
Hari ini akan menjadi hari yang membahagiakan bagi keluarga
Keysha dan Marvel, karena hari ini Raka putra bungsu mereka akan melamar Nabila
kekasihnya. Keysha dan Alena tidak menyangka karena ternyata mereka berdua akan
menjadi besan.
Raka menepati janjinya, dia membawa hubungannya dengan
Nabila ke jenjang yang lebih seirus, dulu Raka pernah berjanji, bahwa dia akan
melamar Nabila saat kakaknya sudah resmi dipersunting, dan sekarang Raka pikir
adalah waktu yang tepat.
“Didepan keluarga besar kita, aku Raka Dwi Atmadja ingin
melamar kamu Nabila Ayunda, dan bersediakah kamu menerima lamaran ku?” tanya
Raka seraya mengeluarkan kotak cincin yang sangat manis dihadapan Nabila.
“Atas restu Mamah dan Papah, iya aku siap menerima kamu,”
ujar Nabila seraya tersipu malu, Raka pun menyematkan cincin dijari manis
Nabila kekasihnya.
Setelah acara lamaran, mereka berdua menyempatkan berfoto
dengan keluarga dan kerabat yang turut hadir dalam acara mereka. Senyum bahagia
tidak pernah lepas dari wajah keduanya, namun ada seseorang yang menatap
kebahagian mereka berdua dengan penuh cemburu.
“Makasih ya sayang,
kamu udah nunjukkin keseriusan kamu dalam hubungan kita,” ujar Nabila.
“Selama ini aku selalu serius, hanya saja aku butuh
kesabaran kamu, karena aku nggak mau ngelangkahi kak Kanaya,” ujar Raka.
“Iya, nyatanya akhirnya kita sampai disini kan? aku bahagia
sekali,” ujar Nabila sembari memeluk Raka dengan penuh cinta.
Keysha dan Marvel begitu bahagia karena melihat anak-anaknya
sudah menemukan pendamping, hanya tinggal Raka yang tinggal selangkah lagi menuju
pelaminan, mereka berharap semoga Nabila adalah jodoh terbaik untuk Raka.
Namun ternyata, di bulan ini bukan
hanya Raka dan Nabila yang tengah berbahagia, karena rupanya Nando hari ini
melaksanakan pernikahan keduanya secara siri dengan Amanda. Mereka berdua terus
mengulas senyuman dihari bahagia mereka.
“Aku bahagia karena akhirnya kita menikah,” ucap Nando
berkata manis.
“Aku juga mas, aku janji akan menjadi wanita yang selema ini
kamu inginkan, aku akan menjadi istri yang kamu idamkan, dan akan menjadi istri
penurut untuk kamu mas,” janji Amanda
kepada suaminya.
“Aku percaya, dan aku yakin kehidupan rumah tangga kita akan
selalu bahagia, karena aku bisa mendapatkan istri sepengertian kamu sayang,” Nando
benar-benar memuji Amanda.
Malam ini Nando dan Amanda belum bisa menghabiskan malam
perama mereka bersama, karena Nando harus bisa mencari alasan terlebih dahulu
kepada Indira supaya Indira tidak curiga terhadap Nando.
“Sayang … maaf yak arena aku belum bisa memberikan waktu aku
buat kamu, bahkan malam pertama ini aku belum bisa menghabiskan bersama kamu,”
ujar Nando dengan memperlihatkan raut wajah sendunya.
“Nggak apa-apa mas, aku tahu kamu kok hubungan kita ini
belum bisa diketahui oleh banyak orang, dan kamu juga harus menyelesaikan dulu
antara hubungan kamu dan istri kamu kan?” tanya Amanda, yang dia tahu adalah
Nando akan menceraikan Indira, namun semua itu bohong karena Nando tidak akan
berani melakukan itu, karena Indira memegang kartu as Nando, yaitu kejadian
kecelakaan yang membuat keluarga Indira meninggal dunia.
“Iya sayang … aku harap kamu bisa bersabar ya? aku janji
setelah aku berpisah dengan Indira, aku akan menikahi kamu secara hukum sayang,”
ucap Nando kembali mengucapkan janjinya membuat Amanda tersenyum karena merasa
diprioritaskan.
“Kalau kamu ada apa-apa kamu bisa meminta tolong pada mamah
juga sayang …” Nando mengelus pipi Amanda dengan penuh sayang. Amanda begitu jatuh cinta dengan Nando, karena
sikap Nando yang begitu lembut, dia bahkan sampai rela menjadi istri kedua yang
disembunyikan dari semua orang, yang terpenting bagi Amanda adalah, asal suami
dan kedua mertuanya menerima dirinya.
Iya, kedua orangtua Nando sangat mudah menerima Amanda
menjadi menantu mereka, padahal status Amanda yang sudah menjadi janda, itu
semua karena Amanda tidak lain anak dari sahabat Lailla, dan yang terpenting
Amanda bisa memberikan Nando keturunan, karena mereka pernah memeriksakan
kondisi Rahim Amanda.
Nando tidak bisa berlama-lama bersama istri keduanya, karena
dia harus segera pulang agar Indira tidak curiga, Indira mencium kening dan
sudah menitipkan Amanda pada kedua orangtuanya agar bisa menjada Amanda juga.
Sesampainya di rumah, Nando langsung mencium kening Indira
dan memberikan sebuket bunga mawar untuk istri pertamanya, itu semua dia
lakukan supaya Indira tidak merasa kalau Nando begitu mencintainya dan tidak
akan pernah berpikir kalau Nando menduakan cintanya.
“Waah dalam rangka apa kamu memberikan aku bunga mawar mas?”
tanya Indira, sebenarnya Indira tidak bermaksud apapun, dia hanya bertanya
dengan nada biasa, namun pertanyaan Indira membuat Nando gelagapan.
“Hah? Dalam rangka … aku mau membuat kamu senang sayang, kan
kamu istri ku,” ucap Nando membeirkan jawaban yang sekiranya bisa
menyelematkannya, “lagi pula … beberapa hari ini aku sudah jarang ada waktu
untuk kamu, dan bahkan rencananya besok aku akan berangkat ke Amsterdam untuk
seminar,” ucap Nando memperlihatkan wajah sendunya, kini Nando mulai bisa
berbohong dan bermain drama.
“Benarkah mas?” Indira merasa sedih karena harus ditinggal
pergi oleh Nando.
“Iya sayang … kamu ngijinin aku nggak?” tanya Nando, dia
berharap Indira bisa memberikannya izin agar Nando bisa menghabiskan waktu
bersama istri keduanya yaitu Amanda.
Indira memaksakan senyumnya, “ya apa boleh buat mas, ini kan
demi karir juga, jadi aku ngizinin kamu kok,” ujar Indira lagi, mendengar
jawaban Indira, dia pun langsung memeluknya, dia bahagia karena akhirnya bisa
pergi berdua dengan Amanda.
“Ya udah, aku beresin koper kamu ya?” ucap Indira, dia
bergegas masuk kedalam kamar dan membereskan perlengkapan yang akan Nando bawa.
Indira tidak pernah tahu bahwa dia membereskan baju-baju dan perlengkapan
suaminya yang akan pergi berbulan honey moon dengan madunya, yang baru dinikahi
Nando siang tadi.
Indira merasa sangat bahagia, karena sekarang kondisi rumah
tangganya sudah jauh lebih baik, hubungannya dengan Nando bahkan sudah jarang
bertengkar, hal itu membuat Indira yakin kalau Nando sudah berubah, dan Indira
yakin kalau Nando sudah mau menerima keadaannya yang tidak bisa memberikan
Nando keturunan. Indria sendir mempunyai niatan untuk mengadopsi anak, namun dia akan merundingkan dengan Nando
terlebih dahulu, bagaimanapun keputusan ini harus diambil bersama-sama dan
dibicarakan bersama oleh sepasang suami istri.
Tapi, Indira berpikir ini bukanlah waktu yang tepat, karena
Nando besok harus melakukan perjalanan jauh dan pastinya Nando butuh istirhat,
Indira berpikir dia akan membicarakan hal ini nanti setelah Nando pulang dari
seminarnya.
Nando memang tidak bohong soal seminar itu, dia akan seminar
namun hanya 2 hari dan 5 hari Nando mendapat cuti, tapi Nando hanya bilang
kepada Indira bahwa dia akan pergi seminar selama 7 hari. Rencanya Nando akan
mengganakan waktu itu untuk menghabiskan waktu bulan madu bersama Amanda, licik
bukan?