Renalda

Renalda
Perfect Life



Kehidupan Alda kian berwarna. Ia memiliki seorang suami yang penyayang, penuh cinta dan tentunya baik hati. Ia juga memiliki seorang putri cantik dan cerdas, juga seorang putra kecil yang tampan dan menggemaskan.


"Bubay Pan, ajak The cekoyah duyu" Athena mencium pipi adiknya dengan lembut.


"Semangat ajak The" ucap Alda seperti anak kecil.


Renal yang sedang mengantri untuk berpamitan tertawa kecil.


"Mama, The pigi duyu" Ia mencium punggung sang mama.


"Hati-hati yah sayang, tunggu deddi atau om Abdi yang jemput." pesan Alda.


Belakangan ini ia merasa was-was, entah karena apa.


"Ciyaaap mama" ucap Athena.


Ia kemudian berjalan ke mobil, dimana sudah ada Abdi yang menunggu disana. Abdi tanpa diminta membantu nona kecilnya untuk naik ke mobil. Alda memberi waktu buat Daddy nya untuk pamit dengan mama dan adiknya.


"Aku berangkat kerja dulu yah, cari cuan buat mommy, buat akak The dan Dek Nevan" Renal mengelus pipi lembut Nevan, kemudian menyematkan ciuman singkat di pipi Nevan, tak lupa mencium kening istrinya.


"Kerja yang bener papa, biar cuannya banyak" kata Alda kemudian tertawa.


Alda melihat mobil suaminya pergi hingga menghilang. Ia kembali ke taman belakang rumah untuk menjemur Nevan sebelum memandikannya.


Nevan, bayi itu sudah berusia 4 bulan. Sudah belajar untuk tengkurap. Kadang ia akan rewel kalau tidak bisa kembali ke sisi semula.


✨✨✨


Siang hari Renal akan menjemput Athena di sekolahnya, kemudian jika tidak ada meeting penting ia akan membawa Athena ke kantornya, atau langsung pulang ke rumahnya sekaligus makan siang.


Hari ini Renal memilih untuk pulang ke rumahnya, karena pekerjaannya telah ia selesaikan.


"Dedii puyang yumah?" tanya Athena.


"Iya, sayang" jawab Renal. Ia menyimpan tabnya yang berisi pekerjaan tentu saja.


"Aciiik" Athena berseru senang. Ia memeluk daddy nya dari samping.


"Seneng banget kayaknya"


"Ceneng ceneng. The ada man maaaaiiin"


"Mama maaain cama Pan, Pan macihh kicil" jawab Athena polos.


Renal mengelus kepala anak gadisnya ini. Meskipun bukan anak biologisnya, tapi ia begitu menyayangi nya seperti anaknya sendiri.


"Lhooo, kok udah pulang?" tanya Alda yang sedang mengawasi Nevan bermain di atas karpet.


"Pengen di rumah aja. Kebetulan pekerjaan juga bisa ditinggal" jawab Renal.


Ia membimbing Athena untuk mencuci tangan dan kakinya kemudian mengganti bajunya dengan baju rumah sebelum menyentuh Nevan. Peraturan itu tentu saja dari Alda.


"Akak The hayum yah dek" Alda mencium pipi Athena.


Tak lama, Renal juga sudah mengganti bajunya dengan pakaian rumah.


"Kamu jagain anak-anak dulu yah, aku siapin makan siangnya" pinta Alda.


Renal mengangguk.


"Anak-anak Daddy cantik dan ganteng hemmm" Renal mencium kedua pipi anaknya secara bergantian.


"Hayooo Pan. Tadi akak gambayy diii cekoyah. Pat tang yima" cerita The sambil menaikkan 5 jarinya.


"Wahh, kakaknya dedek Nevan pintar yah"


"Maacii dedii" Athena menoel- Noel pipi Nevan.


Nevan terkekeh geli mendapat serangan dari kakaknya. Ia berusaha meraih tangan kecil milik kakaknya.


"Wah, mau pegang tangannya kakak yah nah yah" ucap Renal.


Nevan berhasil meraih tangan kakaknya, menggenggamnya menggunakan tangannya yang kecil.


"The, madep Daddy" Athena melihat ke arah Daddy nya.


Seolah mengerti akan difoto, ia kemudian tersenyum lebar khas anak-anak.


Alda yang hendak melangkah untuk memanggil keluarganya makan, menjadi menghentikan langkahnya. Melihat aktivitas suami dan dua anaknya yang terlihat begitu bahagia. This is perfect Life, ucap Alda dalam hati. Tak sekalipun ia lupa untuk bersyukur atas hidupnya.