
Keadaan Athena kian membaik. Hari ini ia sudah diperbolehkan untuk pulang, tapi tetap harus melakukan beberapa cek up.
"Wahh, anak papa udah bisa pulang" seru Mika. Yah, Mika baru sempat datang untuk melihat The. Ia baru saja pulang dari RelFath.
"Puyang" oceh Athena sambil bertepuk tangan.
Mika mengelus kepala Athena dengan sayang. Anak ini sudah begitu kuat melawan rasa sakitnya, ucap Mika dalam hatinya.
"Ayo, bang." Ajak Renal yang hendak menggendong Athena.
Mika menggeleng.
"Aku yang gendong deh. Rindu soalnya" kata Mika. Ia membawa Athena pada gendongannya.
Renal mengangguk mengerti. Ia merangkul pinggang istrinya untuk mengikuti langkah Mika.
Saat sudah sampai di parkiran, The tidak mau turun dari gendongan Mika.
"Cama papa" katanya. Alda berusaha mengambil The dari gendongan Mika.
"Biar sama aku dek. Rumahnya juga deketan ini" kata Mika.
"Iya, Al. Udah. The rindu kali sama papanya" Renal mengusap bahu Alda.
Alda mengangguk. Ia kemudian masuk ke mobil dimana sudah ada Abdi yang menjadi sopirnya. Renal tentu saja berada di mobil yang sama dengan Alda.
Mika juga naik ke mobilnya. Bahkan saat di mobil pun, ia masih memilih untuk memangku The ketimbang ia dudukkan disampingnya.
✨✨✨
"Welcome Home, cucu Omaaa!" seru Aina dan Dina saat The memasuki rumah.
The terkekeh kecil, ala anak bayik. Ia bertepuk tangan saat melihat banyak balon di rumahnya.
"Bayooon" katanya.
Aina mencium pipi gembul cucunya.
"Suka nggak?" tanyanya.
"Cuka" jawab Athena sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Wahh, lutunaaa" Dina juga begitu gemes.
"Yaudah, makan dulu ayok." ajak Aina.
Ternyata di meja makan sudah ada Lathief, Raka, Ares, Hans, Weni, Karina, Jake dan Ivana.
"ka mu capa?" tunjuk Athena pada Jake.
Mika menurunkan tangan The yang menunjuk Jake.
"Gak boleh tunjuk-tunjuk, nak. Ayo salim dulu sama uncle Jake" kata Mika lembut.
The turun dari gendongan Mika. Ia berjalan ke arah Jake.
"Cayiiim an ke Jek" Kata Athena sambil mencium punggung tangan Jake.
Semuanya begitu senang saat melihat pertumbuhan Athena yang bisa dibilang cukup baik.
"Nak, ayo bilang makasih sama om Jake" Alda jongkok di depan The.
The melihat sekilas wajah Jake. Kemudian melihat lagi mamanya.
"Ayo, sayang"
"Maacii an ke Jake" ucap Athena.
Yah, Athena memang baru beberapa kali bertemu dengan Jake dan Brandon. Beda lagi dengan Brian, saat di kota C, mereka nyaris setiap hari ketemu. Sedangkan kesibukan Jake berada di RelFath dan Jake juga belakangan ini jarang ke kota A, hal itulah yang membuatnya nyaris tidak pernah bertemu dengan The. Ia mengurus beberapa asset Arunika bersama Brandon, Brian dan Mika.
Makan siang yang dirangkaikan dengan perayaan kepulangan The begitu terlihat bahagia. Ada banyak tawa di dalamnya, juga kebahagiaan.
Ares dan Hans berhasil membuat keluarganya bahagia, ia berhasil menjadi tetua.
"Aku begitu bahagia saat seperti ini" akui Hans.
Ares mengangguk.
"Bonus di usia senja memang selalu baik. Bersyukur kita dititipkan anak-anak dan cucu-cucu yang begitu lucu dan luar biasa" kata Ares.
"Meskipun Tuhan harus memanggilku untuk kembali, aku rasa aku sudah siap. Melihat mereka tersenyum begitu membuatku merasa bahagia" lanjut Ares.
"Kita harus panjang umur, Ares. Setidaknya sampai melihat para cicit kita lahir" sergah Hans.
Ares mengangguk. Mereka sedang berbincang-bincang di taman belakang rumah. Dimana dari tempat ia duduk, ia bisa melihat istri, anak, besan, menantu dan cucu-cucunya tertawa bahagia.
"Maaf, apakah kakek dan opa memanggil Renal?" tanya Renal. Ia ikut duduk bersama dua orang tua itu.
Ares mengangguk. Tak lama, Mika juga ikut bergabung.
"Kak, pulau RelFath sudah menjadi milik kakak sekarang. Pulau Athena kakek berikan kepada Athena. Dan untuk Renal, baru kemarin pemerintah menjual sebuah pulau diujung timur negara ini, pulau itu ku beri nama Renalda. Bantu Alda untuk mengurusnya, membenahi, memajukan juga mensejahterakan pulau itu." Jelas Ares.
"Kakek ngapain sih ngomong gitu? Kakek masih cukup kuat untuk mengurus tiga pulau itu" ucap Mika.
Ares menggeleng.
"Segala bukti dan surat-suratnya sudah kakek urus. Kalian jadilah lelaki yang bijaksana, bertanggung jawab dan tentu saja lembut hatinya. Apalagi Renal, ia mendapat tugas tambahan untuk membesarkan The yang bukan anaknya"
"The sudah jadi anakku, kek." Renal mengoreksi ucapan Ares.
"Beri nama Arunika dibelakang nama Athena. Athena Mahendra Arunika." kata Ares.
"Opa gak bisa ngasih banyak seperti kakek kalian. Opa hanya punya kebun anggur dan pabriknya, juga beberapa pabrik bahan pangan. Ka, udah punya kan yah kartu yang kekek beri?" tanya Hans.
Mika mengangguk.
"Ren, Alda juga punya kartu yang sama dengan Mika. Kemarin baru saya uruskan untuk The. Aina juga punya. Setiap bulan uangnya akan masuk ke dalam kartu kalian itu. Kalian gak perlu pusing untuk mengelola nya, karena kakek sudah punya orang-orang disana. Kalian hanya perlu bekerjasama mempertahankan usaha opa" kata Hans.
"Apaan pula ini? Ngomongnya kok tiba-tiba?" tanya Mika heran.
"Biar besok lusa gak terjadi pertumpahan darah karena harta warisan" canda Ares yang membuat orang-orang disana tertawa