Keysha

Keysha
Salah paham



Aditya membuka pintu kamarnya dan mendapati Bella yang tengah menangis terisak, Aditya pun menghampiri Bella karena khawatir terjadi sesuatu.


"Bella sayang kamu kenapa?" Tanya Aditya, dia hendak menyentuh tangan Bella namun langsung di tepis.


"Kamu kenapa? Kamu marah sama aku Bel?" Tanya Aditya lagi, pasalnya Aditya merasa ada yang berbeda dengan sikap Bella.


"Kamu tanya aku kenapa? Kamu yang kenapa" Seru Bella seraya terisak.


"Aku? " Tanya Aditya seraya menunjuk dirinya sendiri, "memang nya aku bikin salah apa sayang?" Tanya Aditya bingung.


"Kamu masih tanya salah kamu apa?" ucap Bella seraya menatap Aditya sengit. "Kamu lupa apa yang udah kamu lakuin di bawah?" Tanya Bella.


Aditya pun teringat kejadian tadi, saat dia mencoba menenangkan Rania dengan cara memeluk nya. "Sayang kamu salah paham" ujar Aditya.


"Salah paham apa? Aku udah lihat dengan mata kepala ku sendiri" Seru Bella.


"Sayang, aku memeluk Rania tapi bukan seperti itu maksudnya" Ujar Aditya mencoba menjelaskan.


"Terus maksud kamu apa? Aku memang meminta kamu memperhatikan Rania mas, tapi bukan berarti kamu bermesraan dengan dia. Kamu harus ingat, kalian berdua memang memiliki sesuatu hal yang aku dan kamu nggak punya, tapi kalian bukan suami istri, jadi aku mohon jaga perasaan aku. Kalau kalian berdua suami istri, mungkin aku akan mengerti" Ujar Bella seraya terisak.


"Sayang, aku bersumpah aku memeluk Rania hanya karena aku ingin menenangkan dia yang tengah bersedih" ujar Aditya masih mencoba meyakinkan Bella bahwa sebenarnya apa yang Bella lihat tidak seperti apa yang Bella pikirkan.


"Oke, aku minta maaf karena aku telah memeluk Rania, tapi sayang itu aku lakukan semata karena aku merasa bersalah dengan Rania, apa lagi setelah aku mengetahui satu fakta lagi tentang Rania" Ujar Aditya.


"Fakta tentang Rania?" Ucap Bella bingung, "apa itu?" Tanya Bella.


"Rania memiliki kekasih" Jawab Aditya.


Sontak Bella membelalakkan matanya, "kamu serius?" Tanya Bella mencoba memastikan.


"Aku serius sayang, bahkan kekasih Rania adalah salah satu karyawan restoran ku juga, namanya Ardie" Jawab Aditya.


"Dan yang membuat aku semakin merasa bersalah adalah, karena ternyata mereka sudah merencanakan akan bertunangan" ujar Aditya sendu.


Bella menyugar rambutnya frustasi, "bertunangan?" Tanya Bella sembari menatap Aditya.


"Iya, tapi setelah kejadian malam itu dan Rania pindah kesini, Rania memutuskan hubungannya secara sepihak, dan itu membuat Ardie sangat sedih. Bahkan sampai sekarang Ardie masih berusaha mencari Rania" Ucap Aditya menjelaskan.


Bella masih diam dan menyimak pembicaraan Aditya.


"Aku tahu Bell, Rania juga sebenarnya masih mencintai Ardie, namun Rania bilang dia sudah tidak pantas bersanding dengan Ardie, yang Rania harapkan sekarang adalah, supaya Ardie bisa mencari pengganti nya dan melupakan Rania" ucap Aditya sendu.


"Kasihan Rania" Ucap Bella.


"Aku sudah menawarkan kepada Rania, untuk berbohong dan berbicara bahwa Rania berada di luar kota, dan setelah melahirkan nanti Rania bisa kembali kepada Ardie. Namun Rania menolak mentah - mentah, dan mengatakan bahwa dia tidak mau membohongi ketulusan cinta Ardie" Ujar Aditya.


"Itu lah kenapa aku memeluk Rania Bella, itu karena Rania sangat bersedih, aku tidak memiliki maksud lain selain menenangkan Rania, hanya itu" Jelas Aditya.


Bella merasa bersalah karena salah paham kepada Aditya, dan Rania. "Iya mas, aku percaya, dan aku minta maaf" Ucap Bella sendu.


Aditya pun menarik Bella dan membawa ke dekapan nya, "sudah lah sayang, aku harap kamu bisa lebih percaya lagi dengan hatiku. Aku hanya mencintai kamu Bella" Ujar Aditya mencoba meyakinkan istrinya, dan Bella mengangguk sebagai jawaban.


Ini sudah waktunya makan malam, dan Bella pun mencari Rania karena sedari tadi dia tidak melihat Rania,jujur saja Bella merasa sangat khawatir terjadi sesuatu dengan Rania.


"Kamu cari siapa Bell?" Tanya Desi.


"Rania Bu" Jawab Bella dengan raut wajah cemas.


"Kata bi Asih sebelum pulang tadi, Rania nggak keluar kamar" Jawab Desi.


"Ya sudah, aku cek ke kamar nya ya Bu" Izin Bella.


"Iya, ibu juga takut terjadi sesuatu dengan Rania" Jawab Desi.


Akhirnya Bella melangkah menuju kamar Rani, Bella mengetuk pintu Rania perlahan, namun tidak ada sautan.


"Pintunya nggak di kunci" Ucap Bella setelah dia mencoba membuka pintu kamar Rania.


"Rania menangis?" Batin Bella bertanya, pasalnya pipi Rania masih nampak basah dan matanya pun sembab. Namun ada satu hal yang menarik perhatian Bella, yaitu foto yang di genggam Rania.


Bella perlahan mengambil foto tersebut untuk melihat foto siapa yang Rania pegang, "ini Rania sama siapa?"lirih Bella.


"Kok, seperti pernah lihat, tapi di mana?" Ucap Bella masih berusaha mengingat dimana mereka pernah bertemu.


Kemudian Bella membalik foto tersebut, dan ternyata di balik foto terdapat sebuah tulisan, "Ardie dan Rania?" Lirih Bella.


"Aku baru ingat, dia ini salah satu karyawan mas Aditya" Ujar Bella, "jadi ini kekasih kamu Rania " lirih Bella sambil menatap sendu Rania yang tengah tertidur.


Bella mengelus saya kepala Rania, selayaknya kakak kepada adik nya sendiri, "aku jadi merasa bersalah kepada kamu Rania, aku sempat marah - marah ke mas Adit karena aku melihatnya memeluk kamu" batin Bella sedih.


"Aku minta maaf Rania" Lirih Bella. Setelah itu Bella menyelimuti tubuh Rania dengan selimut, Bella tidak tega untuk membangun kan Rania, jadi Bella keluar dari kamar.


"Loh Bella Rania mana?" tanya Desi ketika melihat Bella hanya sendirian datang ke meja makan, pasalnya setahu Desi tadi Bella ingin memanggil Rania di kamarnya.


"Rania tidur Bu, aku nggak tega bangunin nya" jawab Bella.


"Ya sudah, yang penting pisah nasi dan lauk untuk Rania dulu, pasti nanti Rania bangun karena lapar" ujar Desi memberi saran.


"Iya Bu" Jawab Bella.


"Oh iya Bu, sudah lama ya Rania nggak pernah pergi keluar, sekedar jalan - jalan, pasti Rania bosan" ucap Bella.


"Kamu benar Bell, tapi apa yang harus kita lakukan? Sedangkan Rania takut untuk keluar rumah, karena dia takut akan ada orang yang mengenalinya nanti" ujar Desi bingung.


"Ibu benar" ucap Bella seraya terus berpikir, "aku punya ide bu " ucap Bella.


"Apa?" tanya Desi penasaran. Bella pun memberitahukan ide yang sudah dia rencanakan.


Di sisi lain setelah makan malam, Keysha tengah duduk bersandar di kepala ranjang, dari raut wajah nya seperti ada yang Keysha pikirkan. Namun, tidak lama ponsel Keysha berbunyi, tanda panggilan masuk.


"Dimas?" ucap Keysha sambil mengernyitkan dahi. Dia pun segera menggeser tombol hijau.


"Hallo Dimas" ucap Keysha.


"Hallo Key, gue ganggu?" tanya Dimas di seberang telepon.


"Enggak kok, gue juga lagi santai... kenapa emang?" tanya Keysha.


"Sebenarnya gue agak nggak enak ngomong sama loe Key, tapi ini demi kebaikan istri gue" ujar Dimas menjeda kalimatnya.


"Ngomong aja Dim, gue nggak papa, santai aja" ujar Keysha, padahal firasat Keysha sudah mulai tidak enak.


"Jadi gini, loe kan tahu Alena tengah hamil muda, dan gue selalu ingin memastikan keadaan Alena dan calon anak gue baik - baik aja, dokter menyarankan supaya Alena banyak istirahat apalagi di awal kehamilan seperti sekarang ini" Ujar Dimas.


"Gue mau minta izin sama loe, gimana kalau Alena resign Key?" tanya Dimas.


Dan akhirnya apa yang Keysha takutkan terjadi, dia akan kehilangan rekan kerja sebaik Alena. "Gue ngerti kok perasaan loe Dim, sebagai seorang suami pasti ingin selalu menjaga istrinya, apa lagi sekarang loe sudah menjadi calon Ayah, yang pastinya tingkat ke khawatiran loe semakin meningkat. Gue gak ada hak, buat menahan Alena supaya masih mau kerja di butik, meskipun sebenarnya berat banget buat gue. Tapi gue gue juga mau minta waktu sama loe Dim, supaya gue bisa nyari pengganti Alena, karena itu cukup sulit. Gue punya Dewi tapi loe tahu kan? Dewi juga mau nikah beberapa hari lagi, jadi gue minta waktu ya sebentar dari loe?" tanya Keysha kepada Dimas.


"Oke Key, gue ngerti kok. Gue juga makasih banget loe mau mengabulkan permintaan gue, tapi sorry nih Key, kira - kita berapa lama loe bisa cari pengganti Alena?" Tanya Dimas.


"Kasih gue waktu 1 Minggu ya?" tanya Keysha mencoba bernegosiasi dengan Dimas.


"Oke, gue setuju" jawab Dimas.


"Oke makasih ya" Ucap Keysha.


"Gue yang harusnya makasih... ya udah sekarang loe istirahat udah malem" ujar Dimas.


"Iya Dim... ya udah gue tutup telepon nya yaa" ucap Keysha, setelah itu panggilan pun berakhir.


Keysha menghembuskan napas nya dalam, kini dia punya PR yang cukup besar, yaitu mencari pengganti Alena. Rupanya Marvel mendengar semua pembicaraan Keysha, dia menatap Keysha yang seperti nya tengah memikirkan sesuatu.