
Keysha menatap Desi yang tengah melamun, nampaknya Desi tengah memikirkan sesuatu, atau mungkin Desi memikirkan keluarga nya, yang kini pasti tengah panik mencarinya.
"Bu," Keysha datang seraya membawakan teh rendah gula untuk Desi, selesai sarapan tadi, Desi pun memilih duduk di teras() rumah.
"Iya Nak," jawab Desi.
"Ibu memikirkan apa?" tanya Keysha lembut, sejujurnya melihat Desi, Keysha teringat dengan orangtuanya yang lebih memilih tinggal di Bandung, dan kedua orang tua Marvel sendiri, kini berada di Bali.
"Ibu memikirkan Aditya, pasti dia tengah mencari ibu," jawab Desi sendu.
Keysha tersenyum, "pasti Bu, Aditya pasti mengkhawatirkan ibu, bahkan bukan cuman Aditya semua orang dirumah tentunya tengah khawatir sekarang, kalau ibu mau aku akan hubungi Aditya untuk datang kemari, ibu nggak perlu pulang ikut Aditya, ibu bisa tetap stay disini, sama aku." Jelas Keysha.
"Kamu memang anak yang baik Nak, tapi ibu tidak yakin kalau Bella, dan Indira mengkhawatirkan ibu," Desi pun menunduk l
"Kenapa ibu berbicara begitu?"
"Dirumah itu, ibu merasa sendiri, tidak ada yang setuju dengan pendapat ibu, bahkan Bella. Dia terlalu membela anaknya yang jelas-jelas sudah bersalah, dia mengatasnamakan takdir bahwa Indira dan Nando berjodoh," jelas Desi.
Keysha menghela napas panjang, nampaknya masih berat bagi Keysha untuk membahas permasalahan ini, bagaimanapun, Keysha seorang ibu, dan dia tidak tega bahkan tidak terima anaknya dikhianati dan disakiti.
"Bu, sudahlah biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka inginkan, Keysha yakin Kanaya sudah mau berurusan lagi dengan mereka," jawab Keysha.
"Ibu yakin Kanaya akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari Nando, karena Kanaya adalah gadis yang baik."
"Aammiinn Bu ... jadi bagaimana Bu? apa aku hubungi Aditya dan katakan bahwa ibu ada disini?"
"Ibu mau pulang saja," ucap Desi.
"Loh kok pulang Bu?" Wajah Keysha berubah sendu.
"Ibu sudah cukup lega melihat kalian semua baik-baik saja, ibu rasa beban di hati ibu sudah sedikit berkurang," jawab Desi seraya tersenyum.
"Nenek yakin mau pulang?" dari arah dalam rumah, Kanaya keluar dan tidak sengaja dia menangkap pembicaraan Keysha dan Desi.
"Iya Nak, Nenek yakin akan pulang, terimakasih ya sudah mau menerima mengurus Nenek,"
"Kenapa Nenek harus berterima kasih? Nenek sudah aku anggap seperti Nenek aku sendiri, jadi Nenek jangan sungkan ya kalau mau datang, pintu rumah ini selalu terbuka buat Nenek," ujar Kanaya seraya memeluk Desi.
"Terimakasih Nak, Nenek selalu berharap, semoga kamu bisa menemukan suami yang bertanggungjawab, bisa membimbing kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan suami yang beradab, karena adab lebih tinggi dari pada ilmu."
Ucapan Desi membuat Kanaya menjadi mengingat Tama, sudah banyak perubahan yang Tama perlihatkan, mulai dari taat ibadah, dan sifatnya yang dewasa, sangat berbeda jauh dengan Tama yang dulu, mungkin karena kehadiran Felly.
Namun secepat mungkin Kanaya menggelengkan kepalanya, "mikir apa loe sih Nay."
"Kamu kenapa Nay?" tanya Keysha yang melihat gelagat aneh dari Kanaya.
"Eh enggak papa Mah," jawab Keysha seraya tersenyum canggung.
"Jadi ibu mau pulang sekarang?" tanya Keysha.
"Iya Nak, ibu rasa sudah cukup ibu menenangkan diri, ibu harus kembali kerumah."
Kini Kanaya dan Desi dalam perjalanan menuju restoran Aditya, karena Desi meminta Kanaya mengantarkannya kesana, Desi cukup paham pasti Kanaya berat untuk datang ke kediaman Aditya, apalagi Indira dan Nando mungkin berada dirumah, mengingat mereka kini tengah dirumahkan.
Kanaya dan Desi pun turun dari mobil setelah mereka sampai di restoran milik Aditya, tak lupa Kanaya juga membantu membawakan tas milik Desi dan mereka pun berjalan bersisian.
Aditya begitu terkejut ketika melihat ibunya ada dihadapannya sekarang, sebenarnya Aditya akan mencari Desi, namun saat dia baru keluar dari ruang kerjanya dia malah bertemu dengan Desi dan Kanaya.
Aditya memeluk ibunya erat, Isak tangis tak mampu dia bendung lagi, perasaan lega dan bahagia karena bisa melihat keadaan ibunya baik-baik saja. Aditya mengabsen semua anggota tubuh ibunya, karena takut ada luka walau sedikit, dan bersyukurnya Aditya, keadaan Desi benar-benar baik tanpa lecet sedikitpun.
"Ibu kemana aja?" tanya Aditya cemas.
"Maafin ibu, kalau ibu bikin kamu khawatir, ibu perlu waktu untuk menenangkan diri, dan ibu memutuskan kerumah Keysha." Jelas Desi.
Aditya sedikit tercengang, karena Desi masih berani datang ke kediaman Keysha dan Marvel setelah apa yang telah terjadi antara Indira dan Kanaya, yang pada saat itu bahkan Keysha sangat murka dan mengatakan bahwa Keysha tak akan mau lagi berurusan dengan keluarga Aditya.
Kanaya dan Desi tahu, ada raut wajah ragu dari Aditya, Desi pun tersenyum seraya berkata, "Keysha masih menerima ibu karena mereka menganggap ibu adslah orang tua mereka."
Aditya menunduk malu karena sudah berpikiran negatif kepada keluarga Keysha, "syukurlah Bu, Keysha dan keluarganya memang orang baik, terlepas dari apa yang telah kita lakukan," ujar Aditya sendu.
Aditya menatap Kanaya yang masih terdiam tak mengeluarkan satu patah kata pun, "Kanaya?" lirih Aditya.
"Iya Om?" jawab Kanaya sopan.
"Om minta maaf...."
"Kalau Om mau minta maaf tentang kasus kemarin, saya rasa om tidak perlu mengatakan itu, saya tidak mau membahasnya," sela Kanaya.
Aditya tersenyum canggung, "baiklah, Om minta maaf ... terimakasih ya Nak, kamu sudah memperbolehkan ibu untuk tinggal dirumah kamu, dan kalian semua merawat ibu dengan baik," ujar Aditya dengan tulus.
"Sama-sama Om, seperti apa yang Nenek katakan, kami mamah dan papah menganggap Nenek Desi selayaknya ibu sendiri, sedangkan aku dan Raka menganggap Nenek Desi seperti Nenek kami," jelas Keysha.
Kanaya pun melihat jam dipergelangan tangan nya, "Nek, Om Aditya, Kanaya pamit harus kerumah sakit, soalnya sudah cukup siang."
"Oh iya, terimakasih sudah mengantarkan Nenek," ujar Desi seraya tersenyum lembut kearah Kanaya.
"Sama-sama Nek, kalau begitu Kanaya pamit." Kanaya pun mencium tangan Desi dan juga Aditya dengan sopan, setelah itu dia pun melangkah menuju mobilnya dan melajukan kendaraan roda empat tersebut meninggalkan Aditya dan juga Desi.
Aditya sendiri membawa ibunya untuk masuk terlebih dahulu kedalam ruang kerjanya, supaya Desi bisa beristirahat, Aditya juga ingin berbicara dari hati kehati tentang penyebab Desi meninggalkan rumah.
"Minum dulu Bu," Aditya memberikan teh manis rendah gula kepada Desi.
"Terimakasih," Desi pun menyesap teh hangat tersebut.
"Bu, nanti kita pulang ya? Bella, Indira dan Nando sangat cemas," ajak Aditya.
Mendengar ajakan pulang dari Aditya, entah kenapa wajah Desi berubah, dan itupun tak luput dari penglihatan Aditya. Aditya merasa ada yang tidak beres, pasti ada sesuatu hal yang terjadi dirumah sampai membuat Desi marah ataupun kecewa.
Aditya menggenggam tangan Desi seraya berkata, "apa ada yang terjadi Bu? dan aku tidak tahu?" tanya Aditya lembut.