
Setelah semalam mereka menghabiskan waktu untuk berpesta menyambut tahun baru, hari ini Lathief membawa keluarganya untuk pulang.
Hans dan Kirana akan menyusul setelah urusan yang disini selesai. Kedua orang tua tersebut memilih untuk menghabiskan masa tuanya di dekat sang anak, Aina.
"Oma, adek pulang dulu yah" ucap Alda kemudian memeluk sang Oma. Beberapa kali ia mendapat ciuman diwajahnya. Kirana begitu gemas dengan sang cucu.
"Hati-hati yah sayangnya Oma" kata Kirana.
Alda kemudian memeluk sang opa.
"Opa, adek berangkat yah" katanya.
Hans membalas pelukan sang cucu.
"Take cara, sweety" katanya.
Mika ikut memeluk opa dan omanya, pamit untuk pulang.
"Aba, umma, kami tunggu di rumah. Segera selesaikan urusannya, yah" kata Lathief pada kedua mertuanya.
"Aba dan umma jaga kesehatan, yah." Aina juga pamit pada kedua orangtuanya.
Hans dan Lathief mengangguk sambil tersenyum mendengar pesan dari anak dan menantunya.
Perjalanan terasa begitu singkat. Seperti baru saja ia meninggalkan rumah Hans. Dan kini mereka sudah sampai di Arunika's Residence.
"Wiuhhh, yang liburan di Turkey udah pulang nih" sambut Rafa memeluk Alda dan berhigh five dengan Mika.
"Ya iya dong" songong Mika.
Arwini, dokter bedah itu berlari terbirit-birit melihat anak gadisnya sudah tiba. Ia memeluk Alda begitu erat.
"Mama, anak gadisnya kehabisan napas itu" gemas Angga pada sang ibu.
Arwini terkekeh, kemudian melepas pelukannya. Ia kemudian mengecup wajah sang anak gadis.
"Makin kinclong aja habis liburan" katanya.
Alda terkekeh.
"Kan mama Wini yang jadi sponsor skincare nya" celetuk Alda.
✨✨✨
Kediaman 05 di Arunika's Residence begitu ramai. Nampak Rina membantu Priska menyiapkan makan malam, sedangkan Arwini dan Aina menyiapkan cemilan.
Diruang keluarga Lathief dan James melihat anak-anak sedang bermain play station.
"Tumben nih pak menhan dan Arwan gak ada" heran Lathief.
"Yah jadi menhan mah perlu sabar. Jadwalnya banyak, kesana kemari ngemban tugas negara. Arwan juga tiba-tiba dapat telpon katanya ada operasi mendadak." jelas James.
"Kok Lo gak terbang?" tanya Lathief heran .
"Kemarin aku re-sign." jawab James acuh.
"Lhaaa!?"
"Rafa bentar lagi lulus, minta kuliah diluar. Maminya rewel takut sepi. Ya udah, aku re-sign aja. De Luna balik gue yang ngurus" jelas James.
Lathief mengangguk mengerti.
De Luna iti sebuah airport resmi khusus jet pribadi. Beberapa pengusaha juga kadang ada yang bablas landing dan terbang disana. De Luna juga sebuah mall paling besar di kota tersebut. James jadi pilot cuman gayaan aja. Biar keren.
Pukul 9 malam, Arwan dan Erlan baru bisa bergabung. Arwan sudah nguyel-nguyel pipi anak gadis. Anak gadis juga tenang bener di pangkuan dokter bedah itu.
"Keren bener fotonya" Priska berdecak kagum melihat foto-foto yang Aina pamerkan.
Yah, selama liburan tidak ada yang boleh mengunggah foto atau video apapun. Itu aturan tak tertulis dari Aina. Biar bisa pamer, katanya.
"Kalau orang lain liat, mereka ngira nih anak dua sepasang kekasih." komentar Rina melihat potret si kembar.
"Untung aja itu model muka sama" lanjutnya.
"Lahh, mama papanya gak mau kalah" cibir Arwini.
"Rame bener liatin foto" celetuk Arwan.
"Liat deh pa, liburan nanti kita kesana deh" kata Arwini memperlihatkan sebuah foto pada sang suami.
"Boleh tuh. Sesekali liburan keluarlah." Erlan menyetujui.
"Ya udah. Kerja yang bener, biar bisa bawa anak bini liburan". petuah Lathief.
"Lah, kamu kira kita kerjanya maen-maen" James tak terima.
Melihat Alda yang sudah terlepas dari pelukan Arwan, Angga menarik sahabatnya menuju taman belakang. Ia begitu kasihan melihat anak gadis Arunika itu menjadi tawanan para bapak-bapak.
"Kasian bener jadi Alda" kata Randi.
"Gak papa deh jadi anak cowok aja. Daripada jadi anak gadis, tunggal pula. Ditawan bapak-bapak yang gak punya anak gadis kan serem" Rafa mulai ngaco.
"Gak gitu juga Ferguso" Mika menjitak kepala Rafa.
"Gimana nih, dek. Katanya ketemu Renal yah disana?" tanya Angga.
Alda mengangguk. Gak perlu heran, Mika pasti udah cerita keadaan disana.
"Ceweknya Renal cantik" kata Alda.
Mendengar kata cantik, mata Rafa berbinar.
"Gue tikung noh si Renal" katanya jahat.
”Mereka itu udah dijodohkan asal para saudara-saudara tahu" Mika mengumumkan.
"Lah. Alda, gak apa-apa kan?" tanya Randi.
"I'm okay guys." jawab Alda.