Keysha

Keysha
Season 2 (Kekecewaan keluarga)



Aditya dan Desi melihat sekeliling rumah dan mencari Nando, mereka pikir hanya perasaan mereka Nando tidak terlihat sedari tadi, bahkan saat di pemakaman Nando pun tidak ada.


Tak lama terdengar suara deru mesin mobil, dan masuklah Nando kedalam rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Kamu dari mana Nando?" tanya Aditya yang tengah duduk di ruang tamu, karena Bella tak mau berada di kamar.


"Eh emmm" Nando nampak bingung harus menjawab apa, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Iya, Nenek juga tidak melihat kamu sedari pemakaman tadi," ucap Desi.


"Sebenarnya, saya menghindari keluarga Kanaya," jawab Nando.


"Apa?" ucap Desi dan Aditya terkejut, bahkan bukan cuman Aditya, melainkan Bella dan Indira, mereka berdua tak menyangka kalau Nando akan membuka rahasia hari ini juga.


"Kenapa?" tanya Aditya bingung.


"Sebenarnya ... saya dan Kanaya masih memiliki hubungan kekasih," jawab Nando.


Aditya semakin terkejut, dia menatap Indira dan Bella yang nampak tak terkejut sedikit pun mendengar pengakuan Nando.


"Apa kalian sudah tahu?" tanya Aditya kepada anak dan istrinya.


Bella dan Indira hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kenapa kalian tidak bilang?" ucap Desi.


"Maafkan Bu, aku tidak tahu harus berbuat apa, aku khawatir dengan kondisi bapak yang sudah sangat kritis," ucap Bella.


"Benar Nek, aku juga pasti akan merasa bersalah kalau aku tidak bisa memenuhi permintaan Kakek untuk terakhir kalinya," jawab Indira.


"Tapi apa kamu juga harus mengkhianati sahabat kamu sendiri Indira?" tanya Aditya tak habis pikir.


"Dan kaku Bella, apa kamu masih punya muka untuk bertemu dengan keluarga Keysha? lupa kamu, bahwa Keysha lah yang banyak membantu keluarga kita, bahkan Keysha juga yang bersedia menjadi ibu susu bagi Indira," ucap Aditya penuh amarah.


"Pah, aku mohon jangan menyalahkan mamah Bella dan Indira, ini semua salahku," ucap Nando mencoba melindungi Bella dan Indira istrinya.


"Iya, ini memang salah kamu, seharusnya kamu tidak mengatakan bahwa kamu bersedia menikahi Indira, seharusnya kamu jelaskan bahwa kamu adalah kekasih Kanaya saat itu," ucap Aditya, dia menatap kecewa kearah Nando, Indira, dan Bella, karena Aditya merasa dibohongi.


"Saya..."


"Aku siap dimadu Pah, atau mungkin juga diceraikan," ucap Indira tiba-tiba, dan itu membuat semua orang terkejut.


"Apa maksud kamu Indira?" tanya Aditya.


"Aku nggak akan ceraikan kamu Ra, biar bagaimanapun kamu adalah tanggungjawab aku, aku sudah berjanji pada almarhum kakek Harun," ucap Nando yakin.


"Lalu bagaimana dengan Kanaya? kamu juga harus mengejar nya Nan," ucap Indira dengan berderai air mata.


Nando terdiam, dia tak bisa menjawab ucapan Indira.


"Nando, kalau nanti Kanaya tidak mau kehilangan kamu, aku siap untuk dimadu," ucap Indira yakin, seraya menatap mata Nando.


"Indira, jangan gila kamu," ucap Bella tak terima, dia tidak mau anaknya merasakan pahitnya rumah tangga poligami.


"Mah, biar bagaimanapun aku ini orang ketiga mah, aku sudah merusak kebahagiaan sahabat ku sendiri, dan aku harus terima konsekuensi nya," ucap Indira.


Bella pun terdiam, dia tak tak tahu harus berbuat apa, semuanya terlalu rumit untuk diselesaikan, namun Bella juga tidak sanggup kalau harus melihat putrinya dimadu.


"Pasti bapak merasa kecewa sekarang," ucap Desi seraya terisak.


"Bu jangan bilang begitu," Bella mendekati Desi seraya berjongkok dan memegang tangan Desi.


"Bella minta maaf Bu," ucap Bella dengan terisak.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Bella? ibu merasa tidak punya muka untuk bertemu dengan Keysha dan keluarganya, apa lagi Kanaya, betapa jahatnya kita," ucap Desi.


"Kalian harus membicarakan hal ini dengan Kanaya, apapun tanggapan Kanaya nanti, kalian harus terima, karena ini memang kesalahan kalian," ucap Aditya.


"Iya Pah, kami sudah siap untuk konsekuensi nya," ucap Nando.


Malam hari, setelah makan malam Nando dan Indira pun masuk kedalam kamar untuk beristirahat, Nando dan Indira sudah memutuskan untuk tinggal bersama di rumah Aditya, itu karena keinginan Desi dan Bella yang tak ingin jauh dari Indira.


Saat Nando tengah berada di kamar mandi, ponsel Nando berdering tanda panggilan masuk, Indira pun melihat ponsel Nando untuk mengetahui siapa yang menghubungi suaminya.


"Kanaya?" batin Indira. Tak lama Nando keluar dari kamar mandi.


"Ada apa Ra?" tanya Nando.


"Kanaya telepon kamu," jawab Indira.


Nando pun menatap ponselnya tanpa minat, ada rasa tak enak pada Indira, namun Kanaya juga masih kekasihnya, jadi Nando tak bisa mengabaikan Kanaya begitu saja. Nando sudah menorehkan luka yang sangat dalam pada hati Kanaya, jadi setidaknya untuk saat ini dia juga harus menjadi kekasih yang baik bagi Kanaya.


"Aku angkat telepon dulu," pamit Nando, dia berjalan kearah balkon kamar.


Nando segera menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Halo Nando," ucap Kanaya.


"Iya Kanaya?" jawab Nando.


"Kok lama banget?" tanya Kanaya.


"Iya-iya maaf, tadi aku habis dari kamar mandi," ucap Nando.


"Oh gitu ... emm kamu udah makan?" tanya Kanaya.


"Eem udah kok tadi," jawab Nando singkat.


"Nando, mumpung malam Minggu pergi keluar yuk." ajak Kanaya.


Nando langsung tergagap mendengar ajakan Kanaya, biasanya dia yang akan mengajak Kanaya untuk jalan-jalan, "maaf Kanaya, aku capek banget," bohong Nando.


"Oh gitu, tapi kamu nggak kenapa-kenapa kan? kalau nggak aku yang ke apartemen kamu, sama Raka," ucap Kanaya.


"Eh jangan-jangan," jawab Nando cepat.


Kanaya mulai curiga, "kenapa kamu ketakutan gitu sih denger aku mau kesana?" tanya Kanaya penuh curiga.


"I... iya, soalnya ada temen-temen ku di apartemen, kita mau minum sedikit," jawab Nando dengan senyum, agar Kanaya tak curiga.


"Ohh, ya udah kalau gitu, tapi kamu jangan kebanyakan ya?" pinta Kanaya.


"Iya, kamu tenang aja, ya udah udah dulu ya, bye.." Panggilan Bun diakhiri oleh Nando.


Sedangkan Kanaya menatap ponselnya dengan raut wajah sendu, "hanya perasaan ku atau memang kamu tengah menyembunyikan sesuatu dari ku Nan?" batin Kanaya curiga.


"Bahkan, aku nggak denger panggilan sayang dari kamu yaynh biasanya kamu lakukan," ucap Kanaya.


Dari luar kamar Kanaya, terdengar suara ketukan pintu, dan itu adalah Raka.


"Ada apa?" tanya Kanaya.


"Pergi yuk." ajak Raka.


"Tumben ngajak kakak, kenapa gak ajak Nabila?" tanya Kanaya.


"Nabila kan keluar kota sama mamah," jawab Raka, itu memang benar, karena Nabila ikut bekerja dan mengelola butik Keysha, dibawah pantauan Keysha.


"Ya udah yuk." Kanaya pun memakai switer nya dan bergegas keluar rumah bersama Raka. Karena Keysha dan Marvel pergi ke Yogyakarta sore tadi, kedua kakak beradik itu jadi tidak berselera makan, jadi mereka ingin makan di restoran langganan mereka.


"Kita mampir ke apartemen Nando bentar ya?" tanya Kanaya.


"Ngapain?" tanya Raka.


"Nggak papa, udah kita kesana dulu," jawab Kanaya, sebenarnya dia hanya ingin memastikan apakah Nando jujur padanya atau tidak. Akhirnya Kanaya dan Raka pun sampai diparkiran apartemen Nando, dia melihat dua orang satpam yang tengah berjaga.


"Malam Pak," sapa Kanaya.


"Oh malam."


"Maaf Pak, mengganggu waktunya sebentar, saya mau tanya Nando ada didalam?" tanya Kanaya.


"Nando siapa ya mbak? soalnya cukup banyak nama Nando yang tinggal disini."


"Nando Laksmono Pak."


"Baiklah mbak, sebentar kami cek datanya," satpam pun mengetik nama Nando dilayar komputer, karena penghuni apartemen yang akan pergi dan pulang harus melakukan finger print.


"Maaf mbak, mas Nando sudah pergi sejak siang tadi, dan belum pulang."


Kanaya nampak terkejut mendengar jawaban dari satpam, "bapak yakin?."


"Yakin mbak."


"Baiklah pak, terimakasih atas informasinya, kalau begitu saya permisi," ucap Kanaya, dia pun segera menyusul Nando yang masih dalam mobil.


"Gimana?" tanya Raka kepada kakak perempuannya.


"Oh udah kok, Nando ada di apartemen," jawab Kanaya Bohong.


"Ya udah, kita ke restoran ya? aku udah laper kak," ujar Raka seraya memegang perutnya, yang dari tadi sudah keroncongan minta diisi.


Kanaya pun mengangguk seraya tersenyum kearah sang adik, Kanaya mengalihkan pandangannya kearah jendela, dia masih memikirkan ucapan Nando diseberang telepon yang mengatakan bahwa Nando hanya dirumah, namun kenyataannya Nando sudah pergi sedari siang.


"Apa yang kamu coba sembunyikan Nando?" batin Kanaya sendu.


...**Jangan lupa follow yaaa...


...IG: ajenglarasati5927**...