Keysha

Keysha
Season 2 (Ingin disambut dengan baik)



Selama perjalanan Nando juga memikirkan tentang ucapan


Lailla, andai saja Nando masih bersama Kanaya, mungkin semuanya tidak akan


seperti ini. Indira mungkin tidak akan kehilangan pekerjaan yang sudah sia


inginkan sejak dulu, dan Indira masih  bisa menggapai mimpinya tentu.


“Dari mana?” suara Indira menyapa pendengaran Nando, namun


suara itu begitu dingin dan ketus.


“Bertemu Kanaya?” tuduh Indira, hal itu tentu saja memancing


kekesalan Nando. Seharusnya rumah tempatnya beristirahat setelah penat dari


aktifitasnya seharian, malah membuat Nando tidak betah karena tuduhan-tuduhan


Indira.


“Kamu bisa nggak sih, suami pulang disambut dengan senyuman


atau apa, ini malah disambut dengan tuduhan yang sama sekali nggak berguna,”


kesal Nando.


“Ohh mentang-mentang sekarang aku pengangguran sekarang,


jadi kamu merendahkan aku?” bukannya introspeksi Indira malah seolah marah


dengan perkataan Nando.


“Kamu kenapa sih? Kenapa kamu seolah menyalahkan aku atas


pemecatan kamu? dan apa salahnya kalau aku meminta kamu menyambut aku ketika


pulang? Apa itu salah?” Nando benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang


dipikirkan oleh Indira.


“Indira!” seru Aditya, dia semua sikap Indira sedari Nando


baru saja sampai di rumah. Dan aditya menilai memang Indira sudah salah.


“Harusnya kamu malu, sampai-sampai suami kamu meminta kamu


menyambut suami pulang kerja dengan senyuman, harusnya kamu sekarang sadar


diri, kamu sudah menjadi seorang istri yang akan dinafkahi sepenuhnya oleh


Nando. Bersikap lembut dan sopan sedikit Indira kepada suami kamu, jangan


mempermalukan Papah seolah-olah Papah tidak pernah mendidik kamu!” hardik


Aditya, meskipun Indira adalah putri kandungnya, namun Aditya tetap mendidik


putrinya dengan tegas, karena Aditya merasa didikan Bella malah membuat Indira


salah kaprah.


“Masuk kamar!” sentak Aditya, dan dituruti oleh Indira.


menantunya.


“Iya Pah,” mereka pun duduk diruang keluarga.


“Papah minta maaf atas sikap Indira yang mungkin kurang


berkenan untuk kamu, Papah mohon kamu bisa lebih sabar, karena mungkin Indira


sedang sensitive karena kasus pemecatannya,” ujar Aditya, dia sudah tahu dari


Bella yang memberitahukan kepadanya bahwa Indira dipecat dari rumah sakit. Awalnya


sebagai seorang Ayah Aditya juga merasa marah, namun kembali lagi ini juga


kebijakan rumah sakit. Aditya sadari, mana ada rumah sakit yang mau


memperkerjakan seorang Dokter mantan napi.


“Iya Pah, Nando paham … tapi Nando juga berharap Indira bisa


bersikpa lebih baik, bagaimanapun juga Nando pulang kerumah ingin melepas semua


penat Nando setlah seharian beraktivitas,” jelas Nando.


“Papah tahu, dan Papah paham … nanti Papah akan meminta


Mamah Bella supaya sedikit demi sedikit bicara dengan Indira,” ujar Aditya


dengan bijak. Sebagai seorang Ayahm Aditya merasa gagal sudah mendidik Indira,


namun tidak ada kata terlambat, dia masih bisa bmerubah Indira agar bisa


berlaku lebih baik lagi.


“Iya Pah … dan terimakasih banyak karena Papah sudah mau


mnegerti Nando.” Setidaknya Nando bersyukur karena dia memiliki ayah dan ibu


mertua yang baik padanya dan mau menerima Nando. Disisni Nando berpikir,


mungkin Indira juga ingin seperti dirinya, ingin tahu bagaimana rasanya


diperhatikan, bagaimana rasanya disayang oleh mertua dan yang pasti mereka


ingin mendapat doa restu tulus dari kedua orangtua Nando yang hingga kini masih


nampak belum setuju dengan keputusan Nando menikahi Indira.


Nando akui, mungkin ini adalah salahnya, andai saja waktu


itu dia tiak mengajukan diri untuk menikahi Indira, mungkin semuanya tidak akan


begini, juga pastinya pershabatan yang sudah terjalin baik antara Indira dan


Kanaya tidak akan rusak seperti sekarang ini. Namun, nasi sudah menjadi bubur,


baik Nando mupun Indira harus bisa menerima konsekuensi dari keputusan yang


mereka ambil.