
Selesai dari pemakaman, mereka pun pulang terlebih dahulu ke
rumah masing-masing, namun tidak bagi Keysha dan Marvel, mereka langsung pergi ke rumah
sakit untuk menjenguk Indira dan melihat kondisi Indira. Dari Kanaya, Keysha
tahu tentang Indira yang keguguran dan harus melakukan operasi pengangkatan Rahim.
Sedangkan Kanaya dan Tama, disarankan pulang oleh Keysha,
bagaimanapun mereka pasti lelah setelah semalaman berjaga dirumah sakit, dan
begitulah malam pertama Tama dan Kanaya dilewati bersama sahabat mereka dirumah
sakit untuk menjaga Indira.
Kanaya dan Tama juga harus mulai membereskan barang-barang
mereka, karena Tama sudah menyiapkan rumah yang akan mereka tinggali. Pertama Tama
mengantarkan Kanaya pulang ke rumah Keysha lebih dulu dan membereskan
barang-barang Keysha, sedangkan Tama, sudah meminta asisten rumah tangga untuk
membereskan barang-barangnya dan juga barang-barang Felly.
Karena sudah menjadi suaminya, jadi Kanaya mengizinkan Tama
untuk melihat kamar yang selama ini dia tempati. Tama menatap kagum dekorasi
kamar Kanaya yang bisa dibilang sangat rapih dan nyaman.
“Kita pindah kemana?” tanya Kanaya disela-sela membereskan
baju-bajunya kedalam koper.
“Ada deh … nanti juga kamu tahu,” jawab Tama, dia enggan
memberitahukan kepada Kanaya karena ingin memberikan kejutan.
Kanaya juga nampaknya malas untuk bertanya lebih lanjut
lagi, karena sebenarnya dia sudah sangat lelah. Beruntung, karena asisten rumah
tangga sudah membereskan beberapa barang-barang Kanaya, jadi yang harus Kanaya
bereskan nampaknya tidak terlalu banyak, setelah selesai, Tama membantu membawa
dua koper milik Kanaya.
Mereka berdua menuju kediaman Oki dan Anisa, untuk
berpamitan sekaligus menjemput Felly dan mengambil barang-barang. Melihat Kanaya
dan Tama datang, Felly langsung berlari dan memeluk Kanaya, nampaknya Felly sangat merindukan
mamahnya, padahal mereka baru semalam tidak bertemu.
“Mamah sama Papah kemarin kemana?” tany Felly dengan raut
wajah cemberut.
Kanaya tersenyum dan menyelipkan rambut dibelakang telinga
Felly, “Mamah sama Papah ada kepentingan sayang … jadi nggak bisa ajak Felly,
dan baru siang ini jemput Felly,” jawab Kanaya memberikan pengertian pada putri
kecilnya.
“Jemput? Memang kita mau kemana Mah?” tanya Felly bingung.
“Tanya Papah dong,” Kanaya berharap kalau Felly yang
bertanya, Tama akan menjawab.
“Pindah ke rumah baru, ya sudah ayo Felly pamitan sama opah
sama omah,” dan harapan Kanaya pupus, karena Tama masih bersikeras
merahasiakan.
Setelah mengambil barang-barang mereka, Tama dan Kanaya pun
berpamitan kepada Oki dan Anisa, tentu saja berat bagi Oki dan Anisa melepas
Felly, namun biar bagaimanapun juga Felly memang harus ikut dengan kedua
orangtuanya.
Tapi, Tama berjanji bahwa mereka akan sering datang
berkunjung, apa lagi Keysha dan Marvel juga tinggal di komplek yang sama dengan
kedua orangtua Tama.
Perjalanan dari menuju rumah baru Tama dan Kanaya memakan
waktu 30 menit dari perumahan tempat tinggal mereka yang lama, karena memang Tama
memilih kediaman yang tidak terlalu jauh dari kediaman kedua orangtua mereka.
Mobil memasuki sebuah perumahan dengan pengamanan cukup
ketat, bahkan Tama memiliki ID card dimana gerbang akan terbuka hanya dengan
scan ID tersebut. Namun, tetap aka nada satpam yang memeriksa apakah mereka
membawa seperti bom, pengamanan yang ketat bukan?
Kanaya melihat jajaran rumah mewah yang memanjakan mata,
Kanaya tebak harga property didaerah ini pasti sangat mahal, hingga sampailah
mereka disalah satu rumah yang lebih megah.
“Kita sudah sampai …” ucap Tama, dia mengajak anak dan
istrinya untuk masuk kedalam.
memperkejakan setidaknya 20 asten rumah tangga, dan 10 tim keamanan, untuk petugas kebersihan,
Tama memiliki pekerjanya sendiri.
Kanaya sampai terkejut melihat para pekerja berbaris
menyambut mereka, nampaknya perkataan Tama yang ingin menjadikan Kanaya ratu
akan benar-benar terjadi. Kanaya diajak berkeliling melihat seluruh ruangan,
dirumah baru mereka bahkan terdapat ruang facial da nada salon khusus, da nada tempat
gym juga. Kanaya sampai menggelengkan kepalanya melihat kelengkapan rumah
mereka.
Sampai akhirnya Tama mengajak Felly melaihat kamarnya, kamar
yang sangat Felly idamkan, yaitu semua bernunsa warna pink, warna kesukaan
Felly.
“Setelah ini, kita makan siang sama-sama ya sayang?” ucap
Tama mengingatkan putri kecilnya.
“Siap Pah.”
Tama meninggalkan putrinya dikamar, sedangkan Tama mengajak
Kanaya untuk melihat kamar mereka berdua. Kanaya menatap dekorasi kamar yang
begitu luas, namun mengingat Kanaya akan tidur satu ranjang dengan Tama …
Kanaya menjadi ragu.
“Kita tidur disini?” tanya Kanaya dan diangguki oleh Tama, “berdua?”
tanya Kanaya lagi.
“Ya iya dong sayang … kan kita suami istri,” jawab Tama
bingung dengan sikap Kanaya yang tidak seharusnya berkata demikian.
“Tapi ….” Tama tahu ada sesuatu hal yang mengganjal dalam
diri Kanaya, dia memegang kedua bahu Kanaya dan menatap mata Kanaya dengan
teduh.
“Aku tahu kamu mungkin belum siap untuk semuanya, dan aku
akan menunggu, aku tidak akan memaksa, jadi jangan takut yaa?” ucap Tama seolah
tahu apa yang dipikirkan oleh Kanya.
“Ya sudah, kamu bersih-bersih dulu, nanti kita makan siang
sama-sama setelah itu kita sholat dhuhur berjamaah,” ujar Tama, setelah itu dia
pun keluar dari kamar memberikan waktu untuk Kanaya.
‘Aku tahu Kanaya, perasaan, hati dan cinta kamu belum tumbuh
untuk ku, tapi aku akan selalu berusaha dan akan terus berusaha untuk
mendapatkan cinta kamu Kanaya,’ batin Tama berjanji.
Disisi lain Keysha dan Marvel kini masih berada di rumah
sakit, mereka juga bersama kedua orangtua Nando yang sama-sama menunggu adanya
kabar baik dari Nando dan Kanaya. Keysha belum memberitahukan tentang Indira
yang sudah melakukan operasi pengangkatan Rahim, itu semua akan mereka bicarakan
lebih dulu dengan Indira nantinya.
“Keluarga Ibu Indira?” Keysha dan Marvel langsung berdiri,
sebenarnya mereka menunggu respon keluarga Nando lebih dulu, namun nampaknya
mereka benar-benar tidak perduli dengan Indira.
“Kami sus, ada apa?” tanya Keysha.
“Pasien sudah melewati masa kritisnya, dan akan dipindahkan
keruang rawat,” Keysha dan Marvel langsung bernapas lega setelah mendengar
kabar baik mengenai kondisi Indira.
“Baik Sus, langsung dibawa ke ruang VIP saja ya?” ujar Marvel.
“Baik Pak, silahkan Bapak mengurus dibagian administrasi
lebih dulu,” ujar suster.
“Baik sus,” Marvel pun berpamitan kepada Keysha, untuk
mengurus adiministrasi Indira, sedangkan Keysha akan menemani Indira menuju
ruangan rawatnya, tidak lupa Keysha memberitahukan kepada Alena, Zahra dan yang
lainnya tentang kondisi terkini dari Indira. Karena mereka semua sudah berjanji
akan sama-sama menjaga Indira, dan tentang Nando mereka tidak terlalu perduli,
karena Nando masih memiliki kedua orangtuanya masih mau merawat Nando,
sedangkan Indira? meskipun dia memiliki ayah dan Ibu mertua namun mereka sama
sekali tidak mau tahu tentang kondisi Indira, jadi jika bukan Keysha dan Marvel
siapa lagi?