Keysha

Keysha
Season 2 (Hunian baru)



Selesai dari pemakaman, mereka pun pulang terlebih dahulu ke


rumah masing-masing, namun tidak bagi Keysha  dan Marvel, mereka langsung pergi ke rumah


sakit untuk menjenguk Indira dan melihat kondisi Indira. Dari Kanaya, Keysha


tahu tentang Indira yang keguguran dan harus melakukan operasi pengangkatan Rahim.


Sedangkan Kanaya dan Tama, disarankan pulang oleh Keysha,


bagaimanapun mereka pasti lelah setelah semalaman berjaga dirumah sakit, dan


begitulah malam pertama Tama dan Kanaya dilewati bersama sahabat mereka dirumah


sakit untuk menjaga Indira.


Kanaya dan Tama juga harus mulai membereskan barang-barang


mereka, karena Tama sudah menyiapkan rumah yang akan mereka tinggali. Pertama Tama


mengantarkan Kanaya pulang ke rumah Keysha lebih dulu dan membereskan


barang-barang Keysha, sedangkan Tama, sudah meminta asisten rumah tangga untuk


membereskan barang-barangnya dan juga barang-barang Felly.


Karena sudah menjadi suaminya, jadi Kanaya mengizinkan Tama


untuk melihat kamar yang selama ini dia tempati. Tama menatap kagum dekorasi


kamar Kanaya yang bisa dibilang sangat rapih dan nyaman.


“Kita pindah kemana?” tanya Kanaya disela-sela membereskan


baju-bajunya kedalam koper.


“Ada deh … nanti juga kamu tahu,” jawab Tama, dia enggan


memberitahukan kepada Kanaya karena ingin memberikan kejutan.


Kanaya juga nampaknya malas untuk bertanya lebih lanjut


lagi, karena sebenarnya dia sudah sangat lelah. Beruntung, karena asisten rumah


tangga sudah membereskan beberapa barang-barang Kanaya, jadi yang harus Kanaya


bereskan nampaknya tidak terlalu banyak, setelah selesai, Tama membantu membawa


dua koper milik Kanaya.


Mereka berdua menuju kediaman Oki dan Anisa, untuk


berpamitan sekaligus menjemput Felly dan mengambil barang-barang. Melihat Kanaya


dan Tama datang, Felly langsung berlari dan memeluk  Kanaya, nampaknya Felly sangat merindukan


mamahnya, padahal mereka baru semalam tidak bertemu.


“Mamah sama Papah kemarin kemana?” tany Felly dengan raut


wajah cemberut.


Kanaya tersenyum dan menyelipkan rambut dibelakang telinga


Felly, “Mamah sama Papah ada kepentingan sayang … jadi nggak bisa ajak Felly,


dan baru siang ini jemput Felly,” jawab Kanaya memberikan pengertian pada putri


kecilnya.


“Jemput? Memang kita mau kemana Mah?” tanya Felly bingung.


“Tanya Papah dong,” Kanaya berharap kalau Felly yang


bertanya, Tama akan menjawab.


“Pindah ke rumah baru, ya sudah ayo Felly pamitan sama opah


sama omah,” dan harapan Kanaya pupus, karena Tama masih bersikeras


merahasiakan.


Setelah mengambil barang-barang mereka, Tama dan Kanaya pun


berpamitan kepada Oki dan Anisa, tentu saja berat bagi Oki dan Anisa melepas


Felly, namun biar bagaimanapun juga Felly memang harus ikut dengan kedua


orangtuanya.


Tapi, Tama berjanji bahwa mereka akan sering datang


berkunjung, apa lagi Keysha dan Marvel juga tinggal di komplek yang sama dengan


kedua orangtua Tama.


Perjalanan dari menuju rumah baru Tama dan Kanaya memakan


waktu 30 menit dari perumahan tempat tinggal mereka yang lama, karena memang Tama


memilih kediaman yang tidak terlalu jauh dari kediaman kedua orangtua mereka.


Mobil memasuki sebuah perumahan dengan pengamanan cukup


ketat, bahkan Tama memiliki ID card dimana gerbang akan terbuka hanya dengan


scan ID tersebut. Namun, tetap aka nada satpam yang memeriksa apakah mereka


membawa seperti bom, pengamanan yang ketat bukan?


Kanaya melihat jajaran rumah mewah yang memanjakan mata,


Kanaya tebak harga property didaerah ini pasti sangat mahal, hingga sampailah


mereka disalah satu rumah yang lebih megah.


“Kita sudah sampai …” ucap Tama, dia mengajak anak dan


istrinya untuk masuk kedalam.


memperkejakan setidaknya 20 asten rumah tangga, dan  10 tim keamanan, untuk petugas kebersihan,


Tama memiliki pekerjanya sendiri.


Kanaya sampai terkejut melihat para pekerja berbaris


menyambut mereka, nampaknya perkataan Tama yang ingin menjadikan Kanaya ratu


akan benar-benar terjadi. Kanaya diajak berkeliling melihat seluruh ruangan,


dirumah baru mereka bahkan terdapat ruang facial da nada salon khusus, da nada tempat


gym juga. Kanaya sampai menggelengkan kepalanya melihat kelengkapan rumah


mereka.


Sampai akhirnya Tama mengajak Felly melaihat kamarnya, kamar


yang sangat Felly idamkan, yaitu semua bernunsa warna pink, warna kesukaan


Felly.


“Setelah ini, kita makan siang sama-sama ya sayang?” ucap


Tama mengingatkan putri kecilnya.


“Siap Pah.”


Tama meninggalkan putrinya dikamar, sedangkan Tama mengajak


Kanaya untuk melihat kamar mereka berdua. Kanaya menatap dekorasi kamar yang


begitu luas, namun mengingat Kanaya akan tidur satu ranjang dengan Tama …


Kanaya menjadi ragu.


“Kita tidur disini?” tanya Kanaya dan diangguki oleh Tama, “berdua?”


tanya Kanaya lagi.


“Ya iya dong sayang … kan kita suami istri,” jawab Tama


bingung dengan sikap Kanaya yang tidak seharusnya berkata demikian.


“Tapi ….” Tama tahu ada sesuatu hal yang mengganjal dalam


diri Kanaya, dia memegang kedua bahu Kanaya dan menatap mata Kanaya dengan


teduh.


“Aku tahu kamu mungkin belum siap untuk semuanya, dan aku


akan menunggu, aku tidak akan memaksa, jadi jangan takut yaa?” ucap Tama seolah


tahu apa yang dipikirkan oleh Kanya.


“Ya sudah, kamu bersih-bersih dulu, nanti kita makan siang


sama-sama setelah itu kita sholat dhuhur berjamaah,” ujar Tama, setelah itu dia


pun keluar dari kamar memberikan waktu untuk Kanaya.


‘Aku tahu Kanaya, perasaan, hati dan cinta kamu belum tumbuh


untuk ku, tapi aku akan selalu berusaha dan akan terus berusaha untuk


mendapatkan cinta kamu Kanaya,’ batin Tama berjanji.


Disisi lain Keysha dan Marvel kini masih berada di rumah


sakit, mereka juga bersama kedua orangtua Nando yang sama-sama menunggu adanya


kabar baik dari Nando dan Kanaya. Keysha belum memberitahukan tentang Indira


yang sudah melakukan operasi pengangkatan Rahim, itu semua akan mereka bicarakan


lebih dulu dengan Indira nantinya.


“Keluarga Ibu Indira?” Keysha dan Marvel langsung berdiri,


sebenarnya mereka menunggu respon keluarga Nando lebih dulu, namun nampaknya


mereka benar-benar tidak perduli dengan Indira.


“Kami sus, ada apa?” tanya Keysha.


“Pasien sudah melewati masa kritisnya, dan akan dipindahkan


keruang rawat,” Keysha dan Marvel langsung bernapas lega setelah mendengar


kabar baik mengenai kondisi Indira.


“Baik Sus, langsung dibawa ke ruang VIP saja ya?” ujar Marvel.


“Baik Pak, silahkan Bapak mengurus dibagian administrasi


lebih dulu,” ujar suster.


“Baik sus,” Marvel pun berpamitan kepada Keysha, untuk


mengurus adiministrasi Indira, sedangkan Keysha akan menemani Indira menuju


ruangan rawatnya, tidak lupa Keysha memberitahukan kepada Alena, Zahra dan yang


lainnya tentang kondisi terkini dari Indira. Karena mereka semua sudah berjanji


akan sama-sama menjaga Indira, dan tentang Nando mereka tidak terlalu perduli,


karena Nando masih memiliki kedua orangtuanya masih mau merawat Nando,


sedangkan Indira? meskipun dia memiliki ayah dan Ibu mertua namun mereka sama


sekali tidak mau tahu tentang kondisi Indira, jadi jika bukan Keysha dan Marvel


siapa lagi?