
Setelah beberapa menit mencari akhirnya Farel melihat pedagang sate kaki lima, Farel pun menepikan mobilnya.
"Tuan, nona itu dia pedagang sate nya" Ucap Farel.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Marvel memastikan.
"Yakin, ya sudah ayo kalian berdua ikut makan" Ajak keysha.
"Tapi nona.." Farel hendak menolak namun Keysha kembali menginterupsi.
"Nggak ada alasan, pokok nya kalian harus ikut makan " ucap Keysha.
"Farel" Marvel menatap Farel seolah mengatakan, kamu harus menurut.
"Baik nona" Ucap Farel kemudian.
Mereka bertiga pun turun dari mobil dan melangkah menuju penjual sate ayam. Keysha langsung memesan sate 3 porsi dan minumnya es teh.
Marvel dan Farel menatap sekeliling, mereka mencari tempat duduk yang sekiranya nyaman, namun semua kursi di sini adalah kursi plastik, yang mereka bayangkan pasti akan sakit ketika mendudukinya.
"Ayo" Ajak Keysha kepada Marvel dan Farel yang masih berdiri. Rupanya Keysha sudah memilih tempat duduk.
"Sayang kamu yakin makan di sini?" Tanya Marvel lagi.
"Iya nona, apa di sini higienis?" Tanya Farel.
"Aduh kalian berdua itu ya, tenang aja meskipun kaki lima di sini bersih kok, lihat aja tempatnya, setiap meja yang habis digunakan pasti langsung di bersihkan,jadi tidak ada lalat yang hinggap" Ucap Keysha menjelaskan.
"Kalian sekali - kali makan di tempat kaki lima, karena apa? Mereka mencari rezeki dari dagangan ini, untung yang mereka dapat juga nggak seberapa" ucap Keysha.
Marvel dan Farel hanya mengangguk paham, mereka melihat sekeliling dan melihat banyak pedagang kaki lima juga yang berjejer menjajakan dagangan mereka, tapi ada satu yang menarik perhatian Marvel.
Sebuah keluarga kecil terdiri dari ayah,ibu dan 1 anak kecil perempuan yang diperkirakan berusia 6 tahun, nampaknya mereka penjual bakso dan mie ayam terlihat dari gerobak yang bertuliskan nama makanan tersebut.
Mereka tengah menyantap makanan yaitu bakso namun yang menarik mereka makan 1 mangkok bertiga, sederhana memang namun wajah ceria dan tawa lepas itu lah yang membuat nya spesial. Dilihat dari dagangan nya nampaknya kurang laku, karena masih terlihat banyak di sore hari begini.
Marvel mulai berpikir dengan kata - kata Keysha mereka mencari nafkah dari dagangan tersebut, namun bagaimana kalau dagangan mereka tidak laku?.
Tidak terasa makanan yang dipesan oleh Keysha pun sudah sampai, aroma bumbu sate yang harum langsung tercium.
"Silahkan pak, Bu" ucap seorang lelaki paruh baya penjual sate tersebut.
"Terimakasih pak" Jawab Keysha.
"Eemm pak" Panggil Marvel.
"Iya pak? Apa ada yang kurang?" Tanya penjual sate.
"Bisa ngobrol sebentar?" Tanya Marvel lagi.
Keysha dan Farel pun menatap Marvel bingung.
"Emm boleh pak" Ucap penjual sate.
"Duduk pak, supaya ngobrol nya lebih enak" Ucap Farel, pedagang sate tersebut pun duduk di samping Farel.
"Ada apa ya pak?" Tanya pedagang sate.
"Sebelumnya kalau boleh tahu nama bapak siapa?" Tanya Marvel.
"Anas pak" Jawab pak Anas yang.
"Ohh pak Anas, perkenalkan pak saya Marvel" Marvel pun mengulur kan tangan, awalnya pak Anas ragu namun kemudian pak Anas menjabat tangan Marvel juga.
"Pak kalau boleh tahu jualan di sini sudah berapa lama?" Tanya Marvel.
"Baru 2 tahun pak, sebenarnya saya sudah 7 tahun dagang sate ayam tapi 5 tahun saya keliling tapi kan saya sudah semakin tua pak,jadi saya memutuskan mangkal di sini" Ujar pak Anas menjelaskan.
"Mangkal di sini harus bayar pak?" Tanya Marvel lagi.
"Iya pak, ada uang keamanan di sini" Jawab pak Anas.
"Siapa yang minta pak?" Tanya Marvel.
"Berapa uang keamanan yang harus bapak berikan satu hari??" Tanya Marvel lagi penasaran.
"150 ribu pak" Jawab pak Anas.
"Maaf ya pak, tapi kalau boleh tahu dalam sehari berapa omset yang bapak dapat?" Tanya Marvel.
"Pokoknya saya sudah ambil modal buat besok kan ya pak, untung yang saya dapat sekitar 250 ribu, lah terus 150 buat keamanan jadi saya cuma dapet 100 ribu pak" Jawab pak Anas.
"Bapak merasa terbebani dengan adanya uang keamanan itu?" Tanya Marvel.
"Ya pasti pak, untung paling seberapa belum di ambil lagi buat keamanan" jawab pak Anas.
"Saya paham pak, terimakasih ya pak atas waktunya, maaf kalau sudah menganggu" Ucap Marvel.
"Sama - sama pak, tidak menggangu sama sekali kok pak" Jawab pak Anas, "kalau begitu saya permisi pak" Ucap pak Anas, dia pun bangkit dari duduknya dan mengerjakan pekerjaan nya yang lain.
"Kamu ngapain tanya begitu ke pak Anas?" Tanya Keysha.
"Nanti aku jelaskan, sekarang kita makan dulu ya" ucap Marvel, kemudian mereka bertiga pun menyantap sate ayam tersebut. Setelah selesai Marvel pun membayar pesanan nya tadi.
"Jadi berapa pak? " Tanya Marvel.
"Sate 3 porsi, es teh 3 gelas jadi 100 ribu pak" Jawab pak Anas.
"Ini pak" Rey menyerahkan uang 100 ribu 10 lembar.
"Loh pak? Ini kebanyakan" Ujar pak Anas.
"Rejeki bapak, kalau begitu saya permisi pak" Marvel pun pamit, dia segera menyusul Keysha dan Farel ke mobil.
Dari dalam mobil Marvel melihat pak Anas yang tengah menangis haru mendapatkan rejeki hari ini, mungkin bagi Marvel 1 jt bukan lah uang bernominal banyak.
"Sayangg.." Keysha mengelus pundak Marvel.
"Iya sayang" Jawab Marvel.
"Kamu kenapa?" Tanya Keysha.
"Nggak papa sayang, makasih ya hari ini kamu sudah mengajarkan aku hal yang sangat berarti, tentang indahnya berbagi" Ujar Marvel.
"Sama - sama sayang" jawab Keysha seraya tersenyum.
"Oh iya kamu kenapa tadi nanya gitu ke pak Anas?" Tanya Keysha penasaran.
"Oh itu.. aku sedang memikirkan cara untuk membantu para pedagang kaki lima, seperti pak Anas misalnya. Seperti yang kamu bilang sayang, mereka mendapatkan untung yang sedikit, namun mereka memiliki kewajiban membayar uang keamanan kepada para preman" Ujar Marvel.
"Lalu apa yang akan tuan lakukan?" Tanya Farel.
"Kita punya tempat kosong yang luas Rel, kita bawa para pedagang kaki lima kesana, disana tempat nya sangat strategis untuk para pedagang" ucap Marvel menyampaikan idenya.
"Lalu bagaimana dengan para preman itu tuan?" Tanya Farel.
"Pasti kamu bisa mengurus itu kan?" Tanya Marvel.
"Bisa tuan" Jawab Farel.
"Baguslah" Jawab Marvel seraya tersenyum.
Keysha begitu kagum dengan suaminya itu, Marvel yang baik dan suka menolong orang, Keysha merasa dia tidak salah memilih Marvel sebagai suaminya.
Dia berharap niat baik Marvel tidak mengalami kendala nantinya, meskipun sebenarnya ada yang Keysha pikirkan yaitu tentang para preman yang selalu meminta uang keamanan kepada para pedagang kaki lima. Namum Keysha selalu mengatakan dalam hati nya Allah pasti akan selalu melindungi suaminya karena Marvel mempunya niat yang baik yaitu membantu para pedagang kecil dengan cara Marvel.
.
.......
......Pagi - pagi udah up nih readers 😁 ......
...Jangan lupa ya kasih like ,vote ,dan komen serta jadikan cerita ini Favorit yaa supaya kalian nggak ketinggalan up terbaru nya ...