Keysha

Keysha
Season 2 (Pernikahan kedua)



Hari ini akan menjadi hari yang membahagiakan bagi keluarga


Keysha dan Marvel, karena hari ini Raka putra bungsu mereka akan melamar Nabila


kekasihnya. Keysha dan Alena tidak menyangka karena ternyata mereka berdua akan


menjadi besan.


Raka menepati janjinya, dia membawa hubungannya dengan


Nabila ke jenjang yang lebih seirus, dulu Raka pernah berjanji, bahwa dia akan


melamar Nabila saat kakaknya sudah resmi dipersunting, dan sekarang Raka pikir


adalah waktu yang tepat.


“Didepan keluarga besar kita, aku Raka Dwi Atmadja ingin


melamar kamu Nabila Ayunda, dan bersediakah kamu menerima lamaran ku?” tanya


Raka seraya mengeluarkan kotak cincin yang sangat manis dihadapan Nabila.


“Atas restu Mamah dan Papah, iya aku siap menerima kamu,”


ujar Nabila seraya tersipu malu, Raka pun menyematkan cincin dijari manis


Nabila kekasihnya.


Setelah acara lamaran, mereka berdua menyempatkan berfoto


dengan keluarga dan kerabat yang turut hadir dalam acara mereka. Senyum bahagia


tidak pernah lepas dari wajah keduanya, namun ada seseorang yang menatap


kebahagian mereka berdua dengan penuh cemburu.


 “Makasih ya sayang,


kamu udah nunjukkin keseriusan kamu dalam hubungan kita,” ujar Nabila.


“Selama ini aku selalu serius, hanya saja aku butuh


kesabaran kamu, karena aku nggak mau ngelangkahi kak Kanaya,” ujar Raka.


“Iya, nyatanya akhirnya kita sampai disini kan? aku bahagia


sekali,” ujar Nabila sembari memeluk Raka dengan penuh cinta.


Keysha dan Marvel begitu bahagia karena melihat anak-anaknya


sudah menemukan pendamping, hanya tinggal Raka yang tinggal selangkah lagi menuju


pelaminan, mereka berharap semoga Nabila adalah jodoh terbaik untuk Raka.


Namun ternyata, di bulan ini bukan


hanya Raka dan Nabila yang tengah berbahagia, karena rupanya Nando hari ini


melaksanakan pernikahan keduanya secara siri dengan Amanda. Mereka berdua terus


mengulas senyuman dihari bahagia mereka.


“Aku bahagia karena akhirnya kita menikah,” ucap Nando


berkata manis.


“Aku juga mas, aku janji akan menjadi wanita yang selema ini


kamu inginkan, aku akan menjadi istri yang kamu idamkan, dan akan menjadi istri


penurut untuk kamu mas,”  janji Amanda


kepada suaminya.


“Aku percaya, dan aku yakin kehidupan rumah tangga kita akan


selalu bahagia, karena aku bisa mendapatkan istri sepengertian kamu sayang,” Nando


benar-benar memuji Amanda.


Malam ini Nando dan Amanda belum bisa menghabiskan malam


perama mereka bersama, karena Nando harus bisa mencari alasan terlebih dahulu


kepada Indira supaya Indira tidak curiga terhadap Nando.


“Sayang … maaf yak arena aku belum bisa memberikan waktu aku


buat kamu, bahkan malam pertama ini aku belum bisa menghabiskan bersama kamu,”


ujar Nando dengan memperlihatkan raut wajah sendunya.


“Nggak apa-apa mas, aku tahu kamu kok hubungan kita ini


belum bisa diketahui oleh banyak orang, dan kamu juga harus menyelesaikan dulu


antara hubungan kamu dan istri kamu kan?” tanya Amanda, yang dia tahu adalah


Nando akan menceraikan Indira, namun semua itu bohong karena Nando tidak akan


berani melakukan itu, karena Indira memegang kartu as Nando, yaitu kejadian


kecelakaan yang membuat keluarga Indira meninggal dunia.


“Iya sayang … aku harap kamu bisa bersabar ya? aku janji


setelah aku berpisah dengan Indira, aku akan menikahi kamu secara hukum sayang,”


ucap Nando kembali mengucapkan janjinya membuat Amanda tersenyum karena merasa


diprioritaskan.


“Kalau kamu ada apa-apa kamu bisa meminta tolong pada mamah


juga sayang …” Nando mengelus pipi Amanda dengan penuh sayang.  Amanda begitu jatuh cinta dengan Nando, karena


sikap Nando yang begitu lembut, dia bahkan sampai rela menjadi istri kedua yang


disembunyikan dari semua orang, yang terpenting bagi Amanda adalah, asal suami


dan kedua mertuanya menerima dirinya.


Iya, kedua orangtua Nando sangat mudah menerima Amanda


menjadi menantu mereka, padahal status Amanda yang sudah menjadi janda, itu


semua karena Amanda tidak lain anak dari sahabat Lailla, dan yang terpenting


Amanda bisa memberikan Nando keturunan, karena mereka pernah memeriksakan


kondisi Rahim Amanda.


Nando tidak bisa berlama-lama bersama istri keduanya, karena


dia harus segera pulang agar Indira tidak curiga, Indira mencium kening dan


sudah menitipkan Amanda pada kedua orangtuanya agar bisa menjada Amanda juga.


Sesampainya di rumah, Nando langsung mencium kening Indira


dan memberikan sebuket bunga mawar untuk istri pertamanya, itu semua dia


lakukan supaya Indira tidak merasa kalau Nando begitu mencintainya dan tidak


akan pernah berpikir kalau Nando menduakan cintanya.


“Waah dalam rangka apa kamu memberikan aku bunga mawar mas?”


tanya Indira, sebenarnya Indira tidak bermaksud apapun, dia hanya bertanya


dengan nada biasa, namun pertanyaan Indira membuat Nando gelagapan.


“Hah? Dalam rangka … aku mau membuat kamu senang sayang, kan


kamu istri ku,” ucap Nando membeirkan jawaban yang sekiranya bisa


menyelematkannya, “lagi pula … beberapa hari ini aku sudah jarang ada waktu


untuk kamu, dan bahkan rencananya besok aku akan berangkat ke Amsterdam untuk


seminar,” ucap Nando memperlihatkan wajah sendunya, kini Nando mulai bisa


berbohong dan bermain drama.


“Benarkah mas?” Indira merasa sedih karena harus ditinggal


pergi oleh Nando.


“Iya sayang … kamu ngijinin aku nggak?” tanya Nando, dia


berharap Indira bisa memberikannya izin agar Nando bisa menghabiskan waktu


bersama istri keduanya yaitu Amanda.


Indira memaksakan senyumnya, “ya apa boleh buat mas, ini kan


demi karir juga, jadi aku ngizinin kamu kok,” ujar Indira lagi, mendengar


jawaban Indira, dia pun langsung memeluknya, dia bahagia karena akhirnya bisa


pergi berdua dengan Amanda.


“Ya udah, aku beresin koper kamu ya?” ucap Indira, dia


bergegas masuk kedalam kamar dan membereskan perlengkapan yang akan Nando bawa.


Indira tidak pernah tahu bahwa dia membereskan baju-baju dan perlengkapan


suaminya yang akan pergi berbulan honey moon dengan madunya, yang baru dinikahi


Nando siang tadi.


Indira merasa sangat bahagia, karena sekarang kondisi rumah


tangganya sudah jauh lebih baik, hubungannya dengan Nando bahkan sudah jarang


bertengkar, hal itu membuat Indira yakin kalau Nando sudah berubah, dan Indira


yakin kalau Nando sudah mau menerima keadaannya yang tidak bisa memberikan


Nando keturunan. Indria sendir mempunyai  niatan untuk mengadopsi anak, namun dia akan merundingkan dengan Nando


terlebih dahulu, bagaimanapun keputusan ini harus diambil bersama-sama dan


dibicarakan bersama oleh sepasang suami istri.


Tapi, Indira berpikir ini bukanlah waktu yang tepat, karena


Nando besok harus melakukan perjalanan jauh dan pastinya Nando butuh istirhat,


Indira berpikir dia akan membicarakan hal ini nanti setelah Nando pulang dari


seminarnya.


Nando memang tidak bohong soal seminar itu, dia akan seminar


namun hanya 2 hari dan 5 hari Nando mendapat cuti, tapi Nando hanya bilang


kepada Indira bahwa dia akan pergi seminar selama 7 hari. Rencanya Nando akan


mengganakan waktu itu untuk menghabiskan waktu bulan madu bersama Amanda, licik


bukan?