Keysha

Keysha
Season 2 (Permintaan Harun)



Ketika Indira membuka ponsel miliknya, Indira melihat begitu banyak panggilan tak terjawab, ada dari Bella dan Aditya, Indira pun membuka aplikasi chatting karena ada pesan yang dikirim dari Aditya. Indira begitu terkejut, ketika melihat pesan yang dia baca.


"Nando!" Teriak Indira seraya berlari dan mata yang berkaca-kaca.


"Ada apa Ra?" Nando yang tengah menunggu Indira di ruang tengah terkejut.


"Kakek Harun masuk rumah sakit," ucap Indira seraya terisak.


"Apa? ya udah rumah sakit mana?" tanya Nando panik.


"Rumah sakit tempat kita praktek," jawab Indira.


"Ya sudah, ayo aku antar." Ajak Nando, mereka berdua pun bergegas keluar dari apartemen Nando dan menuju mobil.


Nando sedikit ngebut membawa mobil, karena Aditya sudah memberikan kabar sejak semalam, Indira sendiri sudah terisak, penyesalan yang dia rasakan begitu dalam, dia takut terjadi apa-apa dengan Harun.


"Aku nggak akan maafin diriku sendiri kalau terjadi apa-apa dengan kakek, kakek seperti ini juga pasti karena aku," ucap Indira disela isak tangisnya.


"Ra, jangan nyalahin diri sendiri ya? kita berdoa untuk kesembuhan kakek kamu," ucap Nando mencoba menenangkan Indira.


Akhirnya Indira dan Nando pun sampai di rumah sakit, seorang suster langsung menghampiri Indira ketika melihat kedatangan nya.


"Dokter Indira, maaf keluarga dokter sudah menunggu," ucap suster.


"Iya sus, bagaimana keadaan kakek saya?" tanya Indira cemas seraya berjalan cepat.


"Keadaan pak Harun belum stabil dok," jawab suster. Mendengar jawaban suster hati Indira semakin tak tenang.


Indira membuka pintu ruangan Harun dirawat, membuat semua keluarga menoleh kearahnya, raut kelegaan tercipta di keluarga Indira.


"Kakek," Indira langsung berlari kearah Harun yang tengah berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit, Nando juga masih setia mengikuti Indira dibelakangnya.


"Indira," lirih Harun memanggil cucunya, Indira langsung memeluk Harun seraya terisak.


"Maafin Indira kek," ucap Indira seraya melepas pelukannya.


"Jangan meminta maaf Nak, kami yang harusnya meminta maaf, karena telah menyembunyikan semuanya dari kamu," ucap Harun.


"Enggak Kek, aku yakin ada alasan kenapa kalian semua merahasiakan nya dari aku, seharusnya aku bisa lebih mengerti dan tidak bertindak egois, yang akhirnya aku membuat semuanya khawatir, dan sekarang Kakek jatuh sakit," jawab Indira, linangan air mata tak berhenti untuk terus menangis.


"Jangan menyalahkan diri kamu Nak, uhuk.. uhukk," Harun mulai batuk, dadanya pun terasa sesak.


"Kakek," Indira nampak mulai khawatir, bahkan bukan hanya Indira, Aditya ,Bella dan Desi pun sama khawatir nya.


"Indira, boleh Kakek meminta satu hal?" tanya Harun meminta izin.


"Boleh Kek, apapun akan Indira usahakan," jawab Indira yakin.


"Kakek ingin melihat kamu menikah," ucap Harun.


Indira tersenyum ketika mendengar permintaan Harun ," Kek, aku akan menikah nanti, tapi sekarang Kakek harus sembuh dulu ya."


Harun menggeleng lemah, "Kakek ingin melihat kamu menikah sekarang juga Nak, karena Kakek merasa umur Kakek sudah tak lama lagi," ucap Harun, suaranya mulai berat.


"Kakek jangan bicara begitu, aku yakin Kakek akan sembuh," ucap Indira seraya menggenggam tangan Harun.


"Nak, Kakek mohon turuti permintaan Kakek, kamu adalah cucu Kakek satu-satunya, dan Kakek ingin sekali menyaksikan kamu menikah sebelum Kakek pergi."


"Itu pacar kamu kan?" tanya Harun seraya menunjuk Nando.


"Kek itu..." belum selesai Indira menjelaskan, tapi Harun sudah menyela lebih dulu.


"Nak, kamu mau kan menikahi cucuku? aku yakin kamu adalah lelaki yang baik," ucap Harun kepada Nando, membuat Nando gugup dan bingung menjadi satu, disini Bella juga tak tahu harus berbuat apa, karena disisi lain, kondisi Harun sudah sangat mengkhawatirkan dan Harun ingin sekali Indira menikah hari ini juga.


"Iya Kek, aku mau," jawab Nando, membuat Indira dan Bella terkejut dan menatap Nando dengan pandangan bertanya, namun berbeda dengan Aditya, Desi dan Harun, mereka tidak tahu kalau Nando sebenarnya kekasih Kanaya.


"Kek, aku mau bicara dulu sama Nando," Indira pun langsung menarik tangan Nando untuk keluar dari ruangan rawat Harun.


"Nando, loe bicara apa sih?" tanya Indira sedikit kesal.


"Ra, gak ada pilihan lain, loe lihat kakek Harun, keadaan dia mengkhawatirkan. Gue juga mau kakek Harun sembuh, tapi kalau terjadi sesuatu ke kakek Harun, apa loe nggak nyesel?" tanya Nando.


Indira terdiam, dia mencoba mencerna kata-kata Nando, "Nando bener, lihat keadaan kakek begini gara-gara khawatir sama gue aja gue nyesel banget, apa lagi kalau terjadi hal buruk ke kakek dan gue nggak bisa menuhin permintaannya, gue nggak akan bisa maafin diri gue sendiri," batin Nando.


"Tapi gimana sama Kanaya?" tanya Indira lemah.


"Kita bisa pikirkan nanti, yang penting sekarang kita fokus ke kakek Harun dulu," jawab Nando mencoba meyakinkan Indira. Indira menunduk lemah, dia bingung sekarang, posisinya serba sulit.


Tiba-tiba Aditya datang dengan raut cemas, "Indira, kakek semakin kritis."


Mendengar ucapan Aditya, Nando dan Indira pun segara bergegas masuk kedalam ruangan Harun.


"Kakek, aku akan menikah dengan Nando," ucap Indira kemudian.


Harun tersenyum mendengar cucunya menikah hari ini juga, "terimakasih Nak."


"Ya sudah Pak, aku hubungi penghulu dulu," Aditya pun segera menghubungi penghulu yang tinggal satu komplek dengannya juga.


"Ra, aku minta izin menghubungi keluarga ku ya?" ucap Nando. Kemudian Nando pun menghubungi kedua orangtuanya yang ada di Medan.


Nando langsung memberitahukan kepada kedua orangtuanya, perihal pernikahannya dan Indira yang mendadak. Tentu, kedua orang tua Nando terkejut, namun setelah Nando memberitahukan tentang kakek Indira yang tengah kritis, merekapun mengerti.


Namun Nando tak menceritakan, bahwa sebenarnya dia dan Indira tak memiliki hubungan, kedua orang tua Nando memang mengetahui kalau Nando memiliki kekasih, namun mereka tak tahu namanya.


Nando pun berbohong, dia mengatakan bahwa Indira adalah kekasihnya sejak lama, mengetahui sang anak yang terlihat sudah mantap untuk menikah, walau tanpa persiapan, akhirnya merekapun memberikan restu kepada Nando dan Indira.


"Nando? bisa mamah bicara dengan Indira?" tanya Laila.


"Iya sebentar ya Mah," Nando pun kembali masuk kedalam ruangan Harun, untuk memanggil Indira.


"Ra, mamah dan papah ku ingin bicara sama kamu," ucap Nando lirih.


"Ya sudah ayo," Indira pun berpamitan keluar bersama Nando.


"Assalamu'alaikum Tante, Om" sapa Indira.


"Waalaikumsalam,"


"Wah jadi ini yang namanya Indira? sangat cantik," puji Laila.


"Terimakasih Tante," jawab Indira malu-malu.


"Nak, kami ingin minta maaf, karena tidak bisa datang ke Jakarta, tapi kamu tenang saja, restu kami selalu menyertai kalian," ucap Harlan.


Terimakasih Om, Tante atas restu yang sudah diberikan kepada kami, saya juga minta maaf, karena pernikahan ini terkesan mendadak," ucap Indira tak enak.


"Kamu tenang saja Nak, kami paham kok, dan kami berharap kakek kamu lekas sembuh ya," ujar Laila.


"Aaammiin terima kasih banyak Tante atas doanya."


"Jangan panggil Tante, panggil mamah dong, kan kamu akan jadi istri Nando, itu berarti kamu akan jadi anak kami juga." ucap Laila.


"Iya Mah, Pah." jawab Indira.


Tak lama, Aditya datang beserta penghulu, ada juga pak RT yang akan menjadi saksi pernikahan Nando dan Indira, Videocall antara kedua orang tua Nando tidak dimatikan, agar mereka tetap bisa menyaksikan jalannya prosesi ijab qobul.