
Resepsi berakhir sebelum gelap menyapa. Ares meminta pasangan pengantin baru tersebut untuk memisahkan diri dari mereka. Sempat terjadi perdebatan singkat, karena Alda kekeuh ingin membawa Athena tapi dilarang oleh Ares.
"Tapi kek, tolong bawa Athena besok" pinta Alda.
Ares menyetujui syarat Alda.
"Kalian pergilah. Alexia ikut untuk kalian juga seorang supir bersamanya" perintah Ares.
Alda mengecup pipi Athena yang sedang tertidur dalam pelukan Weni. Berat rasanya meninggalkan Athena meskipun hanya semalam. Alda dan Renal tak lupa pamit pada orang tua mereka, juga Erlan, Arwan, Arwini, Priska dan juga Abraham.
Sesekali terdengar godaan dari Mika dan Angga, Angel pun turut ikut serta.
"Buatin yang banyak, Ren. Biar neneknya gak pada rebutan" ucap Mika yang mendapat cubitan dari Ivana.
Mika hanya nyengir.
"Peace, sayang" katanya sambil menaikkan jari tengah dan telunjuknya membentuk huruf V.
"Gue pesan yang kayak Athena" ucap Angga.
"Kalau bisa yang kembar kayak gua dan Brian" teriak Brandon.
"Awas Al, Renalnya gigit" Angel ikut ngomong.
Alda menatap ke arah Jake dan Randi yang hanya diam. Menyadari tatapan Alda kepadanya, keduanya berkata
"Have fun"
Wajah Alda memerah, malu. Renal kemudian pamit sekali lagi kemudian merangkul istrinya menuju mobil.
"Kita akan kemana Alexia?" tanya Alda pada PA nya.
"Tuan Ares meminta kami mengantarkan anda ke bukit, nona. Anda akan menghabiskan malam disana" jawab Alexia.
"Kalian akan kemana setelah mengantar kami?" tanya Alda.
"Kami akan kembali ke kediaman tuan Ares. Dan membawa Athena besok hari" jawab Alexia sopan.
"Apakah tempatnya aman?" tanya Renal.
"Tentu saja, tuan. Beberapa orang menjaga tempat itu. Tapi tenang saja, mereka tidak akan menggangu"
Renal mengangguk puas atas jawaban Alexia.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mereka sampai di halam sebuah bangunan yang terbuat dari kayu. Pahatan kayunya begitu rapi, sehingga bangunan terlihat begitu elegan. Pohon jeruk juga apel berjejer sepanjang halaman, pohon rambutan juga. Serta pohon anggur yang merambat.
Alexia masuk terlebih dahulu untuk menemui orang yang bekerja di tempat tersebut.
"Selamat datang, tuan, nyonya" sapa seorang perempuan paruh baya.
Alexia lalu menunjukkan kamar untuk mereka kemudian pamit pulang.
"Alexia, tolong bawa Athena saat matahari sudah terbit esok hari" pinta Alda.
Alexia mengangguk.
"Selamat malam tuan, nyonya" katanya sebelum meninggalkan tempat itu.
Alda melihat mobil yang membawa Alexia pergi hingga tak terlihat. Ia kemudian memasuki kamar, dimana sudah ada Renal yang sedang berdiri di jendela.
"Halo, suami" sapa Alda.
Ia ikut berdiri di jendela. Menikmati kebun buah-buahan yang terlihat begitu subur.
Renal terkekeh. Ia merangkul pundak kecil istrinya.
"Halo juga Mrs. Renaldi" kata Renal.
Alda terkekeh. Ia memeluk pinggang Renal.
"Terima kasih, Al. Sudah bersedia menghabiskan waktu denganku." ucap Renal. Ia sesekali menghirup aroma strawberry dari rambut Alda.
"Juniorku adalah suami ku" kata Alda kemudian terkekeh kecil.
Renal juga ikut tertawa.
"Senior ku yang galak adalah istriku" balas Renal.
"Aku galak yah?" tanya Alda.
Renal menggeleng.
"Bukan galak, lebih ke dingin gitu. Orang-orang bakal takut kalau sudah nyebut nama kamu. Sampai-sampai teman ruanganku waktu itu segan untuk ngomong sama kamu" jawab Renal.
Alda terkekeh.
"Sekarang kamu juga masih segan?" tanya Alda.
Renal menggeleng.
"Tentu saja tidak. Kamu istriku sekarang, milikku. Sekarang bukan lagi segan, tapi sudah tahap mencintaimu." kata Renal sebelum memberikan ciuman singkat di bibir Alda.
"First kiss ku" rengek Alda yang mengundang tawa dari Renal.
Alih-alih menghentikan godaannya, Renal kembali me**mat bibir Alda semakin dalam, memulai perjuangannya untuk menghadirkan malaikat di dalam perut Alda.