Renalda

Renalda
New Chapter



Kepergian Rafa membawa hal baru kepada orang-orang yang ditinggalkannya. Dari yang biasanya berlima, kini sisa berempat. Jika ada Rafa dan Angga yang selalu bertengkar seperti anak kecil, kini hanya Angga yang sikapnya juga kian berubah. Tidak lagi se-menjengkelkan kemarin, lebih banyak diam seperti Randi.


Athena juga beberapa kali mengoceh memanggil papinya. Saat hal itu terjadi, maka Alda lah yang paling tersakiti.


Perusahaan Rafa kini diamanahkan pada Regan, wakil direktur Rafa. Lathief tentu saja tetap mengawasinya. Rumah Rafa ditinggali oleh seorang ART dan suaminya. Tapi saat akan tidur, mereka akan ke paviliun belakang rumah yang sejak dulu ditinggalinya. Rafa berpesan, agar ART dan suaminya yang merangkap sebagai tukang kebun tetap tinggal disana agar rumahnya tidak kosong.


Alda enggan kembali ke kota C. Mika sudah memilih tinggal di rumah 04 bersama Ivana. Ivana kebetulan sedang mengandung. Lagi gencar-gencarnya mengidam, meminta sesuatu yang dia inginkan.


Hans dan Karina sudah memilih untuk beristirahat dan menetap di kota A. Hal itu membuat Alda sedikit terhibur. Athena juga sudah bisa berjalan dengan lancar, tidak lagi tertatih-tatih, omongannya juga lebih jelas.


"Mama num" kata Athena sambil menunjuk gelas yang sengaja Alda simpan agak jauh dari Athena agar tidak tumpah.


Alda memberikannya pada Athena.


"Anak mama udah kenyang hmm?" tanya Alda.


Athena mengangguk.


"Nnyang mama" jawab Athena sambil mengelus perutnya.


Alda dan Karina terkekeh melihat tingkah Athena.


"Lucu bener cucu Oma" Karina mencium pipi Athena.


"Omaa" kata Athena.


"Kakak sama Oma yah, mama mandi dulu."


Athena mengangguk mendengar ucapan Alda.


"Mbak Ni, tolong liatin Athena. Alda mau mandi dulu" pinta Alda.


"Baik, nona" kata mbak Ni.


Ia menemani Athena bermain disudut ruang keluarga. Sejak mengetahui Ivana sudah mengandung, Alda membiasakan diri memanggil Athena dengan sebutan kakak.


"Kakaaak" panggil Mika dari depan.


Athena yang mendengar suara Mika pun berlari menuju sumber suara.


"Endong papa" ucap Athena sambil merentangkan tangannya minta digendong.


"Wangi bener anak papa." Mika begitu suka mencium bau Athena. Apalagi kalau Athena berkeringat, asem asem manja bau khas bayi.


"Ivana mana, Ka?" tanya Karina.


"Ivana lagi tidur, Oma. Kekenyangan sepertinya" jawab Mika yang sudah duduk disamping Omanya.


"Istri tidur kok kamu tinggalin?" omel Karina.


"Kakak tuh lagi kangen Athena, Oma." kata Mika mengenaskan.


"Bentar lagi kamu juga punya yang seperti Athena"


"Kan beda Oma. Pokoknya kakak rindu Athena." Mika sekarang begitu terpikat akan pesona anak kecilnya Rafa.


"Alda kemana, Oma?" tanya Mika yang tidak melihat keberadaan sang adik.


"Lagi mandi, tadi habis maka sama Athena" jawab Karina.


Mendengar jawaban sang Oma, Mika buru-buru pamit pulang. Tentu saja dengan Athena yang berada dalam gendongannya.


"Tuan, nona kecil mau dibawa kemana?" tanya Mbak Ni.


"Kamu disini aja, Ni. Istirahat sana. Athena mau aku bawa ke rumah." perintah Mika.


Mbak Ni tentu saja menurut. Hal ini bukan sesuatu yang baru. Sudah puluhan kali ia melihat Mika mengambil Athena jika Alda sedang tidak bersamanya. Tentu saja akan berakhir dengan Alda yang akan mengomel karena anaknya lagi-lagi dibawa pergi.


"Kakak mana Ni?" tanya Alda yang baru saja tiba diruang keluarga.


"Dibawa sama tuan Mika, nona" lapor Mbak Ni.


"Oma kemana?" tanya Alda lagi.


"Lagi ke belakang, nona. Temanin tuan Hans berkebun." jawab Mbak Ni.


Alda mengangguk. Ia akan memeriksa pekerjaannya sejenak sebelum mendatangi rumah Mika untuk mengambil anaknya kembali.


"Alexia, ikut aku ke ruang kerja" kata Alda.


Alexia mengangguk. Ia akan berada dikediaman Arunia setiap hari Senin hingga Jum'at, dari jam 8 sampai jam 3 siang. Alexia sekarang sedikit lebih santai, karena nonanya sekarang lebih banyak tinggal di rumah. Ia tak perlu lagi membatu tuan Brian di rumah sakit sambil menunggu nonanya pulang kerja.