
Bella tengah berjalan-jalan pagi hari di sekitar komplek,
karena ini adalah hari weekend banyak pasangan suami istri yang juga tengah
menikmati mee time dengan anak-anak mereka juga. Bella pun mendekati ibu-ibu
komplek yang nampak tengah bercengkrama, dia pun ikut berbasa-basi dengan
ibu-ibu yang lain.
“Eh bu Vivi, saya mau tanya dong anaknya sekolah dimana? Soalnya
saya lihat Safira sangat aktif dan cerdas,” puji Bella.
“Oh Safira saya sekolahkan di Taman Kanak-kanak Pelita Bu.”
“TK Pelita? Kenal Felly nggak Bu?” tanya Bella, karena
sebenarnya dia punya rencana dibalik pertanyaannya.
“Felly? Saya kenal banget dong bu .. kan satu kelas sama
anak saya.”
“Oh iya … papahnya mau nikah kan ya?” Bella mulai memancing,
dan benar saja Ibu-ibu yang Bella mulai pancing kini mulai bertanya dengann
kabar tersebut, dan bertanya soal ibu Felly.
“Kalau soal ibunya sih, saya nggak tahu pasti ya? karena
Tama aja nggak pernah buka suara, tapi ….” Bella sengaja menggantung
kata-katanya agar ibu-ibu komplek semakin penasarn.
“Tapia pa bu?”
“Saya curiga, jangan-jangan sebenarnya itu anak mereka
berdua, tapi ditutp rapat, dan mereka berani menikah sekarang. Saya juga curiga
karena Dokter Kanaya langsung bisa akrab dengan Felly,” ucap Bella semakin
mengompori.
“Iya Bu bener, saya aja curiga karena Felly udah manggil
mamah cukup lama,” timpal ibu-ibu yang lain. Dan karena ucapan Bella
menyebarlah gossip dengan cepat tentang berita miring Kanaya dan juga Tama
hingga pada siang hari, berita itu sudah mencuat ke public dan berbagai
artikel. Tama yang membaca berita itu, begitu geram dan langsung meminta
orang-orang kepercayaannya langsung mengusut tuntas hal ini, dan langsung
meminta hacker andalannya memblokir semua situs yang memberitakannya dan
Kanaya.
Bella yang tengah duduk santai bersama Indira menikmati
semilir angina sore hari dikejutkan dnegan suara Indira yang tengah membaca
artikel.
“Ini berita tentang Kanaya Mah..” ujar Indira, dan Bella
hanya tersenyum tipis.
“Mamah udah tahu,” jawab Bella sembari tersenyum.
Melihat gelagat mamahnya, Indira bisa menyimpulkan kalau
Bella ikut andil dalam pemberitaan ini. “Mamah yang udah nyebarin berita ini?”
tanya Indira kaget.
“Iya, Mamah ingin menunjukkan kepada Tama, bagaimana rasanya
menjadi orangtua, bagaimana rasanya orangtua melihat anak mereka bersedih,”
ucap Bella, dia masih menaruh dendam pada Tama rupanya.
Indira menghela napas, dia tidak menyangka kalau Bella akan
bertindak senekat itu, “Mah, masalah aku yang dipecat bukan salah Tama, ini
memang kebijakan rumah sakit, dan aku terima kok,” ucap Indira.
“Kok kamu malah belain mereka sih, Mamah bela-belain begini
buat bela kamu Indira, dan kamu malah berpihak sama merekea?” tanya Bella tidka
percaya.
“Mah bukan begitu …” Indira mencoba menjelaskan kepada
Bella, namun karena kesal Bella malah pergi membuat Indira bingung sendiri.
‘Kalau Papah sampe tahu bisa gawat,’ batin Indira.
Sebenarnya Indira tidak mau kalau mamah nya bertindak yang kelewatan , karena
dia tahu jika Aditya tahu akan berakibat fatal, Indira taku kalau ancaman
^^^
Ternyata Kanaya dan keluarganya juga sudah mendengar kabar
tersebut, namun nampaknya mereka tidak andil pusing dalam hal ini, karena Tama
sudah berjanji akan menyelesaikan masalah dengan caranya. Dan baik Marvel
maupun Keysha percaya kepada calon menantu mereka yang tinggal hitungan hari
akan sah menjadi menantu keluarga Atmadja.
Bagi mereka, berita seperti ini hanyalah berita kecil yang
ingin memperkeruh suasana, dan menjatuhkan dua nama baik keluarga, namun
nampaknya hal itu tidak membuat keluarga Kanaya maupun keluarga Tama gentar,
bagi mereka berita seperti ini hanya berita receh yang bisa mereka hilangkan
dan basmi tuntas. Tama benar-benar tidak main-main dengan ucapannya, dia
langsung menarik saham diberbagai berita artikel yang sudah mengeluarkan
tentang berita hoaks dirinya dan Kanaya, hal itu mebuat beberapa perushaan yang
bergerak dalam berita online langsung kalang kabut, kini mereka tahu dan
percaya bahwa kekuasaan Tamasha Pratama tidak bisa diragukan lagi.
^^
Beberapa Hari Kemudian.
Hari yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu pernikahan Kanaya dan
Tama yang akan digelar hari ini, untuk ijab qobul sudah dilaksanakan pagi hari
dikediaman Keysha dan Marvel, untuk ijab qobul mengusung tema adat sunda dan
acara lebih tertutup karena hanya dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak dan
rekan dekat. Dan malam hari ini, adalah acara respsi Kanaya dan Tama.
Wedding hal sudah disulap menjadi tempat resepsi yang begitu
indah. Kursi berjejer rapi dan hias seindah mungkin membuat mata tidak bosan
memandang. Dan pastinya membuat para tamu undangan pun merasa nyaman. Resepsi pernikahan
Kanaya dan Tama terbilang mewah, karena Tama begitu excited menyiapkan semuanya
dengan bantuan Keysha dan Anisa, Tama ingin mewujudkan wedding dream Kanaya.
Kanaya dijemput oleh bridesmaid untuk menuju tempat resepsi,
Tama rupanya juga sudah menunggu mempelai wanitanya didepan pintu, dia
memberikan tangannya agar Kanaya memegang lengannya. Dengan perlahan Kanaya dan
Tama melangkah bersama menuju tempat resepsi.
Pintu terbuka dan menampilkan dua mempelai yang berjalan
beriringan dengan perlahan, Fellycia berjalan dihadapan Kanaya dan Tama dengan
membawa sebuket bunga, gadis mungil itu terlihat sangat bahagia atas pernikahan
ayahnya. Tatapan memuja dari para tamu undangan kepada kedua mempelai sangat
terlihat, mereka berbisik bahwa Kanaya dan Tama adalah pasangan yang serasi.
(Gaun Kanaya)
(Contoh rambut Kanaya, anggap aja rambutnya warna hitam)
(Mahkota yang Kanaya pakai)
(Gaun yang Felly pakai)
Gaun indah menjuntai panjang yang Kanaya kenakan begitu pas
dan sangat cocok dipakai oleh Kanaya, rambut yang dibiarkan tergerai dan
didandani cantik oleh hair stylish ditambah mahkota yang bertengger dikepalanya
membuat Kanaya nampak seperti karakter princess impiannya dulu dalam buku
dongeng. Mereka berdua melangkah dengan anggun dan tersenyum kearah tamu
undangan, dan berakhir dikursi pelaminan yang dengan dekorasi layaknya negeri
dongen seperti yang Kanaya inginkan.