha paham.


Keesokan harinya, Keysha mulai berangkat kembali ke butik, sekarang ini Keysha mulai menjadwal kegiatan nya, 1 Minggu dua kali Keysha akan mengecek butik.


Kini Keysha tengah berada di ruangan nya, tadi dia sudah memanggil Alena untuk membawa buku laporan butik.


"Ini Len, makasih yaa" Keysha menyerahkan buku laporan butik yang tadi sudah dia cek kepada Alena.


"Sama - sama" Jawab Alena.


"Eem oh iya Key, ada yang mau gue sampein" Ujar Alena.


"Apa itu??" Tanya Keysha.


"3 Minggu lagi, gue mau nikah" Ujar Alena.


"What? 3 Minggu?" Keysha terkejut, karena Alena akan menikah dalam waktu dekat.


"Iya.." Jawab Alena.


"Kok loe baru bilang?" Tanya Keysha.


"Kata orang tua gue pamali kalau masih jauh udah di umumin, jadi gue kabarin ke loe sekarang" Ucap Alena.


"Huftt oke .. okee.. gue paham" Ucap Keysha kemudian.


"Ya udah, selama nanti loe cuti gimana kalau loe digantiin sama Dewi dulu? Soalnya gue nggak memungkinkan buat terus stay di butik" ujar Keysha.


"Gue sih setuju" Jawab Alena.


"Ya udah, gue panggil Dewi dulu" ujar Keysha. Dia pun menekan tombol intercome dan memanggil Dewi untuk datang ke ruangan nya.


Tidak lama pintu ruangan Keysha di ketuk, dan itu suara Dewi, tanpa menunggu lama, Keysha pun mempersilahkan Dewi untuk masuk.


"Duduk Dewi" Ujar Keysha.


"Terimakasih Bu" Ucap Dewi, dia duduk di samping Alena.


"Nggak usah terlalu formal, aku belum tua - tua banget" ucap Keysha.


"Hehe iya kak, maaf .. " ucap Dewi.


"Nah Dewi, saya meminta kamu datang kemari karena ada yang ingin saya sampaikan, 3 Minggu lagi Alena akan menikah, dan pasti akan mendapatkan cuti yang lumayan lama. Saya meminta tolong kepada kamu, untuk mengganti kan posisi Alena selama dia cuti nanti, karena saya tidak memungkinkan untuk selalu stay di butik" Ujar Keysha menjelaskan tentang maksudnya memanggil Dewi ke ruang nya.