Renalda

Renalda
Holiday



Terlihat beberapa mobil berbaris rapi. Keluarga Erlan, Arwan dan James pamit untuk pulang lebih dulu. Mereka akan melanjutkan liburan di tempat yang berbeda-beda.


"Gak ada yang ketinggalan, kan?" tanya Lathief.


"Gak ada kok. Aman semuanya" jawab Erlan.


Arwan dan James mengangguk mengiyakan.


"Na, kami pamit dulu yah." kata Priska sambil bercipika cipiki diikuti Rina dan Arwini.


"Makasih yah sudah meluangkan waktunya untuk nginep disini" Aina berterima kasih.


"Apaan sih, Na. Harusnya kami yang bilang makasih, udah disiapin segalanya untuk liburan kali ini" kata Rina.


Mereka terkekeh.


"Hati-hati yah kalian. Sampai jumpa pekan depan" ucap Aina.


Sementara di dekat mobil yang berbaris rapi, Alda jadi bahan rebutan Rafa, Angga dan Randi.


"Peluknya gantian ihh. Kasian adek gue" jengkel Mika melihat ekspresi sang adik yang sudah pasrah.


Mendengar ucapan sang kakak dari gadis yang menjadi bahan rebutan, mereka bergilir memeluk Alda.


"Mik, jagain adek gue yah" kata Rafa.


"Hooh, jagain yah kesayangan gue" Angga ikut menimpali.


"Terserah Lo pada deh" pasrah Mika.


Yang punya adik siapa, yang heboh siapa. Ya kali dia gak ngejagain adiknya sendiri.


"Dedek, sampai jumpa pekan depan" pamit Randi.


Alda mengangguk. "Rafa, Randi, Angga hati-hati yah di jalan. Jangan lupa kirimin foto-fotonya"


"Siap tuan putri" jawab semuanya.


Mobil yang ditumpangi tiga keluarga sudah tidak terlihat lagi.


"Kakak dan adek juga siap-siap yah. Kita balik hari ini" perintah sang papa.


Dua bersaudara itu mengangguk mengerti, kemudian menuju kamar masing-masing untuk bersiap kembali ke Arunika's Residence.


Perjalanan pulang cukup melelahkan. Keluarga Lathief terjebak macet di jalan. Mereka tiba jam dua siang.


"Kakak, adek, bersih-bersih dulu. Kemudian istirahat" ucap Aina lembut.


Mika dan Alda yang memang merasa lelah, tanpa menunggu lama mereka berjalan ke kamar masing-masing untuk segera beristirahat.


Lathief mencium kening sang istri kemudian menjawab, "Ya jadi, ma. Papa udah minta Jake untuk ngurus keberangkatan kita"


Karena tetangga punya acara sendiri di libur tahun baru, Lathief memutuskan untuk membawa keluarganya untuk liburan di tempat kelahiran sang istri, Aina. Yaitu di Turkey.


Aina Atmadja, ia lahir di Turkey. Ayahnya seorang pebisnis sekaligus seorang ahli dibidang pertanian. Saat muda,sang ayah memilih melanjutkan pendidikan di Turkey serta membuka usaha kebun buah sayur. Dari sana ia menemukan cintanya, yaitu ibu Aina,


"Anak-anak capek gak yah kita bepergian terus?" KH khawatir Aina.


Lathief terkekeh mendengar pertanyaan sang istri.


"Kayak gak tahu aja gimana anak-anak. Gunung aja mereka daki, tuh"


✨✨✨


Turki atau disebut Turkiye dalam bahasa setempat. Sebuah negara besar yang terdapat di wilayah Eurasia. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara.


Negara ini dikenal sebagai negara transkontinental atau negara lintas benua. Berbatasan dengan laut Hitam di sebelah utara dan laut Marmara yang menandai batas wilayah Eropa dan Asia.


"Finally, liburan ke rumah oma" Alda berseru senang berlari memasuki sebuah rumah. Ia melihat seorang perempuan berdiri merentangkan tangannya, meminta untuk segera dipeluk.


"Rindu Oma banyak-banyak" ucapnya mengecup seluruh permukaan wajah sang Oma.


Kirana yang mendapat perlakuan tersebut pun terkekeh ringan.


"Cantik sekali cucu Oma" katanya.


"Kan Omanya juga cantik" Alda menggoda sang Oma.


Seorang pria berusia 63 tahun dengan badannya yang masih tegak dan terlihat kuat mendekati sumber keributan.


"Oma aja nih yang dirindukan" ucapnya merajuk.


"Opa sama kakak aja, sini" Mika memeluk Hans Atmadja.


Hans Atmadja terkekeh, merasa bahagia dikunjungi oleh sang anak dan para cucu.


"Aba, umma" Aina memeluk kedua orang tuanya. Diikuti Lathief.


"Aba, Umma apa kabar?" tanya Lathief.


"Aba masih kuat untuk menambah lahan 10 hektar untuk ditanami anggur" jawab Hans bercanda.


"Umma juga masih sanggup untuk membantu abamu" jawab Karina.


"Aba ihh, udah tua juga. Ikut aja yuk pulang" Aina mencoba peruntungannya untuk membawa pulang kedua orang tuanya.


Karina dan Hans tertawa mendengar bujukan sang anak.