
Athena kini sedang bermain dibelakang rumah Rafa. Tentu saja bersama Rafa. Alda sedang bersiap-siap untuk menemani Athena jalan-jalan.
"Sorry, bang, gue telat. Habis nganter mama belanja" kata Renal ikut duduk disebelah Rafa.
"Dediii" sapa Athena.
"Cantik banget kamu, nak" Renal mencubit pipi Athena.
"Lo udah yakin milih Alda meskipun ada Athena diantara kalian?" tanya Rafa tanpa basa basi.
Renal mengangguk yakin.
"Gue yakin, bang. Malah gue yang takut Alda gak nerima gue" jawab Renal.
"I know Alda so much, Ren. She is A good girl, very very good person. Seumur hidup gue sahabatan sama dia, gue gak pernah lihat dia ngecewain orang lain atau buat orang lain sedih. She like angle. No, she is angle in this world. Lo cukup meyakinkan diri Lo dulu, sebelum ngeyakinin Alda" kata Rafa.
Renal mengangguk mengiyakan perkataan Rafa. Benar, Alda bagai malaikat nyata di bumi.
"Ren, gua titip anak gua. Jaga dia dengan baik, perlakuin dia seperti anak-anak Lo nanti. Secara hukum dia udah legal diasuh oleh Alda. Surat-suratnya udah diatur oleh Okan dan om Lathief. Jika nanti Athena buat lo gak nyaman, balikin dia ke Okan. Semua tentang Athena udah gua siapin, ini gua titip Lo kasih Alda jika seandainya Tuhan benar-benar manggil gue" Rafa memberikan black card kepada Renal.
"Itu akan terisi tiap bulan. Harta dan segalanya udah diatur Okan juga, om Lathief juga tahu, ia yang menjadi saksinya. Jika nanti mama kandungnya Athena datang dan minta dia, Lo tinggal hubungin Okan." lanjut Rafa.
"Bang, apaaan sih Lo? Gue yakin Lo bisa" Renal melihat raut wajah Rafa yang putus asa.
"I want, but I can't" kata Rafa.
"ANAK CANTIIK" teriak Alda.
Teriakan Alda menghentikan percakapan antara dua orang tersebut. Rafa segera mengubah raut wajahnya.
"Alda udah datang, tolong temanin mereka jalan yah Ren" suruh Rafa.
"Lha, bang, gimana maksudnya ini?" tanya Renal.
"Lo belum ada ngobrol sama princess. Sana gih" Rafa memberikan Athena pada Renal.
"Hai, Al" sapa Renal canggung.
"Al, Renal ikut kalian yah. Gue khawatir kalau perginya cuma sama Athena." kata Rafa.
"Gak ngerepotin?" tanya Alda tak enak.
"Santai Al. Dia gak bakal jatuh miskin kok kalau cuman nemenin kalian" seloroh Rafa.
Alda mengangguk. Ia mengambil Athena dari gendongan Renal.
"Raf, aku pergi dulu. Istirahat gih" kata Alda.
Rafa membawa Alda pada pelukannya. Ia memeluk Alda dan Athena cukup lama, mencium seluruh permukaan wajah anaknya, tak lupa mengecup kening Alda yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
"Everything will be fine. Kalian hati-hati" ucap Rafa.
Alda juga mencium pipi Rafa sekilas.
"Say goodbye to papi, nak" suruh Alda.
"bii papi" oceh Athena yang dibalas usapan lembut oleh Rafa.
"Gue pamit yah bang" kata Renal.
Rafa mengangguk.
"Jagain mereka yah, Ren" pesan Rafa.
Renal mengangguk kemudian mengikuti langkah Alda yang sudah berdiri disamping mobilnya. Ia lalu membuka pintu untuk Alda agar lebih mudah masuk ke mobil.
Rafa mengantar mereka hingga ke mobil. Membalas lambaian tangan Athena yang terlihat begitu senang saat tahu ia hendak bepergian. Mobil perlahan mengecil, hingga menghilang dan bergabung dengan kendaraan yang lain.