
Setelah Okan dan keluarganya pamit, Alda lebih banyak melamun. Sesekali Renal mendapati Alda dengan tatapan kosongnya.
Renal memeluk Alda dari belakang.
"Kenapa, sayang?" tanya Renal.
Alda memegang tangan Renal yang sedang melingkar di perut nya.
"Athena gak bakal kemana-mana kan?" tanya Alda.
Renal mengeratkan pelukannya.
"Athena bakal sama kita terus. Kita yang akan menjadi orang tuanya, kita yang akan menjadi rumahnya, tempat dia kembali" jawab Renal menenangkan.
Renal mengelus perut Alda dari luar bajunya.
"Ren, tangannya" tegur Alda.
Renal tidak menghiraukan nya. Ia tetap mengelus perut Alda. Ia menempatkan kepalanya diceruk leher Alda.
"Baby nya udah jadi belum yah?" tanya Renal.
"Kamu pengen banget punya baby?" tanya Alda.
Renal mengangguk antusias.
"Maaf yah" ucap Alda.
Renal menghentikan elusannya pada perut Alda. Ia kembali mengeratkan pelukannya.
"Kenapa sih, yang? Barangkali ini belum waktunya. Gak usah minta maaf gitu" kata Renal menenangkan.
Ketukan pintu menghentikan kegiatan mereka.
"Mamaa" panggil Athena sambil mengetuk pintu dengan telapak tangannya yang kecil.
Alda hendak berjalan membuka pintu untuk Athena, tapi ditahan oleh Renal.
"Aku aja, yang" kata Renal.
Alda mengangguk. Ia berjalan menuju ranjang.
Athena berjalan dengan langkah kecilnya menuju ranjang dimana Alda sedang duduk.
"Mama" panggil Athena sambil berusaha menaiki tempat tidur king size mamanya.
Renal membantu Athena. Kemudian berbaring di ranjang. Athena yang melihat Daddy nya pun dengan cepat duduk di perut sang Daddy. Ia membaringkan tubuh kecilnya di dada bidang sang ayah. Renal menepuk pelan pantat Athena.
"Kakak udah makan belum?" tanya Alda.
"Da mama" jawab Athena.
Alda mengelus rambut Athena. Anaknya sudah sebesar ini, sudah cerewet dan tentu saja makin menggemaskan.
Renal merentangkan tangannya.
"Yang, tidur sini" tunjuk Renal pada lengannya.
Alda dengan cepat ikut berbaring, menjadikan lengan suaminya menjadi bantal.
"Mama bobo"
"Bobo peyut dedi?"
Renal terkekeh.
"Kakak mau tidur di perut Daddy?" tanya Renal.
Athena mengangguk.
"cukaa" katanya.
Alda gemas. Ia mencium pipi bulat anaknya.
"Kakak bobo sini atau di kamar kakak sendiri?"
"nda papa bobo cini?"
Alda melihat ke arah Renal, seolah meminta pendapat Renal. Renal mengangguk.
"Gak apa-apa." jawab Alda lembut.
"Bobo sayang" Renal kembali menepuk pelan pantat anaknya agar tertidur.
Sementara tangan Alda memeluk kedua orang yang sangat disayanginya.
Tak butuh waktu lama, Athena sudah tertidur dengan posisi tengkurap di perut Renal.
"Yang?" panggil Renal.
"Kenapa?" tanya Alda.
"Tolong baringkan kakak di kasur. Posisinya gak nyaman gini, nanti muntah" kata Renal.
Alda menata tempat tidur untuk mereka bertiga.
"Kamu mau aku ditengah apa di pinggir?" tanya Alda.
"Di pinggir aja dulu. Kalaupun di tengah aku gak bisa ngapa-ngapain kamu, ada Athena juga" jawab Renal.
"Mulutnya yahh" tegur Alda sambil mengambil Athena dari nemplokan Renal. Ia membaringkan anaknya diantara dirinya dan Renal.
Renal terkekeh mendengar teguran Alda. Ia kemudian berpindah, jadi berbaring dibelakang Alda.
"Sempit Ren" keluh Alda.
"Gak apa-apa. Nyaman kok" kata Renal yang sudah memeluk Alda.
Alda mengelus rambut Athena, membiarkan Renal mengelus perutnya, ataupun mencium bahunya.
"You are my baby" lirih Alda lalu menyematkan ciuman di kening sang anak.
Renal juga tak lupa mencium kening Alda sebelum berpindah kembali ke sisi Athena yang lain.
"My little princess" Renal kemudian mencium kening Athena, kemudian memeluk kedua perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya dengan tangannya yang panjang.
"Good night, mommy" ucap Renal sambil menatap Alda.
"Good night daddy" balas Alda kemudian berusaha menutup matanya.