Keysha

Keysha
Season 2 (Kembali berulah)



Bella tengah berjalan-jalan pagi hari di sekitar komplek,


karena ini adalah hari weekend banyak pasangan suami istri yang juga tengah


menikmati mee time dengan anak-anak mereka juga. Bella pun mendekati ibu-ibu


komplek yang nampak tengah bercengkrama, dia pun ikut berbasa-basi dengan


ibu-ibu yang lain.


“Eh bu Vivi, saya mau tanya dong anaknya sekolah dimana? Soalnya


saya lihat Safira sangat aktif dan cerdas,” puji Bella.


“Oh Safira saya sekolahkan di Taman Kanak-kanak Pelita Bu.”


“TK Pelita? Kenal Felly nggak Bu?” tanya Bella, karena


sebenarnya dia punya rencana dibalik pertanyaannya.


“Felly? Saya kenal banget dong bu .. kan satu kelas sama


anak saya.”


“Oh iya … papahnya mau nikah kan ya?” Bella mulai memancing,


dan benar saja Ibu-ibu yang Bella mulai pancing kini mulai bertanya dengann


kabar tersebut, dan bertanya soal ibu Felly.


“Kalau soal ibunya sih, saya nggak tahu pasti ya? karena


Tama aja nggak pernah buka suara, tapi ….” Bella sengaja menggantung


kata-katanya agar ibu-ibu komplek semakin penasarn.


“Tapia pa bu?”


“Saya curiga, jangan-jangan sebenarnya itu anak mereka


berdua, tapi ditutp rapat, dan mereka berani menikah sekarang. Saya juga curiga


karena Dokter Kanaya langsung bisa akrab dengan Felly,” ucap Bella semakin


mengompori.


“Iya Bu bener, saya aja curiga karena Felly udah manggil


mamah cukup lama,” timpal ibu-ibu yang lain. Dan karena ucapan Bella


menyebarlah gossip dengan cepat tentang berita miring Kanaya dan juga Tama


hingga pada siang hari, berita itu sudah mencuat ke public dan berbagai


artikel. Tama yang membaca berita itu, begitu geram dan langsung meminta


orang-orang kepercayaannya langsung mengusut tuntas hal ini, dan langsung


meminta hacker andalannya memblokir semua situs yang memberitakannya dan


Kanaya.


Bella yang tengah duduk santai bersama Indira menikmati


semilir angina sore hari dikejutkan dnegan suara Indira yang tengah membaca


artikel.


“Ini berita tentang Kanaya Mah..” ujar Indira, dan Bella


hanya tersenyum tipis.


“Mamah udah tahu,” jawab Bella sembari tersenyum.


Melihat gelagat mamahnya, Indira bisa menyimpulkan kalau


Bella ikut andil dalam pemberitaan ini. “Mamah yang udah nyebarin berita ini?”


tanya Indira kaget.


“Iya, Mamah ingin menunjukkan kepada Tama, bagaimana rasanya


menjadi orangtua, bagaimana rasanya orangtua melihat anak mereka bersedih,”


ucap Bella, dia masih menaruh dendam pada Tama rupanya.


Indira menghela napas, dia tidak menyangka kalau Bella akan


bertindak senekat itu, “Mah, masalah aku yang dipecat bukan salah Tama, ini


memang kebijakan rumah sakit, dan aku terima kok,” ucap Indira.


“Kok kamu malah belain mereka sih, Mamah bela-belain begini


buat bela kamu Indira, dan kamu malah berpihak sama merekea?” tanya Bella tidka


percaya.


“Mah bukan begitu …” Indira mencoba menjelaskan kepada


Bella, namun karena kesal Bella malah pergi membuat Indira bingung sendiri.


‘Kalau Papah sampe tahu bisa gawat,’ batin Indira.


Sebenarnya Indira tidak mau kalau mamah nya bertindak yang kelewatan , karena


dia tahu jika Aditya tahu akan berakibat fatal, Indira taku kalau ancaman


^^^


Ternyata Kanaya dan keluarganya juga sudah mendengar kabar


tersebut, namun nampaknya mereka tidak andil pusing dalam hal ini, karena Tama


sudah berjanji akan menyelesaikan masalah dengan caranya. Dan baik Marvel


maupun Keysha percaya kepada calon menantu mereka yang tinggal hitungan hari


akan sah menjadi menantu keluarga Atmadja.


Bagi mereka, berita seperti ini hanyalah berita kecil yang


ingin memperkeruh suasana, dan menjatuhkan dua nama baik keluarga, namun


nampaknya hal itu tidak membuat keluarga Kanaya maupun keluarga Tama gentar,


bagi mereka berita seperti ini hanya berita receh yang bisa mereka hilangkan


dan basmi tuntas. Tama benar-benar tidak main-main dengan ucapannya, dia


langsung menarik saham diberbagai berita artikel yang sudah mengeluarkan


tentang berita hoaks dirinya dan Kanaya, hal itu mebuat beberapa perushaan yang


bergerak dalam berita online langsung kalang kabut, kini mereka tahu dan


percaya bahwa kekuasaan Tamasha Pratama tidak bisa diragukan lagi.


^^


Beberapa Hari Kemudian.


Hari yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu pernikahan Kanaya dan


Tama yang akan digelar hari ini, untuk ijab qobul sudah dilaksanakan pagi hari


dikediaman Keysha dan Marvel, untuk ijab qobul mengusung tema adat sunda dan


acara lebih tertutup karena hanya dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak dan


rekan dekat. Dan malam hari ini, adalah acara respsi Kanaya dan Tama.


Wedding hal sudah disulap menjadi tempat resepsi yang begitu


indah. Kursi berjejer rapi dan hias seindah mungkin membuat mata tidak bosan


memandang. Dan pastinya membuat para tamu undangan pun merasa nyaman. Resepsi pernikahan


Kanaya dan Tama terbilang mewah, karena Tama begitu excited menyiapkan semuanya


dengan bantuan Keysha dan Anisa, Tama ingin mewujudkan wedding dream Kanaya.



Kanaya dijemput oleh bridesmaid untuk menuju tempat resepsi,


Tama rupanya juga sudah menunggu mempelai wanitanya didepan pintu, dia


memberikan tangannya agar Kanaya memegang lengannya. Dengan perlahan Kanaya dan


Tama melangkah bersama menuju tempat resepsi.


Pintu terbuka dan menampilkan dua mempelai yang berjalan


beriringan dengan perlahan, Fellycia berjalan dihadapan Kanaya dan Tama dengan


membawa sebuket bunga, gadis mungil itu terlihat sangat bahagia atas pernikahan


ayahnya. Tatapan memuja dari para tamu undangan kepada kedua mempelai sangat


terlihat, mereka berbisik bahwa Kanaya dan Tama adalah pasangan yang serasi.


(Gaun Kanaya)



(Contoh rambut Kanaya, anggap aja rambutnya warna hitam)



(Mahkota yang Kanaya pakai)



(Gaun yang Felly pakai)



Gaun indah menjuntai panjang yang Kanaya kenakan begitu pas


dan sangat cocok dipakai oleh Kanaya, rambut yang dibiarkan tergerai dan


didandani cantik oleh hair stylish ditambah mahkota yang bertengger dikepalanya


membuat Kanaya nampak seperti karakter princess impiannya dulu dalam buku


dongeng. Mereka berdua melangkah dengan anggun dan tersenyum kearah tamu


undangan, dan berakhir dikursi pelaminan yang dengan dekorasi layaknya negeri


dongen seperti yang Kanaya inginkan.