
Rafa menganga membaca DM yang masuk. Alda disampingnya sudah merenggut sejak tadi. Rafa tentu tak lepas dari amarah Alda. Sejak tadi kupingnya menjadi bahan kekesalan Alda.
"Aku tuh malu, Raf" ucap Alda.
"Rasain" Angga memeletkan lidahnya ke Rafa.
"Sorry, Al. Lagian lucu kok" belanya.
"Tapikan tetep maluu" Alda mengusap wajahnya.
Semuanya diam. Membiarkan mood Alda kembali baik. Tidak ada yang berani berkata.
Sebagian orang ini hanya insta story biasa, ala anak remaja lainnya. Tapi Alda kan tetap malu. Baru kali ini sisi lainnya terlihat orang lain.
Kapal berlabuh di dermaga pulau E. Pulau yang terkenal dengan resort nya yang begitu indah, pasir putihnya dan juga komodonya.
"Kapten, kami akan kembali setelah makan malam. Kapten dan yang lain silahkan menikmati waktunya" kata Mika.
Sang kapten mengangguk.
"Have fun, tuan" katanya kemudian membungkuk sejenak.
Panasnya matahari masih begitu terasa. Siang menjelang sore kali ini mereka habiskan di resort. Resortnya cukup luas, ada lingkaran sofa, 1 kamar tidur, dapur dan tentu saja kolam renang pribadi yang langsung menghadap ke laut. Tak lupa TV, kulkas dan juga pendingin ruangan.
Rafa sudah mengambil posisi rebahan di sofa, disamping kirinya ada Angga sedangkan disebelah kanan Randi. Alda tentu saja tidur di kamar. Jangan lupakan Mika yang ikut tidur di kamar ketimbang bersama tiga orang lainnya yang memilih sofa.
Mereka tidur begitu nyenyak. Mungkin karena terlalu lelah bernyanyi.
Alda yang bangun lebih cepat. Ia bersih-bersih sebelum memesan makanan untuk makan siang mereka, yang sebenarnya lebih cocok dinamakan makan sore.
Tak perlu menunggu lama, pesanan datang diantar oleh pegawai resortnya. Alda membawanya menuju pinggir kolam renang. Biarlah mereka makan sambil menikmati indahnya senja.
"Cepat amat bangunnya, Al" kata Randi yang mengambil duduk disebelah Alda.
Randi mengelus rambut Alda, sesekali menciumnya.
"Harum banget rambutnya" ujar Randi.
"Yah kan abis keramas" kata Alda menanggapi.
Hidungnya begitu sensitif mencium aroma makanan.
"Kalian aja yang berenang, aku mager tauu" tolak Alda.
Rafa tanpa permisi membuka kaosnya, nampak roti sobek yang begitu menggoda.
"Pamer aja tuh otot" seloroh Randi ikut makan pizza.
"Iri, bilang boss" sarkas Rafa yang sudah basah kuyup.
Mika juga mendekat, tanpa atasan. Ia juga ikut nyebur ke kolam renang. Tak lama, Angga ikut duduk. Nyawanya belum terkumpul. Ia minum jus jeruk lebih dulu kemudian makan.
"Siapa nih Al yang paling seksi?" tanya Angga.
"Aku dong" jawabnya pede.
"Yeuhhh, pede sekali Anda" teriak Rafa dari kolam renang.
"Sirik aja" sarkas Alda.
Ia memotret dirinya, Angga dan Randi. Masing-masing kepala dua lelaki itu meyandar di pundak Alda.
Klik
"Woii tungguin" teriak Rafa.
Mika juga tak ingin ketinggalan. Ia mengambil ponsel Alda. Ia dan Rafa duduk didepan.
"Seksi sekali epribadeh" puji Alda.
"Akhirnya adek gue ngakuin gue seksi" syukur Mika kemudian mengecup pipi Alda singkat.
"Basah, Ka" Alda mengelus pipinya sendiri.
Mika hanya tertawa senang, berhasil membuat kesal adiknya. Ia kembali berenang, diikuti Rafa, Angga dan Randi.
Badan mereka tidak bisa dibilang biasa aja. Mereka bagaikan dewa dari langit. Wajah yang tampan juga badan yang cukup membuat para gadis menjerit-jerit bila melihatnya. Alda tentu menjadi pengecualian dari gadis-gadis tersebut. Melihat mereka setengah naked sudah menjadi hal biasa baginya. Bahkan dirinya kadang ikut memakai baju renang yang cukup terbuka bersama mereka jika moodnya sedang baik.