Renalda

Renalda
Weekend



Semalam Renal mengajak Alda dan Athena untuk liburan ke puncak. Keluarga Maheswari menyambut kedatangan Luna dengan merayakannya di puncak, sekaligus dirangkaikan dengan syukuran atas kehamilan Angel. Ya, Angel juga tengah mengandung.


"Om, saya bawa Alda dan Athena dulu." pamit Renal pada Lathief.


"Kalian hati-hati" ucap Lathief.


Alda mengecup pipi papanya. Tak lupa Lathief balas dengan mencium kening anak dan cucunya. Lathief melihat mobil yang membawa anak dan cucunya pergi, barulah ia kembali masuk ke rumah.


Sekarang masih terlalu pagi, baru jam 6. Mereka memilih pergi lebih cepat demi menghindari kemacetan.


"antuk mama" Athena menguap lebar.


"Kakak tidur lagi yah" Alda menepuk nepuk bahu Athena agar tertidur.


Renal meminggirkan mobilnya. Ia meminta Alda duduk dibelakang, agar Athena bisa tidur dengan leluasa. Alda tentu saja menyetujuinya. Perjalan masih jauh.


Alda menata tempat tidur untuk Athena. Ia mengambil guling kecil sebagai penahan agar Athena tidak jatuh.


"Kamu kalau ngantuk tidur lagi aja" kata Renal.


Alda mengangguk. Ia memang sedikit mengantuk.


"Kamu hati-hati bawa mobilnya" ucap Alda.


"Siap, mama" goda Renal.


Semburat merah nampak dipipi Alda. Alda menutup matanya, mencoba memasuki alam mimpi.


Saat hampir sampai, Alda terbangun. Ia melihat Athena yang masih tertidur nyenyak.


Renal menghentikan mobilnya di depan sebuah villa yang cukup besar. Sudah ada beberapa mobil yang terparkir di halaman.


Dina terlihat tergesa-gesa mendekati mobil Renal. Ia begitu senang saat tahu Alda dan Athena akan ikut bersama Renal kesini.


Alda menyalami Dina dengan sopan begitu ia keluar dari mobil.


"Selamat datang , sayang" sapa Dina.


"Terima kasih Tante" balas Alda.


"Cucu mama mana?" tanya Dina yang tidak melihat keberadaan Athena.


"Athena sedang tidur ma. Mama ajak Alda masuk dulu, Athena biar aku yang gendong" jawab Renal.


Dina menggandeng tangan Alda memasuki villa.


"Hai kak Aldaaa" sapa Angel yang terlihat begitu ceria.


Alda melambaikan tangannya membalas sapaan Angel.


"Kakak ke atas gih, istirahat dulu" suruh Angel.


"Iya, sini. Mama antar" Dina lagi-lagi memanjakan Alda. Ia mengantar Alda hingga ke kamar.


"Alda bisa bantuin Tante masak kok" ucap Alda tak enak.


Dina terkekeh.


"Alda istirahat dulu. Acaranya nanti malam. Waktunya masih banyak" kata Dina.


Renal datang membawa Athena yang masih tertidur. Ia menidurkan Athena di tempat tidur yang ada di kamar tersebut. Renal mengecup kening Athena sebentar, sebelum pamit untuk ke kamar sebelah.


Hal itu tak luput dari penglihatan Alda dan Dina.


"Renal kelihatan daddy-able banget" kata Dina.


Alda mengangguk.


"Anak mama baik kan ,Al?" tanya Dina.


"Renal baik Tante" jawab Alda apa adanya.


"Yaudah, kamu istirahat gih. Nanti barang-barangnya dibawa Renal kesini" kata Dina sebelum keluar dan menutup pintu kamar yang Alda tempati.


Angel yang sedang makan rujak begitu ingin menjahili Renal.


"Hot Daddy datang tuh" ucap Angel keras agar Renal mendengarnya.


Renal mendengus. Tapi tetap mendekati Angel. Ia ikut memakan rujak punya Angel.


"Jangan banyak-banyak Ren, ini punya aku" kata Angel.


"Pelit banget" cibir Renal.


"Ini tuh limited edition. Rian yang buat."


Renal menoleh ke arah Rian, seakan meminta kepastian atas perkataan Angel.


Rian mengangguk.


"Lagi ngidam dia, pengen makan rujak tapi aku yang buat" katanya.


Renal cukup takjub. Rian, si buaya pada zamannya kini berhasil ditaklukkan oleh Angel. Bahkan ia sampai membuat rujak untuk istrinya, padahal Renal yakin, Rian bahkan tidak tahu bentuk garam.


"Mukanya b aja dong. Entar Alda ngidam Lo juga bakal dibikin jungkir balik" Rian menimpuk Renal dengan bantal sofa.