Renalda

Renalda
Balik Ke Rumah



Setelah keadaan Athena dipastikan baik-baik saja, Renal memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah. Masalah ingatannya, dokter meminta untuk cek up beberapa kali kedepannya.


"Athena jangan kaget nanti yah. Di rumah sudah banyak yang nunggu. Gak perlu buru-buru untuk kenalan, Athena cukup duduk yang manis dan merasa tenang"


"Iya mommy" lirih Athena.


Entah kenapa, Athena memanggil Alda dengan sebutan mommy, bukan mama lagi. Atau mungkin karena ia beberapa hari ini mendengar Renal memanggil Alda dengan sebutan mommy?


"Pinter anak mommy" Alda mengelus kepala anaknya.


"Kepalanya masih sakit nggak?" tanya Renal yang duduk di kursi penumpang depan, dekat Abdi yang mengendarai mobil.


"Nda yagi dedi" jawab Athena pelan.


Mobil sudah sampai di pelataran rumah 03. Renal menggendong Athena, Alda berjalan disampingnya.


"Wahh, akak The udah datang" seru Mika.


Athena diam, ia mengamati sekitar. Ia lalu melihat daddy nya.


"Yang tadi namanya papa Mika" beritahu Renal.


"Halo sayang, kalau aku mama Ivana, ini adiknya namanya Arvin dan Arion" Ivana memperkenalkan dirinya, juga kedua anak kembarnya.


"Dedek duwa" ucap Athena kecil.


Renal mengangguk. Ia menurunkan Athena dari gendongan nya.


"The berani nggak kenalan sendiri?" tanya Renal.


Athena menggeleng. Ia memeluk lutut Daddy nya, mengangkat tangannya minta di gendong.


Renal terkekeh.


"Yaudah, daddy temenin"


"Kenalin ini Oma Aina, disampingnya ada opa Lathief."


Lathief menepuk pelan pipi Athena.


"Nanti opa bawa akak The jalan-jalan yah"


Athena mengangguk malu-malu.


Raka dan Dina sedang keluar negeri untuk mengurus peninggalan harta milik mendiang Mr. Gio. Itulah sebabnya selama masa perawatan Athena, ia tidak muncul. Angel rupanya ikut dengan mereka, membawa suami dan anaknya. Sekalian bernostalgia katanya.


"Halo akak The" Alda turun dari tangga sambil menggendong Nevan.


Athena melihat ke arah Renal.


"Pan?"


"Iya, dedek Nevan" kata Alda.


"The turun yah, main sama adik-adiknya" pinta Renal.


Athena mengangguk.


Ia lalu ikut duduk di karpet, memperhatikan Nevan yang sedang berbaring sambil menendang-nendang, entah apa yang ia tendang. Sementara si kembar Arvin dan Arion duduk sambil meminum susu menggunakan dot.


"Kasihan sekali dia, pa. Biasanya anak ini cerewet, ada aja tingkahnya, sekarang liat dia senyum aja udah syukur" bisik Aina pada suaminya.


"Ia akan mendapat balasan yang lebih daripada yang ia perbuat pada cucu papa." ucap Lathief tenang sambil menepuk bahu istrinya.


"Hmm, Renal, Mika, ayo ikut papa main catur di belakang" ajak Lathief.


Renal dan Mika mengikuti langkah kaki Lathief ke taman belakang. Mereka duduk di gazebo yang di kelilingi bunga-bunga hasil kegabutan mbak-mbak yang bekerja disana. Di sudut taman ada kolam renang.


"Papa yang ngilangin jejak kejadian yang menimpa Athena" jujur Lathief.


"Nah kan, gue bilang juga apa?" kata Mika pada Renal.


"Kenapa pa?" tanya Renal. Ia yakin, mertuanya pasti memiliki alasan tersendiri.


"Karena papa sendiri yang akan memberi hukuman kepadanya." jawab Lathief.


"Siapa orangnya, pa?"


"Gadis, mama kandung Athena"


"Perempuan gak bener. Anaknya malah disiksa" umpat Mika.


"Kenapa bisa dia setega itu nyiksa anaknya sendiri pa?"


"Dia sudah dibuang oleh keluarga suaminya karena tidak bisa memberikan keturunan kepada mereka. Uangnya habis, dan ia hendak mencuri Athena sebagai sandra agar bisa mendapatkan uang. Niatnya gagal, kita semua tahu orang-orang kakek kalian tersebar di sekitar kita. Meskipun sangat terlambat, tapi Min cukup baik dalam melakukan tugasnya" jelas Lathief.


"Kenapa Min gak langsung nolongin Athena?" tanya Mika.


"Saat itu keadaan ramai. Min dan Gadis sama-sama menunggu waktu yang sepi untuk memulai aksinya. Athena sudah di seret sejauh kurang lebih 10 meter menuju jalan ke mobilnya, dan Min baru bisa menembak. Itulah sebabnya kenapa ada luka-luka di sebagian badan Athena"


"Perempuan b*adap" umpat Mika emosi.


Renal mengusap wajahnya kasar.


"Tolong berikan hukuman yang paling berat untuk perempuan itu, pa" pinta Renal.


"Tentu saja" setuju Lathief.