Keysha

Keysha
Season 2 (Mengikuti)



berangkat ke rumah sakit, saat tengah berpamitan, Anggela tiba-tiba datang


menemui menemui Indira.



“Nan, pinjem Indira bentar?” ujar Anggela.



“Iya … cie yang udah mau nikah,” Nando meledek Anggela, karena


Indira meminta izin pada Nando bahwa dia akan pergi bersama Anggela denan


alasan untuk menemani Anggela mengambil foto prewedding di daerah puncak. Tentu


saja Nando mengizinkan.



Nando pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukan meninggalkan


kediaman Indira, ternyata ada satu mobil yang mengikuti Nando di belakang,


yaitu Kanaya dan Anita. Hari ini sekolah libur, dan Fellycia diajak oleh Keysha


dan Anisa pergi jalan-jalan, sedangkan Tama sedangn dinas ke luar kota bersama


Marvel. Kanaya mengendarai mobil milik Anita mencoba mengikuti kemana arah


Nando.



Disisi lain, Indira dan Anggela hendak pergi,  tapi sebelum itu dia meminta Agus untuk tetap


berjaga di rumah, karena Indira beralasan akan pergi cukup lama dan rumah akan


kosong karena asisten rumah tangga Indira sedang pulang kampung, padahal itu


akal-akalan Indira.Dia sendirilah yang meliburkan asisten rumah tangganya,


supaya Agus bisa percaya.



“Baik Bu, saya akan menjaga rumah kalau begitu,” jawab Agus


membuat Anggela dan Indira tersenyum lega.



Mereka pun melajukan kendaraan menuju daerah puncak, karena


Anggela yakin Nando sudaj memasang alat pelacak di ponsel Indira yang langsung


terhubung dengan Nando, Indira sudah memindahkan semua data penting di


ponselnya dengan ponsel Indira yang baru, karena rencnya Indira akan membuang


ponsel itu didaerah puncak supaya Nando tidak curiga, dan alat pelacak itu akan


terus mendeteksi ponsel Indira berada di daerah puncak.



Selama perjalanan Kanay dan Anggela masih saling terhubung


telepon, kini Kanaya mengatakan bahwa Nando tidak pergi ke rumah sakit,


melainkan menuju ke apartement, disini mereka masih berpikir mungkin Nando akan


mampir ke apartement orangtuanya dulu sebelum ke rumah sakit. Tapi, semuanya


salah ketika Nando keluar dari apartement bersama seorang wanita. Mobil Anita


sudah terpasang kamera, jadi ketika Nando keluar dari gedung apartement bersama


seorang wanita pun sudah terekam bahkan ada bukti fotonya.



“Mereka keliatan mesra ya Nay,” ujar Anita, karena Nando


menggenggam tangan wanita itu yang tidak lain Amanda.



“Iya … dan gua juga anehnya kenapa wanita itu ada di


apartement di gedung yang sama dengan orangtua Nando? Gue yakin sih ini ada


sangkut pautnya sama mereka juga,” ujar Kanaya dengan yakin.



“Bener Nay … dan hari ini semua rahasia mereka akan terbongkar,”


ujar Anita lagi, saat mobil Nando hendak melaju, tiba-tiba Lailla datang


menghampiri mereka membawakan papaerbag, semua itu terekam jelas dalam kamera,


dan kedatangan Lailla seolah memperjelas dugaan Kanaya dan Anita bahwa kedua


orangtua Nando jelas tahu tentang siapa dan apa hubungan Nando dengan wanita


itu, yang lebih mengejutkan lagi, Lailla sempat mengelus perut wanita itu


diserta dengan Nando yang mendekatkan wajahnya dan mencium perut wanita itu.


Adegan tersebut sontak membuat Kanaya dan Anita terkejut, dan menimbulkan


pertanyaan bagi Anggela dan Indira yang hanya bisa mendengarkan deskripsi


kejadian.



“Kalian berdua pasti bakalan kaget kalau gue cerita ini,”


ujar Kanaya.



“Loh emangnya kenapa?” tanya Anggela penasaran.



“Mamahnya Nando dateng, dan loe tahu? Dia ngelus perut


wanita itu, bahkan yang lebih bikin kaget lagi, Nando cium perut wanita itu,”


ucap Kanaya masih dengan keterkejutan yang dia lihat.



“Gue yakin, hubungan mereka pasti cukup serius,” ujar


Anggela, Indira mencoba mengatur nafasnya, bagaimana pun dia harus berusaha


kuat untuk mendapatkan semua buktinya, dan Indira harus bisa mempersiapkan


mentalnya untuk kemungkinan terburuk, yaitu Nando memiliki wanita simpanan.



Anggela menatap Indira dengan sendu, dia mencoba menenangkan


sahabatnya, sebagai seorang wanita Anggela juga bisa merasakan bagaimana


perasaan Indira saat ini, pastinya bercampur aduk.



“Ra … boleh gue tanya sesuatu hal sama loe?” tanya Anggela


meminta izin.



“Boleh …” jawab Indira dengan tenang.



“Gimana kalau ternyata Nando udah menikah lagi di belakang


loe? Dan tanpa sepengetahuan loe pastinya,” tanya Anggela, sebagai seorang


sahabat, dia harus tahu apa respone Indira, supaya mereka bisa berjaga-jaga.



Indira tertawa miris, “gue udah siapain hati dan mental gue


untuk semua kemungkinan terburuk Nggel, sakit hati itu pasti dan mungkin dunia


gue terasa runtuh kalau memang hal itu terjad, apalagi … kalau wanita tengah


mengandung anak Nando, gue yakin gue bakalan hancur. Tapi, gue bakalan berusaha


tegar, gue nggak mau jadi wanita lemah, gue mau mereka membayar atas semua yang


udah mereka lakuin ke gue,” jawab Indira dengan tenang.



“Kita semua ada buat loe Ra …” ucap Anita disebrang telepon,


mereka sampai menangis mendengar perkataan Indira, mereka tidak pernah


menyangka kalau pernikahan Indira akan serumit ini.



Kanaya kembali melajukan


mobilnya mengkuti Nando, kini mereka masih belum tahu kemana Nando akan membawa


wanita itu, yang pasti bukan arah menuju rumah sakit tempat Nando praktik.



Sedangkan disisi lain, Nando


tengah berbahagia setelah mendengar kabar dari Amanda bahwa dia sudah melakukan


test pack dan hasilnya positif. Setelah mengetahui hal itu, dia langsung menuju


apartement Amanda untuk membawa istri keduanya itu cek kandungan.



Bukan hanya mereka berdua


yang berbahagia, melainkan kedua orangtua Nando juga sangat bahagia, akhirnya


hal yang mereka nantikan akan segera terwujud, yaitu menimang cucu. Lailla


bahkan langsung meminta Nando untuk mencari rumah, agar Amanda tidak lagi


tinggal di apartement, supaya anak Nando dan Amanda kelak bisa bersosialisasi


dengan baik, bahkan Lailla juga memaksa putranya untuk mencari asisten rumah


tangga, karena mereka tidak mau kalau  Amanda kelelahan dan berakibat fatal pada kandungan Amanda. Selama


perjalanan Nando terus mencium tangan Amanda dengan penuh sayang, dia membawa


Amanda ke rumah sakit lain  untuk


memeriksakan kandungan Amanda.



Kini mereka sudah sampai di


rumah sakit tujuan, Nando membantu Amanda turun dari mobil dengan perlahan.


Berhentinya Nando di rumah sakit, malah membuat Kanaya dan Anita bingung,


kenapa Nando malah menuju rumah sakit yang bukan tempatnya bekerja, Anita


mencoba menyamar dengan memakai kacamata dan berjalan agak jauh dari Nando dan


Amanda, sedangkan Kanaya tetap dalam mobil.



Anita mengikuti Nando sampai


berhenti disalah satu ruangan dokter spog, dari sini Anita sudah bisa


menyimpulkan kalau Nando mengantarkan wanita itu untuk memeriksakan


kandungannya, karena sedari tadi Anita perhatikan wanita itu mengelus perutnya


yang masih terlihat rata.



“Amanda, aku daftar dulu ya


sayang?” pamit Nando dan diangguki oleh  Amanda, dari sini Anita sudah bisa mendengar siapa nama wanita tersebut,


karena tidak mau Nando melihat kehadirannya disana, Anita pun memilih pergi


dari sana dan menemui Kanaya.



“Bagaimana?” tanya Kanaya


pensaran.



“Mereka menuju dokter spog,


dan gue tahu siapa namanya,” jawab Anita.



“Siapa?” kali ini Indira


yang bertanya lewat sambungan telepon.



“Amanda,” jawab Anita


membuat Indira terkejut.



“Amanda? Nama yang sama


dengan wanita yang pernah aku temui di apartement orangtua Nando, tapi mereka


bilang, Amanda adalah tetangga apartement,” ujar Indira.



“Jangan-jangan Amanda ini


sama denga Amanda yang loe temuin Ra,” ujar Anggel.



“Bisa jadi, karena Nando


jemput wanita ini digedung apartement yang sama dengan apartement orangtua


Nando,” Kanaya menimpali. Kini mereka masih sama-sama bingung, ini seolah


sampai mereka mendapatkan bukti yang mereka inginkan.



Indira juga baru saja


membuang ponselnya didaerah puncak tempat biasanya orang-orang manjadikan


tempat itu spot foto prewedding, supaya Agus maupun Nando tidak curiga kalau


sebenarnya hari ini Indira bersama teman-temannya tengah mengikuti kemanapun


Nando pergi.



Disisi lain, Natasha masih


belum bisa menghilangkan pikirannya tentang Raka, sedari tadi dia terus gelisah


memikirkan rasa bersalahnya pada Raka, bahkan bekerja pun Natasha merasa tidak


bisa fokus. Sampai akhirnya Natasha memilih untuk menghubungi Alden kakak dari


Nathan. Natasha meminta bertemu di rumah sakit, tapi lebih dulu Natasha ingin


mengetahui apakah Nathan ada di rumah sakit atau tidak. Dan jawaban Alden


adalah tidak, rupanya Nathan tengah berada di luar kota bersama Arya ayahnya.



Natasha pun lega, akhirnya


Natasha meminta seidkit waktu Alden karena Natasha bilang ada hal yang sangat


penting untuk disampaikan pada kakak mantan pacarnya itu. Alden awalnya agak


bingung, tidak biasanya Natasha meminta bertemu dengannya, tapi mengatakan ada


sesuatu hal yang penting, jadi Alden pikir mungkin Natasha perlu bantuannya.



“Maaf ya kak, aku ganggu


waktu kakak,” Natasha nampak tidak enak.



“Sudahlah Natasha, kakak


juga nggak sibuk kok, eeemm jadi ada apa?” Alden begitu penasaran, apa yang


sebenarnya membuat Natasha begitu ingin bertemu dengannya.



“Boleh aku lihat ruang cctv


kak?” tanya Natasha, “pasalnya disana kakak akan tahu apa penyebab aku meminta


bertemu dengan kakak,” ujar Natasha lagi.



“Baiklah ayo.” Alden pun


mengajak Natasha menuju ruang cctv, kemudian Natasha meminta kepada penjaga


cctv mencarikan rekamana di tanggal dimana Natasha datang menemui Nathan, dan


Natasha hanya ingin lihar cctv yang berada di lantai ruangan Nathan berada.



Akhirnya cctv rekaman


ditanggal yang Natasha minta pun muncul, Natasha melihat kedatangan Nabila 2


jam lebih dulu sebelum dirinya datang.



“Nah kakak lihat siapa yang


datang?” Natasha meminta satpam mempause ketika tepat kedatangan Nabila, dari


mulai keluar dari lift sampai masuk ke dalam ruang kerja Nathan.



“Nabila?” ucap Alden hampir


tidak percaya, dia tidak tahu kalau ternyata Nabila cukup dekat dengan Nathan


bahkan sampi berkunjung.



“Benar kak , naah sekarang


kita lihat, berapa lama Nabila berada disana,” ujar Natasha, dia meminta


satpam  sedikit mempercepat rekaman cctv,


dan ketika rekaman memperlihatkan kedatangan Natsha, dia meminta satpam kembali


menghentikan rekaman tersebut.



“Lihat kan kan? rentang


waktu kedatangan Nabila dengan kedatangan ku?” tanya Natasha pada Alden.



“Iya, hampir 2 jam kurang 5


menit, dan Nabila belum keluar kan?” tanya Alden bingung, apa yang sebenarnya


adiknya itu bicarakan dengan tunangan Raka, kenapa bisa memakan waktu selama


itu. Perasaan Alden mulai tidak enak.



“Benar,” Natasha membenarkan


apa yang Alden pikirkan, kemudian Natasha meminta satpam kembali memutar


rekaman cctv dan sedikit dicepati sampai dengan keluarnya Natasha dan disusul


oleh Nabila, kembali Natasha meminta satpam menghentikannya.



“Apa yang kakak lihat?”


tanya Natasha lagi.



“Kamu marah? Dan Nabila


mengejar kamu dengan tergesa,” jawab Alden, hal itu sangat jelas terlihat.



“Pak tolong dibesarka  suaranya bisa?” tanya Natasha kepada satpam.



“Bisa Bu,” satpam pun melaksanakan


apa yang Natasha minta, dari rekaman cctv dapat Alden dengar bagaimana


pembicaraan Natasha dengan Nabila, dimana Nabila berkata hubungannya dengan


Nathan hanya sebatas meluapkan rasa bosan mereka terhadap hubungan yang


monoton, bahkan Alden juga mendengar perjanjian yang dilakukan oleh Natasha dan


Nabila. Betapa terkejutnya Alden dengan pengakuan yang keluar dari mulu Nabila


sendiri yang mengakui bahwa Nabila dan Nathan meenjalin hubungan special


dibelakang Raka dan Natasha.



Alden menatap Natasha dengan


tatapan bingung,  sedangkan Natasha masih


bersikap santai, tidak lupa Natasha meminta salinan cctv tersebut. Karena sudah


disetujui oleh Alden, satpam pun memberikan salinan cctv tersebut kepada


Natasha.



“Jadi bagaimana hubungan


kamu dengan Nathan?” Tanya Alden, kini mereka sudah berada di ruang kerja


Alden.



“Aku mengakhiri semuanya


kak,” jawab Natasha.



“Kenapa kamu nggak bilang


sama kakak hari itu?” tanya Alden masih tidak habis pikir.



“Aku takut, nggak ada yang


percaya sama aku kak,” jawab Natsha sendu.



Alden menghela napasnya,


“Natasha … dengarkan kakak ya … meskipun Nathan adalah adik kandung kakak, tapi


kalau dia bersalah maka kakak harus mengingatkannya. Apalagi ini masalah yang


cukup serius Natasha, Nabila adalah calon istri Raka …” ucap Alden, “lalu apa


Raka sudah tahu?” tanya Alden lagi.



Natasha menggelengkan


kepalanya lemah, “belum kak, aku bingung untuk mengatakan kepada Raka atau


tidak, aku takut Raka tidak akan percaya, dan aku nggak tega lihat Raka hancur


karena mengetahui pengkhianatan tunangannya dengan orang yang ssangat dia


kenal. Aku juga nggak tga dengan tante Keysha,” ujar Natasha lemah.



“Apapun itu Natasha,


semenyakitkan apapun kenyataan, mereka harus terima,” saran Alden, “ya sudah,


biar kakak bantu kamu menjelaskan semuanya ya kepada Raka dan keluarganya?”


Alden tahu kalau Natasha adalah wanita yang tidak tegaan, jadi Alden akan


membantunya.



Natasha hampir tidak percaya


dengan apa yang dikatakan oleh Alden, “kakak yakin?” tanya Natasha, pasalnya


ini juga menyangkut Nathan yang tidak lain adik dari Alden sendiri.



“Iya, kakak yakin,” jawab


Alden, “kakak akan hubungi Raka beserta keluarganya,” jawab Alden dengan


tenang, dan diangguki oleh Natasha, dia berharap ini adalah jalan yang terbaik,


dengan begitu rasa bersalah yang menggelayuti hati Natasha akan berkurang, dia


tidak akan lagi menanggung beban rasa bersalah akibta perselingkuhan yang


dilakukan Nabila dan Nathan, mereka memang harus membayar apa yang sudah mereka


lakukan.



Nabila sudah berani bermain


api, maka dia harus bisa merasakan panasnya bukan? Nabila yang tidak puas


dengan apa yang dimiliki, keserakahan yang menggerogoti hatinya dan tidak puas


hanya dengan satu cinta, membawanya ke jurang kehancuran. Hal indah yang sudah


dia rancang bersama Raka akan sirna begitu saja, dengan terungkapnya hubungan


gelap antara dirinya dengan Nathan.



Sudah bisa dipastikan, baik


Raka maupun keluarganya tidak bisa lagi menerima Nabila sebagai bagian dari


keluarga Atmadja, karena tentu sebagai orangtua, baik Keysha mauun Marvel ingin


putranya mendapatkan pendamping yang baik. Selama ini keluarga Keysha sudah


sangat baik memperlakukan Nabila, mereka sudah menganggap Nabiala selayaknya


putri kandung mereka sendiri, namun apa balasannya? Nabila malah bermain-main


dengan hati putra mereka.



Selama ini Raka sudah


berusaha menjaga cinta mereka dan menjaga Nabila, karena bagi Raka, kelak dia


bisa merasakan kehangat Nabila, tapi setelah mereka sah menjadi pasangan suami


istri, itu semua Raka lakukan demi menjaga martabat Nabila, tapi ternyata


Nabila memilih ranjang dan pria lain yang bisa merasakan tubuhnya, dia serahkan


semuanya kepada Nathan.