
setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya kini mereka sampai di apartemen Keysha, Farah, Bagas ,dan omah Lisa menatap kagum pada dekorasi apartemen Keysha yang amat mewah
"mereka pasti mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk ini Key" ucap Farah
"iya mah aku yakin juga begitu, tapi aku sudah menghubungi mamah Sinta kok, aku mengucapkan banyak terimakasih kepada mamah Sinta dan papah Ryan" ucap Keysha
"omah jadi tidak enak pada mereka" ucap Lisa
"sudahlah omah, mereka bisa mengerti keadaanya kok, ya sudah ayo aku tunjukkan kamar mamah papah dan omah". Keysha melangkah ke 2 kamar yang memang kosong dan sudah disiapkan oleh pelayan untuk ditempati .
Setelah 3 hari berselang Keysha dan Aditya kembali dipanggil oleh pengadilan untuk sidang mereka berikutnya yang di agendakan sidang putusan
Keysha sudah bersiap dia nampak gugup dalam hatinya dia berdoa semoga Aditya tidak hadir
"semoga kali ini kamu sadar, dan tidak datang " batin Keysha
"ayo Key" ajak Farah, memang Farah ,Bagas, dan omah Lisa akan ikut ke pengadilan menemani Keysha, sedangkan teman teman Keysha akan berangkat bersama Dimas ,mereka juga akan bertemu di sana
"ayo mah" mereka pun melangkah keluar apartemen dan menuju mobil
kali ini Bagas yang memegang kemudi
"rilex Key, papah yakin semua akan berjalan lancar" ucap Bagas
"iya pah" ucap Keysha sambil tersenyum
Disisi lain Aditya juga sudah bersiap untuk pergi ke pengadilan, Aditya menuruni tangga dan menyapa Harun, Desi dan Bella yang tengah duduk diruang keluarga
"pak ,Bu Aditya pergi dulu ya" ucap Aditya berpamitan
"jangan pergi Aditya" ucap Harun
"kenapa Pak?" tanya Aditya
"udah deh Aditya, pergi aja" ucap Desi
"sebenarnya kenapa kamu ingin terus mengikat Keysha?" tanya Harun ,dia menatap serius ke arah putranya
"aku ingin dia tetap terikat dengan ku pak ,agar dia tidak bisa dekat dengan lelaki lain" ucap Aditya tersenyum devil
"picik sekali pikiran mu, Bapak tidak menyangka punya anak seperti kamu" ucap Harun
"Bapak , apa apaan sih" ucap Desi marah
"maksud Bapak?" tanya Bella bingung
"kalian harusnya berterima kasih kepada Keysha, karena Keysha bapak masih hidup sampai sekarang" ucapan Harun semakin membuat mereka bingung sekarang "Bapak punya penyakit jantung yang cukup parah selama 1 tahun ,Bapak menyembunyikan semua ini kepada kalian tapi akhirnya ada orang lain yang mengetahui penyakit Bapak yaitu Keysha, itu terjadi ketika Keysha dan kamu pergi ke Bandung" ucap Harun , dia menerawang kedepan menceritakan semuanya
flashback on
Di sore hari Harun yang tengah duduk di teras merasa jantungnya sakit, benar benar sakit dia pun bergegas mengambil obat di sakunya lalu meminum obat tersebut, Keysha yang tadinya ingin memberikan kue buatannya pun terkejut kala dia melihat Harun memegang bagian jantung dan meminum obat, itu persis seperti omah Lisa
"obat apa yang bapak minum?" tanya Keysha
Harun terkejut mendengar suara menantunya "Keysha , sejak kapan kamu disana nak?" tanya Harun
"sejak tadi,aku sudah melihat semuanya pak" Keysha menaruh kue di meja dan duduk disamping Harun
"Bapak.." Harun nampak ragu untuk mengatakannya
"pak, bicaralah terbuka denganku" ucap Keysha, dia menggenggam tangan Harun seperti layaknya anak kepada Ayahnya
"Bapak sakit jantung Key" ucap Harun menunduk
"ibu sama Mas Aditya tahu pak?" tanya Keysha
Harun menggeleng "tidak nak, mereka tidak boleh tahu"
"kenapa pak ? mereka berhak tahu " ucap Kesyha
"bapak tidak mau mereka khawatir, cukup kamu saja janji ya kepada bapak?" ucap Harun penuh harap
.
.
.
Hallo readers 😉 udah siap baca part berikutnya? tapi jangan lupa Like Vote dan Komen dari kalian selalu aku tunggu 🥰
aku berterimakasih banyak atas support dan dukungan kalian , aku juga baca komen komen kalian lohh 😁 dan semuanya positif , terimakasihh yaaa 🥰
Happy reading all