Renalda

Renalda
Rafa's Birthday



Setelah dinner di restoran bintang-bintang, mereka kembali ke kapal. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke pulau F. Pulau yang terkenal dengan masyarakatnya yang masih mempertahankan adat-istiadat nya.


"HAPPY LEVEL UP" teriak Mika, Angga, Randi dan Alda saat memasuki kabin kapal.


Kabin kapal yang menyerupai ruang keluarga kini sudah didekorasi dengan sederhana. Sebuah kue ulang tahun yang disiapkan oleh awak kapal nampak tertata rapi, juga bentangan tulisan "Rafa's Birthday" yang tergantung di dinding.


Rafa masih kaget. Tentu saja, kenapa ia bisa lupa dengan hari ini. Bahkan papi dan mami nya belum mengirimkan pesan, belum mengucapkan selamat ulang tahun seperti biasa kepadanya.


Alda mengambil kuenya, berjalan mendekati Rafa.


Happy birthday Rafa


Happy birthday Rafa


Happy birthday happy birthday


happy birthday Rafaaaa


Nyanyi Alda diikuti Mika, Angga dan Randi. Salah satu awak kapal mengabadikan moment tersebut.


"Make a wish Raf" suruh Angga.


"Kayak anak gadis aja" tolak Rafa.


Ia meniup lilinnya.


"Yok, makan kuenya" katanya kemudian mengambil posisi di sofa.


Alda menyimpan kuenya di meja. Ia ikut duduk bersila di karpet, dekat Angga. Sementara Mika dan Randi memilih disofa bersama Rafa.


Alda memotong kuenya, membagikan kepada orang disekitarnya. Wine tentu saja sudah tersedia, begitu pun jus untuk Alda.


"Time flies so fast, kayak baru kemarin aja sweet-seventeen" ujar Rafa yang menghirup aroma wine digelas yang dipegangnya.


"Udah tua aja Lo" Randi menimpali.


"Kok gue sampai lupa. Tadi malah seru-seruan main. Mami sama papi gue juga gak ngucapin. Padahal mami yang paling ribet kalau gue ulang tahun"


"Aku tuh kerjasama bareng mami tahuu supaya gak ngucapin dulu" Alda mengakui.


"Alda yang terbaik dahhh" kata Rafa sambil mengacak rambut Alda, gemes.


"Rafaaaa, rambutnya berantakan" Alda memberenggut kesal.


Rafa terkekeh.


"Lebay Lo. Biasanya juga ngajak ribut" Mika menimpuk kepala Rafa menggunakan bantal sofa.


"Raf, kado dari kami" Randi memberikan sebuah kotak.


"Bisa dibuka gak nih?" tanya Rafa menerima kado dari tangan Randi.


"Buka gih" suruh Angga.


Rafa membuka kotak yang berada ditangannya.


"SH*it"


Ferrari California T


Kisaran Harga: Rp8,9 miliar yang dibekali mesin berteknologi fuel direct injection bertipe V8.


Dengan mesin yang prima tersebut, tak heran jika Ferrari California T dapat melaju hingga 100 km hanya dalam waktu 3,6 detik saja.


Untuk urusan eksterior, Ferrari mengusung konsep bodi sport car pada seri yang satu ini.


Sensasi berkendara akan semakin terasa mewah kala disematkannya fitur atap kabin yang bisa dilipat secara otomatis.


Rafa menganga melihatnya.


Semuanya terkekeh melihat ekspresi tak wajar yang ditunjukkan Rafa.


"Awas lalatnya masuk" Angga mengusap wajah Rafa.


"Kuncinya dulu aja yah Raf, mobilnya sudah ada di garasi rumah Lo" kata Mika.


"Apaan nih ngasih beginian?" tanya Rafa tak enak.


Mobil itu adalah impian Rafa, tapi ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan secepat ini. Ia baru akan membeli mobil tersebut jika uang tabungan hasil perusahaannya dengan teman-temannya terkumpul.


Rafa tahu betul keuangan sahabat-sahabatnya, tapi tetap aja ia merasa tak enak.


"Santailah, Raf" kata Randi.


"Tapi Lo pada tahukan harganya gak main-main. Mana kita pada masih kuliah, minta sama orang tua pulak" Rafa mencoba menjelaskan ketidakberdayaan nya.


"Sumpah, Raf. Ini hasil nabung, bukan duit dari mama papa" Mika mengangkat dua jarinya.


"Habis liburan temanin aku keliling kompleks yah pake mobil baru. Hitung-hitung test driver, hehehe" Alda mencoba mencairkan suasana.