
Cahaya jingga begitu mempesona, menutup hari ini. Keluarga Lathief kini sudah lengkap. Ada orangtuanya, kedua mertuanya, istrinya dan tentu saja sepasang anaknya.
"Nih, kartu papa." Mika mengembalikan black card milik papanya.
"Gak dipinjam lagi emang?" tanya Lathief.
Mika dan Alda menggeleng.
"Gak berfungsi" ucap Alda.
"Iya deh. Papa mah gak berarti ya ma, anak papa udah punya penghasilan sendiri. Makanya kartu yang papa pinjemin gak di pake" curhat Lathief.
"Gak gitu, pa. Tadi ternyata udah di booking sama anak-anak, Jake, Brandon dan Brian. Ku kira mereka minta ditraktir, ternyata kakak dan adek yang dapat surprise" Mika menjelaskan.
"Enak gak wine nya?" pancing Hans pada cucu lelakinya.
"Rasanya aneh tapi kok enak yah" jawab Mika.
Lathief, Hans dan Ares terkekeh mendengar jawaban polos Mika.
"Katanya most wanted sekolah, nyicip wine aja baru tadi" ledek Lathief.
"Yah mau gimana, nanti mama coret nama kakak dari kartu keluarga" ngeles Mika.
"Sekarang kakak dan adek udah dewasa, udah 17 tahun. Udah bisa bedain baik dan buruk, sehat terus yah" Weni memberi petuah pada cucunya.
"Minta apa nih dari Oma?" tanya Karina.
"Kebun anggur lah" jawab Mika dan Alda barengan.
"Dikasih hati kok minta jantung. Mama aja gak dikasih" kata Aina.
"Gak papa gak dikasih kebun, yang penting duitnya ngalir terus yak tiap bulan" goda Lathief pada istrinya.
Yah, bahkan setelah menikah, Aina masih terus mendapat jatah dari Hans. Bahkan baru kemarin ia diundang pihak sono yang katanya kartunya paling mewah dari yang termewah. Orang-orang biasanya bilang P Alla dium dari J P MO R Gan. Bukan hanya Aina, ternyata Lathief sudah mendapat kartu itu sejak lima tahun yang lalu. Jangan ditanya tentang duo kakek kakek itu, tentunya mereka mendapatkan nya jauh lebih lama dari Lathief Maheswari.
"Emang iya, Opa?" tanya Mika.
Hans terkekeh.
"Yah mau gimana, orang anak opa cuma mama kalian kok" jawabnya.
"Ma, minta sangu" Alda menyodorkan tangannya.
Semuanya tertawa melihat Alda menyodorkan tangannya pada Aina.
"Emang yang di kasih tiap hari masih kurang?" tanya Aina.
"Lhoo, bukannya tiap bulan kalian dapat dari papa kalian?" heran Ares.
Lathief menghela napasnya.
"Mereka ini pintar pa. Uang yang tiap bulan Lathief kasih disimpan. Untuk uang jajan mereka minta sama mamanya, cash. Uangnya numpuk, sampai bikin perusahaan anuu" jelas Lathief.
"Nah, makanya tadi uang papanya gak keluar" sambung Aina.
"Hebat bener cucu kita yah Wen" seru Karina senang.
"Kakeknya dulu dong"
"opanya dulu dong"
Bangga Hans dan Ares.
✨✨✨
Alda, Mika, Angga, Rafa dan Randi sedang bermain Uno di gazebo belakang rumah. Yang kalah wajahnya bakal dicoret pake cream kue yang tadi di bawa para mama untuk twins.
Priska, Rina dan Arwin begitu heboh bernyanyi lagu J am rud- selamat ulang tahun untuk twins. Sementara para papa hanya menggeleng kan kepalanya heran, pun dengan Abraham yang hanya mampu menghela napasnya.
Setelah memberi surprise, mereka kemudian makan malam hasil delivery karna gak sempat masak. Sekarang sudah pukul 21.00 , para orang tua sudah bubar. Yang tersisa hanya mereka berlima yang sedang bermain Uno, juga Jake, Brian dan Brandon yang masing-masing sibuk dengan game onlinenya.
Pintu diketuk dari luar.
"Aku aja yang buka" Alda dengan sukarela berdiri dari duduknya untuk membuka pintu.
"TADAAAAAAAAA SURPRISE" teriak Dian, Rian, Alex dan Angel. Sedangkan Renal dan Sandi hanya menggelengkan kepalanya pasrah.
Alda terjengkang kaget mendengar teriakan teman-temannya.
"Masuk gih" katanya setelah berhasil menguasai diri.
"Aku kira kamu lupa" ucap Alda setelah meniup lilinnya.
"Lupa? Gue masih muda yah, masih cantik gini, belum pikun akuu" murka Dian.
Alda terkekeh mendengar Omelan Dian. Ia memeluk Dian, seolah berterimakasih lewat pelukan.
"Enak banget yah di sekolah jadi Upik abu di rumah jadi Cinderella, mana dikawal banyak pangeran pula" sarkas Dian yang duduk disofa sambil melihat keberadaan semua lelaki yang mengelilingi Alda.
"Dramanya kak Alda keren juga. Di sekolah gak neko-neko, padahal punya semua. Happy sweet-seventeen, kak Alda" Kata Angel.
Alda tersenyum.
"Biasa aja. Kalian tuh ada-ada aja"
"Woiii, Lo pada. Sini loo" teriak Rafa pada Mika, Sandi, Alex dan Rian.
"Wah, boleh dimakan gak nih?" tanya Rian tak tahu diri saat melihat banyak makanan di meja.
"Makan gih, habisin" kata Angga sambil berhi-five dengan keempat adik kelasnya.
"Jadi udah official nih sweet-seventeen nya?" tanya Alex.
"Iyalah, udah legal ini" bangga Mika yang sedang menyalakan PlayStation untuk para tamunya.
"Kalian nginap sini yah" pinta Alda pada Dian dan Angel.
"Gue telpon bokap dulu kalau gitu" kata Dian kemudian menjauh dari ruang keluarga.
"Angel, gimana?" tanya Alda.
"Angel tanya Renal dulu kak" jawab Angel canggung.
Alda mengangguk. Ia melihat keadaan ruang tamu yang kini mendadak menjadi basecamp. Alex dan Randi sudah duduk nyaman diatas karpet sambil bermain PlayStation. Mika, Rafa, Rian dan Sandi sudah bergabung bersama Jake, Brandon dan Brian bermain game online. Sementara Angga yang sedang berbincang dengan Renal kini terhenti karna Angel sepertinya akan memberitahu Renal tentang pintanya tadi.
Entah apa yang mereka bicarakan, Renal melihat ke arah Alda sambil memberikan bingkisan yang ia bawa tadi pada Angel. Kemudian mengambil ponselnya. Kemudian memperlihatkan layarnya pada Angel.
Mata Angel berbinar, ia mendekati Alda kembali.
"Dibolehin kak" katanya senang.
Ia memberikan bingkisan yang tadi Renal titip padanya.
"Dari Renal, kak. Masing-masing kok ada namanya" jelas Angel pada Alda.
"Kok repot banget kalian. Tapi makasih yah" ucap Alda tulus.
Dian bersenandung senang.
"Gue boleh kok Al nginap sini" lapor Dian.
"Asyiiik" seru Alda dan Angel.
✨✨✨
Setelah melihat Angel dan Dian tertidur, Alda beranjak. Ia melangkah ke meja belajarnya, mengambil secarik kertas. Kemudian menulis "Sweet-seventeen ku" dan menempelkan pada dinding yang sudah dilapisi gabus.
Ting
Ponselnya berbunyi.
Renal
Lima menit lagi sebelum berganti hari. Let me say 'Happy birthday to you, little girl. A sweety girl for sweet-seventeen'
Alda tersenyum membaca pesan singkat dari Renal.
^^^Alda^^^
^^^Thank u, sir^^^
Renal
You're welcome, maam. Sleep tight.
Alda menyimpan ponselnya setelah membaca pesan dari Renal. Ia menutup hari spesialnya dengan senyum bahagia.
"Tuhan, terima kasih untuk kasih, kisah dan berkahmu. Semoga engkau masih memberikan kebahagiaan disetiap langkah Alda ke depannya, bersama semua orang yang Alda sayang" ucap Alda sebelum terlelap.