Keysha

Keysha
Keputusan



Keysha mendengar kan dengan seksama cerita Marvel itu, dia baru tahu rupanya Farel tumbuh tanpa kasih sayang orang tua.


"Lalu apa Farel tahu dimana ibu nya tinggal?" Tanya Keysha.


"Tau, namun sama sekali dia tidak ingin mengunjungi ibunya, bahkan ketika aku dan Marvel perjalanan bisnis ke Australia aku sempat mengatakan pada nya untuk mengunjungi ibunya lebih dulu, namun dia menolak" Ucap Marvel.


"Mungkin Farel sudah sangat kecewa dengan sikap ibunya itu" Jawab Keysha.


"Sepertinya begitu, saat Farel membutuhkan sandaran saat dia berduka, ibunya tidak ada bahkan terkesan tidak perduli" ujar Marvel.


"Seberat itu ya??" Ucap Keysha sendu.


"Sudahlah sayang, kamu tengah hamil tidak usah memikirkan hal itu, lagi pula Farel akan menemui kebahagiaan nya sebentar lagi, ayo masuk sayang aku ingin mandi dan bersih - bersih rasanya badanku lengket " ucap Marvel mengajak Keysha untuk masuk.


Keesokan harinya Keysha bermaksud untuk datang menemui Bella dan Rania, namun Marvel memberikan syarat agar Keysha tidak perlu berangkat ke butik, karena Keysha bisa bekerja di rumah.


"Sayang, tadi pengacara Bu desi mengabari ku, dan dia memberikan kabar bagus" ujar Keysha di sela sarapan mereka.


"Kabar apa sayang??" Tanya Marvel.


"Bu Desi mempunyai kesempatan agar bisa bebas" Ujar Keysha.


"Benarkah??" Tanya Marvel memastikan.


"Iya, katanya Bu Desi bisa mengajukan banding" Jelas Keysha.


"Syukurlah, tapi apa kamu benar - benar ikhlas kalau Bu Desi bebas??" Tanya Marvel.


"Iya sayang, aku rasa ini adalah jalan terbaik, aku sudah memaafkan Bu Desi, karena aku rasa Bu Desi sudah menyesali semua perbuatannya. Namun untuk Fahri aku tidak bisa" Jawab Keysha.


"Ya sudah sayang, nanti saat kamu menemui Bella, kamu katakan juga ya perihal berita baik ini" Ucap Marvel.


"Oke sayangg" Jawab Keysha, setelah itu mereka pun kembali menyantap sarapan pagi mereka.


Kini Keysha sudah sampai di kediaman Aditya, dia datang bersama dengan Raisa.


"Seperti nya Aditya tidak di rumah" Batin Keysha.


"Ayo Raisa" Ajak Keysha.


"Baik Nona" Jawab Raisa, dia pun mengikuti Keysha dari belakang, sambil memberikan laporan kepada Marvel bahwa mereka sudah sampai di kediaman Aditya.


Keysha menekan bel beberapa kali kemudian ada seseorang yang membukakan pintu, rupanya Bi Asih.


"Ya Allah Bu Keysha" Ucap Bi Asih senang.


"Iya Bi.. Bi Asih apa kabar" Tanya Keysha.


"Alhamdulillah Bu, saya baik.. Bu Keysha bagaiamana??" Tanya bi Asih.


"Alhamdulillah saya juga baik bu, oh iya bapak sama Bella ada??" Tanya Keysha.


"Ada Bu, silahkan masuk" Ucap Bi Asih mempersilahkan.


"Terimakasih Bi" ujar Keysha, Bu Asih juga mempersilahkan Keysha dan Raisa untuk duduk di ruang keluarga, sementara Bu asih memanggil Harun dan Bella.


Keysha melihat sekeliling rumah Aditya yang tidak jauh berbeda dengan terakhir kali ketika Keysha meninggalkan rumah ini.


"Masih sama" Batin Keysha, dia kembali teringat dengan kisah nya dulu ketika pertama kali datang ke rumah ini.


"Keysha..." Saat Keysha tengah melamun, tiba - tiba ada suara yang menyapanya, yaitu Bella.


"Haii" Ucap Keysha, mereka berdua pun saling memeluk khas wanita.


"Nggak nyangka kamu datang" Ucap Bella.


"Maaf yaa ganggu" Ucap Keysha tak enak.


"Ya ampun ganggu apa sih, nggak sama sekali kok" Ujar Bella. Dan tidak lama Harun juga datang, Keysha menyalami tangan Harun mantan mertuanya itu.


"Bapak sehat??" Tanya Keysha.


"Alhamdulillah nak, kamu sehat?" Tanya Harun.


"Alhamdulillah pak, Keysha sehat" Jawab Keysha, tanpa Keysha sadari rupanya harun memandang Keysha di bagian perut yang sudah terlihat membuncit.


Keysha pun tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Harun, "Alhamdulillah pak".


"Wahh selamat ya Key" Ucap Bella senang.


"Selamat ya nak, semoga ibu dan bayinya selalu di beri kesehatan dan dilancarkan sampai persalinan nanti" Ucap Harun mendoakan.


"Aammmiiin pak, terimakasih yaa.." Ucap Keysa.


"Oh iya pak, Rania mana??" Tanya Keysha.


"Ada di taman, nanti ya bapak panggil" Harun pun menuju taman untuk memanggil Rania.


Saat merasa aman Keysha pun berbisik pada Bella,"Bel, aku ada kabar baik" ucap Keysha lirih.


"Kabar baik apa Key??" Tanya Bella penasaran.


"Beberapa waktu lalu aku menghubungi pengacara dan menanyakan apa ada kemungkinan ibu bisa bebas, dan kemarin pengacara menghubungi aku, dia mengatakan bahwa ada kemungkinan ibu bisa bebas melalu sidang banding" ucap Keysha menjelaskan.


"Syukurlah" Ucap Bella penuh rasa syukur, "tapi Keysha, apa kamu yakin?? Apa..." Raut wajah Bella nampak tak enak.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu Bel.. insyaallah aku ikhlas karena aku sudah memaafkan ibu, dan aku yakin omah juga akan senang dengan keputusan ku" Jawab Keysha.


"Terimakasih ya Key, atas semua kebaikan kamu" Ujar Bella terharu.


"Aku hanya ingin melepaskan semua beban di hati aku Bel, usia ibu sudah tidak muda lagi dan kita tidak bisa mengontrol kesehatan ibu, aku tahu ibu sudah banyak berubah dan aku yakin ibu sudah menyesali semua kesalahan nya dimasalalu" ujar Keysha, "aku minta tolong nanti kamj hubungi pengacara ibu ya" ucap Keysha.


"Iya Key, kamu tenang aja ya.." ujar Bella.


Saat mereka tengah berbincang, terdengar langkah kaki yang mulai mendekat, ternyata itu adalah Harun dan Rania.


"Bu keysha" Sapa Rania.


"Rania apa kabar" Keysha memeluk Rania hangat.


"Alhamdulillah baik Bu.." Jawab Rania.


"Jangan panggil ibu dong, panggil Keysha aja" Ujar Keysha.


"Nggak enak Bu, gimana kalau kak" Tanya Rania.


"Bagus, aku jadi terlihat awet muda kan??" Ucap Keysha dan mengundang tawa semua nya.


"Pasti semakin cantik nak, karena bawaan jabang bayi juga" Ucap Harun.


"Bayi??" Tanya Rania tak mengerti.


"Iya Rania, Keysha tengah mengandung sekarang" Ujar Bella menjelaskan.


"Wah kak Keysha hamil? selamat ya Kak" Ucap Rania senang.


"Terimakasih Rania" Jawab Keysha.


"Ya sudah ayo kita ke meja makan, tadi bapak lihat bi asih membuatkan sesuatu yang segar" ajak Harun, rupanya Bi Asih membuat rujak mangga, yang pastinya akan disukai oleh ibu hamil.


Di sisi lain Marvel tengah mengamati Farel yang sedari tadi tengah diam, tadi Farel berkata pada Marvel bahwa dia ingin berbicara sesuatu, namun sampai sekarang dia masih diam.


"Sampai kapan aku harus menunggu kamu bercerita Farel??" Tanya Marvel kesal, sudah 15 menit dia menunggu tapi belum ada tanda - tanda kalau Farel akan berbicara.


"Saya sudah memutuskan tuan" Akhirnya Farel berbicara.


"Memutuskan apa?" Tanya Marvel yang belum mengerti arah pembicaraan Farel.


"Tentang pernikahan" Jawab Farel, nampaknya dia sudah sangat yakin dengan keputusan nya itu. Ucapan Farel membuat Marvel juga penasaran.


.


.......


......**Kira - kira apa ya keputusan Farel?? penasaran nggak?? tunggu besok yaaa 😉......


...Jangan lupa readers buat klik Like, vote dan komen ...


...Terimakasih**...