Renalda

Renalda
Renal's Birthday



Senyum Renal tak pernah luntur sejak ia mengetahui kalau Alda sedang mengandung. Ia begitu senang saat mendapat kabar bahagia itu.


Renal mengundang orang tua, mertua dan keluarganya untuk makan malam di rumah, sekalian untuk memberitahukan kepada mereka semua tentang kabar baik ini.


Sejak tadi ia melarang Alda untuk berbuat ini itu. Alda hanya dibiarkan untuk duduk, tidur dan makan.


"Ma, mawu gindong" Athena merentangkan kedua tangannya pada Alda, meminta untuk digendong.


Alda melihat ke arah Renal. Menunggu bagaimana respon Renal.


Athena yang sedang duduk di karpet di angkat untuk duduk di sofa, berdekatan dengan Alda.


"Kak, mau adik nggak?" tanya Renal.


"The?"


Renal mengangguk.


"The mau punya adik gak? Seperti anaknya om Sandi."


"Ucu emoyy" oceh Athena.


"Iya, adiknya lucu, gemoy. Mau nggak?" tanya Renal.


Athena mengangguk.


"Mawu de dek ucu, emoy" katanya.


Alda terkekeh kecil melihat pemandangan di depannya.


"Di perut mommy ada dedek. Athena gak boleh nakal yah, gak boleh nyusahin mommy, gak boleh minta gendong sama mommy" Renal mencoba memberi pengertian pada bayi dua tahun itu.


"Mama no momi no momi" kata Athena.


Renal mengangguk.


"Iya, mama. The gak boleh yah nyusahin mama"


"Ciap dedi" kata Athena.


✨✨✨


Sejak sore tadi kediaman Renal mulai ramai. Aina, Karina juga Weni begitu antusias saat tahu anak dan menantunya mengundangnya makan malam. Apalagi ia diberitahu kalau menantunya itu berulang tahun hari ini.


Luna, Dina dan Raka juga datang beberapa saat setelah kedatangan besannya.


"Papa mana, ma?" tanya Alda. Ia belum melihat sosok papanya.


"Masih di rumah. Nanti kesininya bareng opa dan kakek" jawab Aina.


Pelayan rumah Alda berjalan hilir mudik mengisi meja makan.


"Halo sayang" sapa Aina saat melihat Ivana sudah datang.


"Mama" Ivana memeluk mertuanya, nenek, Oma, Alda dan Dina.


"Mika dimana?" tanya Alda.


"Di depan, bareng Renal dan pak Raka." jawab Ivana.


Alda mengangguk.


"Athena mana, Al?" tanya Dina.


"Tadi dibawa pergi sama Angga dan Randi. Ngambil kue untuk Renal" jawab Alda.


"Nggak manja lagi yah?" tanya Aina.


"Masih, ma. Sekarang malah makin parah, gak mau liat mama dan Daddy nya pelukan" adu Alda.


Semuanya tertawa kecil mendengar curhatan Alda.


"Iya, nak. Butuh kesabaran lebih untuk membesarkan mereka" kata Weni.


"Ivana juga yah, yang sabar kalau cucu mama udah lahir" Aina mengelus rambut Ivana.


"Ajarin aku yah ma" pinta Ivana.


Aina mengangguk.


"Tentu saja, sayang" katanya.


Semua orang sudah hadir. Meja makan sudah penuh, kursinya juga terisi penuh. Masing-masing mengambil makanan sesuai kebutuhan mereka.


Setelah makan malam, semuanya berlalu ke taman belakang.


"Semuanya, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk dinner yang alakadarnya ini. Selain karena saya berulang tahun, ada hal lain yang akan saya beritahukan. Alda sedang mengandung" jelas Renal.


"Waaaah" seru semua orang.


Raut bahagia terpancar di wajah semuanya.


"Selamat, sayang" Aina mengecup seluruh permukaan anaknya.


Dina juga melakukan hal yang sama.


"Wahh, selamat Al" kata Ivana sambil memeluk Alda.


"Terima kasih" Alda juga begitu senang.


"Pantas kali yah Athena manja gitu, rewel juga" ucap Luna.


"Iya, biasanya kalau mau ada adiknya yah manja" Weni mengiyakan ucapan besannya.


"Bentar lagi Athena punya adik yah sayang" Karina mencium pipi Athena yang sedang berada di pangkuannya.


"De dek, Oma" oceh Athena.


"Iya, Athena bakal punya dedek. Jadi kakak yang baik yah nak" Luna ikut menemani bicara bayi itu.


"Ciyaaap oma Yuna" kata Athena kemudian tertawa.


Ketiga orang tua itu tertawa melihat ekspresi dari sang bayik. Gemesh.


"Mau kado apa, Ren?" tanya Ares.


"Gak mau apa-apa, kek." jawab Renal.


"Buehh, sombong bener" Hans menimpali.


"Hooh, mulai sombong dia, gak mau kado" Mika mengompori.


"Kado dari Alda sangat cukup untuk Renal" ucap Renal.


"Ini nih contoh anak yang baik." Lathief menepuk pundak Renal.


"Malu dia." goda Raka.


Renal terkekeh mendengar ucapan Raka.


"Jan malu, Ren. Ngelunjak aja" kata Angga.


"Iya, Ren. Ngelunjak minta yacht seperti tuan muda Mika Alfath" Randi ikut menjatuhkan Mika.


Mika menggeplak kepala Randi dan Angga.


"Aku gak pernah minta yah" katanya


Raka, Lathief, Ares dan Hans tertawa kecil melihat pertengkaran anak muda di depannya. Mereka bukan lagi anak kecil, tapi masih bertingkah seperti anak kecil. Anak-anak memang akan selalu menjadi anak kecil bagi orangtuanya.