
Setelah mengantongi izin dari Renal kapan hari, Randi benar benar menagi janji Renal yang katanya mengizinkannya membawa Athena ke kantornya.
"Kamu yakin izinin The dibawa sama Randi?" tanya Alda, entah yang sudah ke berapa kalinya pagi ini.
Renal mengangguk.
"Yakin, sayang. Ketimbang bang Angga, bang Randi lebih bisa diandalkan sepertinya" ucap Renal.
"Kalau The nangis cari aku gimana? Atau Randi lagi ada meeting terus The gak mau ditinggal bagaimana?"
"Bang Randi pasti udah perhitungkan semuanya. Kamu tenang yah." Renal mengusap pipi Alda.
Kini mereka sedang berada di teras rumah, menunggu kedatangan Randi untuk menjemput Athena. Anak kecil itu sudah cantik dengan gaun anak-anaknya yang berwarna hijau muda.
"The, jangan nakal yah disana. Jangan dibuat repot om Randi nya" Renal mengelus kepala The yang berada dalam pangkuannya.
"Ciyaaap dedii" jawab Athena.
Alda mencium pipi gembul Athena.
"Udah bisa ngejawab yah sekarang" katanya.
Athena terkekeh geli mendapat serangan dari sang mama.
Tin tin
Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Renal.
"Om Randi udah datang tuh" Renal berdiri, menyambut kedatangan kakak kelasnya di SMA .
"Wah, anaknya om udah cantik sekaliii." Randi menerima tas perlengkapan milik Athena yang disodorkan Alda.
"Jagain baik-baik anak aku." peringat Alda.
Randi mengelus kepala Alda.
"Tenang sih"
"Bang, Athena belum bisa jalan di aspal dulu. Masih takut. Bang Randi gendong dia" kata Renal.
Randi mengangguk.
"Udah lengkap semua kan ini?" tanyanya sambil mengangkat tas jinjing yang ada ditangannya.
Alda mengangguk.
"Kabarin kalau ada apa-apa"
"Yeuhh, khawatir banget kayaknya" cibir Randi.
"Totalitas banget" kata Renal.
"Lha iya dong" pede Randi.
"The, jangan dibikin susah omnya yah nak" Alda kembali mengingatkan.
Athena hanya mengangguk. Kemudian bertepuk tangan saat mesin mobil sudah menyala.
"Jam makan siang gue dan Alda ke kantor Lo deh bang" kata Renal.
Randi mengangguk.
"The, say goodbye to mama and Daddy"
The melambaikan tangannya.
"bubaii mama, bubaii dedi" katanya.
Renal dan Alda membalas lambaian tangan anaknya.
✨✨✨
"Tahu gini tiap hari aja aku bawa Athena kemari. Biar kalian pada berkunjung" kata Randi yang baru saja meminta asistennya untuk memesankan makan siang.
"Yeuuuh nge-halu. Ini aja butuh waktu berapa lama baru diizinkan" Angga melempar kulit kacang pada kepala Randi.
Yah, saat akan memasuki waktu makan siang, Renal dan Alda benar-benar datang ke kantor Randi. Tak lama kemudian, Mika juga datang karena ada urusan, Sebenarnya Mika akan langsung pulang, tapi saat ia tahu jika adik dan adik iparnya serta ponakannya ada, makanya ia tinggal untuk makan siang, atas rekomendasi Alda. Angga yang diiming-imingi oleh Randi karena ia berhasil membawa Athena ke kantornya juga tanpa pikir panjang mendatangi kantor sahabatnya.
"The gak nyusahin kan Ran?" tanya Alda.
Renal menggeleng.
"Anaknya anteng. Asal ada mainannya aja"
Athena sedang tertidur. Ia dipindahkan oleh Randi ke ruang pribadinya.
"Paling lucunya, The sampai ketiduran tengkurap gitu. Kan tadi dia ngoceh terus sambil gambar-gambar. Lama aku gak dengar ocehannya, pas nengok ehh pipinya udah sampai karpet" Randi bercerita sambil memegang perutnya karena lelah tertawa.
"Lha, anak orang itu" Mika menggeplak kepala Randi.
"Lucu tahu, Ka" kata Randi.
"Liat The, gue kayaknya pengen segera nikah deh. Lo pada ada rekomendasi gak?" tanya Angga.
Semuanya menggeleng.
"Gak usah buru-buru juga. Santai sambil jalan gitu loh" saran Renal.