Keysha

Keysha
Pernikahan dan lamaran



Dewi nampak kaget dengan penjelasan Keysha, apa tidak salah Keysha meminta Dewi yang menggantikan posisi Alena ketika Alena cuti nanti? Begitu pikir Dewi.


"Saya kak?" Tanya Alena sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya" Jawab Keysha.


"Kenapa Wi??" Tanya Alena.


"Saya ngerasa nggak pantas kak, kan masih ada yang lain, yang pastinya lebih baik dari saya" Ujar Dewi.


"Dewi, saya percaya sama kamu, dan saya yakin dengan kemampuan kamu" Ucap Keysha.


"Kamu mau kan?" Tanya Keysha.


Dewi berpikir sejenak, "iya kak aku mau" Jawab Dewi.


"Alhamdulillah" Keysha dan Alena bernapas lega.


"Makasih ya Dewi" Ucap Alena kepada Dewi.


"Sama - sama kak" Jawab Dewi.


"Ya sudah, nanti Alena akan mengajarkan kamu tentang pekerjaan nya nanti" Ucap Keysha.


"Baik kak" Jawab Dewi.


"Ya udah, kalau nggak ada kepentingan lagi, aku sama Dewi pamit ya Key" Ucap Alena .


"Iya.. terimakasih ya Dewi." Ucap Keysha.


"Sama - sama kak, kalau begitu saya permisi" Alena dan Dewi pun keluar dari ruangan Keysha.


"Kak Alena, selamat yaa.. semoga acara kakak lancar tanpa halangan suatu apapun" ucap Dewi tulus.


"Aamiin Dewi.. makasih yaa" ujar Alena.


"Sama - sama kak."


"Ya udah, mumpung lagi senggang aku mau ajarin kamu tentang pekerjaan ku yuk" Alena pun mengajak Dewi ke meja nya, supaya dia bisa lebih nyaman memberikan pengertian tentang pekerjaan yang nantinya akan di pegang Dewi selama Alena cuti menikah.


Tak terasa hari terus berjalan dan kini tibalah saat pernikahan Alena dan Dimas. Pernikahan di gelar di salah satu gedung. Alena tampak cantik dan anggun memakai gaun pernikahan nya, acara akad nikah sudah berjalan dengan lancar, kini tinggal acara resepsi.


Keysha ikut membantu Alena merapikan gaunnya, Keysha sangat bahagia karena bisa menyaksikan sahabat nya menikah hari ini.


"Kamu sangat cantik Alena" Ucap Keysha.


"Terimakasih Key " ujar Alena tersenyum bahagia.


"Ya sudah ayo, kita ke tempat acara" Ajak Keysha. Saat keluar ruangan Keysha dan Alena melihat Dimas yang juga sudah menunggu, Dimas nampak gagah mengenal jas yang senada dengan warna gaun Alena.


"Ayo" Ajak Dimas seraya memberikan lengannya.


Alena dan Dimas berjalan menuju kursi pelaminan mereka, semua tamu undangan menatap kagum pada mereka berdua yang sangat serasi.


Acara demi acara terus berjalan hingga tibalah saat nya acara lempar bunga. Alby maju dan bersaing dengan beberapa wanita.


"1..2.. 3.." Hitungan ke tiga Alena dan Dimas pun melempar bunga. Dan ternyata Alby lah yang mendapat bunga tersebut.


"Wah Alby yang dapat" Ujar Zahra. Alby tersenyum dan bersorak ketika dia mendapat kan bunganya, dia melangkah mendekati Dewi dan berlutut di hadapan para tamu undangan.


"Mas Alby? Ngapain?" Ucap Dewi lirih.


"Dewi.. aku sudah yakin dengan apa yang aku ucapkan saat ini, mau kah kamu menikah dengan ku?" Tanya Alby sambil menyodorkan bunga dan tidak lupa cincin yang dia bawa dalam saku.


Dewi sangat terkejut dengan apa yang Alby lakukan, bahkan bukan hanya Dewi, Keysha dan Zahra juga sangat terkejut.


"Mas kamu .. yakin?" Tanya Dewi.


"Aku yakin..." Jawab Alby tanpa keraguan.


"Iya mas aku mau" Akhirnya Dewi menerima lamaran Dimas yang mendadak itu, dia juga menahan tangis nya agar tidak pecah.


Alby tersenyum bahagia, dia seger memasang cincin di jari manis Dewi dan memeluk nya erat.


"Terimakasih Dewi" ucap Alby lirih, tanpa terasa Alby meneteskan air matanya.


Akhirnya acara resepsi Alena dan Dimas sudah selesai, semua tamu undangan pun membubarkan dirinya masing - masing, termasuk Alby dan Dewi.


Alby lebih dulu mengantarkan Dewi pulang.


"Mas Alby..." Ucap Dewi lirih, Dewi nampak ragu untuk berbicara.


"Ada apa sayang?" Tanya Alby, dia tahu Dewi ingin menyampaikan sesuatu.


"Mas Alby serius dengan yang tadi??" Tanya Dewi.


"Aki serius sayang.. bahkan nanti aku ingin menemui ayah kamu" Ujar Alby.


"Ap.. apa? Menemui ayah?" Tanya Dewi gagap.


"Iya.. kenapa?" Tanya Alby.


"Kamu yakin sayang?" Tanya Dewi lagi.


"Aku sudah yakin.. " Jawab Dewi untuk kesekian kalinya.


Akhirnya kini disinilah Alby, tengah duduk berhadapan dengan ayah dan ibu Dewi, tadinya Alby sudah sangat percaya diri bahwa dia akan dengan mudah mengatakan niatnya di hadapan kedua orang tua Dewi, namun sekarang dia malah keringat dingin.


"Silahkan di minum dulu nak Alby" Ujar Surya ayah Dewi.


"Terimakasih Om" ujar Alby, dia pun menyesap teh hangat buatan Dewi.


"Kata Dewi, nak Alby ingin berbicara serius, ada apa nak?" Tanya Lilis ibu Dewi.


"Benar Tante, jadi maksud kedatangan saya kemari ingin memperjelas hubungan saya dan Dewi, saya ingin mempersunting Dewi " ucap Alby.


Kedua orang tua Dewi saling berpandangan, dan selanjutnya mereka melihat kearah Dewi dan Alby secara bersamaan.


"Kenapa mendadak sekali?" Tanya Surya Curiga.


"Kalian tidak...." Lilis tidak melanjutkan ucapannya, karena Alby dan Dewi sudah paham apa yang ingin Lilis tanyakan.


"Emm Om sama Tante jangan berpikir yang macam - macam dulu, saya bersumpah tidak pernah melakukan hal yang macam - macam kok Om, Tante" Ucap Alby mencoba meyakinkan.


" Benar Pak, Bu.. Dewi sama mas Alby nggak neko - neko kalau pacaran" Ucap Dewi ikut menjelaskan.


"Bapak sama ibu percaya sama kalian" Ujar Surya tersenyum. Dewi dan Alby pun bernapas lega.


"Lalu rencananya bagaimana ? Om dan Tante juga kan harus mengenal orang tua nak Alby dulu" Ujar Surya.


"Iya om, kalau di perkenankan besok malam saya akan bawa orang tua saya kemari" Ujar Alby.


"Baiklah kalau begitu, saya tunggu itikad baik keluarga nak Alby" Ucap Surya.


"Terimakasih Om."


"Ya sudah nak Alby, di makan dulu camilan nya" Tawar Lilis.


"Iya Bu.." Jawab Alby. Sekarang dia sudah bernapas lega karena selangkah demi selangkah niat baiknya berjalan lancar.


Alby dan Dewi saling berpandangan dan melempar senyum. Dewi tidak menyangka kalau Alby akan secepat ini mengajak nya menikah dan membina bahtera rumah tangga, pasalnya yang Dewi lihat selama ini Alby orang yang sangat humoris, jadi Dewi pikir Alby tidak terlalu serius dengan hubungan mereka.


Namun ternyata salah, hari ini Alby memberikan sebuah kejutan besar kepada Dewi, yang mematahkan semua pendapat Dewi tentang Alby. Rupanya Alby adalah lelaki sejati, dia mau langsung bertemu dan berbicara dengan orang tua Dewi.


Raut wajah bahagia tidak bisa di tutupi dari wajah kedua orang tua Dewi, jujur saja mereka sangat menginginkan Dewi juga segera menikah, pasalnya Dewi adalah anak tunggal mereka. Surya dan Lilis juga agak risau kalau Alby dan Dewi berpacaran terlalu lama, karena kita tidak pernah tahu bagaimana setan menggoda iman kita.