Renalda

Renalda
Dilamar



Setelah sampai di rumahnya, Alda berbicara dengan kedua orang tuanya perihal lamaran Mika pada dirinya di puncak beberapa saat lalu.


"Terus gimana dek?" tanya Lathief.


"Adek bilang, kamu ngomong sama papa ku." jawab Alda.


"Adek gimana?" tanya Aina.


"Adek yah gimana mama dan papa aja. Selagi Renal bisa nerima Athena yah itu udah cukup buat adek" jawab Alda.


Lathief memeluk anaknya. Anak gadisnya benar-benar sudah besar.


Beberapa hari kemudian, Raka, Dina dan Renal datang ke rumah Lathief. Setelah saling menyapa, mereka hanyut dalam pembicaraan serius untuk kehidupan anak-anak mereka dimasa depan.


"Kami selaku orang tua tentu sangat bersyukur anak kami diminta secara baik-baik seperti ini. Keputusannya tetap berada pada anak saya" ucap Lathief.


Semua mata kini memandang Alda dengan penuh pengharapan.


"Om dan Tante bisa nerima Athena?" tanya Alda.


"Tentu saja, sayang. Tidak ada alasan bagi kami menolak anak kecil itu. Dia begitu menggemaskan" jawab Dina cepat. Ia tentu saja begitu menyayangi Athena.


Alda mengangguk.


"Dengan izin mama dan papa, aku menerima lamaran Renal" ucap Alda lembut.


Semuanya bernapas lega mendengar jawaban Alda.


Renal menatap Alda, seolah berterima kasih lewat tatapan.


"Tatapan nya nanti aja, sekarang kita makan malam dulu. Umma dan Aba sudah menunggu di dalam" goda Aina sebelum mengajak calon besannya makan malam.


"Selamat malam, tuan, nyonya" sapa Raka pada Karina.


Hans dan Karina terkekeh mendengar sapaan formal dari Raka.


"Jangan formal begitu. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga." kata Hans.


"Aku dan Luna benar-benar akan menjadi besan ternyata" ucap Karina menimpali.


Semuanya tertawa kecil mendengar ucapan Karina.


"Maaf, kami terlambat" Mika dan Ivana datang.


Ia kemudian mengambil posisi duduk di kursinya masing-masing. Saat semuanya sedang larut dalam suasana makan malam, Athena berteriak keras.


"Mamaaaaaa" panggilnya sambil menangis.


Alda menyelesaikan suapan terakhirnya kemudian minum dan berlari ke sumber suara.


"Athena kenapa mbak Ni?" tanya Alda panik.


Yah, Mbak Ni baru pulang dari supermarket bersama Athena. Saat di supermarket mereka bertemu Angga yang baru pulang kerja. Angga menjahili Athena. Ia bilang pada Athena kalau mamanya akan pergi, akan diambil oleh Renal.


"Mama. Jan pegiii. Jan cinggayin kakak" ucap Athena yang masih menangis dalam pelukan Alda.


Alda mengelus bahu anaknya.


"Mama gak pergi. Mama sama kakak terus kok. Om Angganya lagi bercanda tadi" Alda mencoba menjelaskan.


"Jan pegiii cama dedii" Athena masih terisak-isak.


"Iya iya. Mama ada kok. Gak pergi" kata Alda lembut. Ia mengusap air mata Athena yang mulai tenang.


"Athena kenapa, Al?" tanya Renal.


Melihat kedatangan Renal, tangis Athena kembali pecah.


"Lho kok nangis lagi?" tanya Mika yang baru ikut bergabung.


"Jan ambiyy mama. Dedii jaauh jauuh" teriak Athena.


Alda menggendong Athena sambil menepuk nepuk pelan bahu anaknya.


"Daddy gak ambil mama kok." ucap Alda lagi.


"Kenapa deh Al?" tanya Mika.


"Tadi katanya ketemu Angga di supermarket. Terus Angga bilang aku bakal dibawa pergi sama Renal. Tahu-tahu ini Athena pulang langsung ngamuk" jelas Alda.


Renal mencoba mendekati Alda.


"Digendong sama Daddy mau gak?" tanyanya.


Athena mengangkat pandangannya. Ia melihat ke arah Renal, bergantian dengan Alda. Athena kemudian mengangguk.


Renal menggendong Athena.


"Daddy gak mungkin ambil mama Athena. Kalau itu terjadi, Daddy juga pasti bakal bawa kakak. Nanti mama sama kakak Daddy bawa sama-sama. Jadi kakak gak perlu takut yah?" Renal dengan lembut memberi pengertian kepada anak kecil yang baru akan menginjak usia dua tahun itu.


Athena mengangguk. Entah ia mengerti atau tidak. Tapi setidaknya anak kecil itu sudah tenang.


Hal itu tentu tak luput dari penglihatan Hans, Karina, Lathief, Aina, Raka dan Dina.


Mereka tidak perlu mengkhawatirkan Athena. Ia akan mendapat kasih sayang yang begitu berlimpah dari seorang Renal.


"Anaknya tidur itu" kata Ivana yang sejak tadi diam.


"Iya, Ren. Athena tidur" Mika memberitahu.


Renal melihat wajah damai anaknya, meskipun sembab tapi tetap terlihat cantik. Alda mengambil Athena dari gendongan Renal, kemudian pamit pada semuanya untuk menidurkan gadis kecilnya.