
Terlihat beberapa orang hilir mudik berjalan dengan pelan, sedikit lebih cepat dan sebagiannya lagi berlari mengitari jogging track yang baru saja dibangun.
"Habis ini main basket yok" ajak Rafa.
"Boleh lah" Alda setuju.
"GC" ucap Mika, Angga dan Randi bersamaan.
"Yang sampai terakhir kebagian tugas bikin minum" kata Alda kemudian berlari cepat ke rumah Rafa.
"Curang oiii" teriak Rafa menyusul Alda.
Angga dan Randi menyusul. Sementara Mika hanya berlari kecil.
"Bang" sapa Renal sopan.
Rupanya Renal dan Angel juga barlari sore ini.
"Hoii Ren" Mika kembali menyapa.
"Kalian lari juga?" tanya Mika.
"Iya, bang. Noh, tuan putri merengek bosan di rumah." judes Renal.
"Gak gitu yahh" Angel mendebat.
"Terus tadi?"
"Gue tuh pengen jalan-jalan, biar tahu lingkungan sekitar. " sarkas Angel.
Mika hanya terkekeh mendengar perdebatan dua orang adik kelasnya itu.
"Makin lengket yah kalian" cetus Mika.
"Iyuhhh"
"Ogah"
Kata Angel dan Renal barengan. Kemudian mereka terkekeh.
"Yang lain mana kak?" tanya Angel.
"Bang Randi maksud Lo?" goda Renal.
Angel menginjak sepatu Renal keras.
"Syalaaan"
"Mereka baru saja ke rumah Rafa. Kalian ngikut aja. Kuyy" jawab Mika sambil mengajak dua orang adik kelasnya sekaligus tetangganya di Arunika.
"Gak ganggu kan, bang?" tanya Angel.
"Santailah" jawab Mika sambil berjalan beriringan dengan Renal dan Angel.
Nampak di gazebo dekat lapangan basket Alda menyiapkan minum.
"Hoii Ren" sapa Angga.
"Sorry bang, jadi ngikut" ucap Renal tak enak.
"Santailah" kata Angga.
Menyadari Mika tidak datang sendiri, Alda menoleh.
"Hai Ren, Angel" sapanya.
"Halo kak" sapa Angel balik sementara Renal hanya tersenyum.
"Kalian duduk gih. Aku ke dalam dulu" Alda mempersilahkan keduanya untuk bergabung dengan yang lain, kemudian ia kembali masuk untuk menambah jumlah minum serta cemilan untuk menemani mereka.
"Thank you sayang" ucap Angga pada Alda yang memberinya minum.
"Sayang gue ini" Mika mulai posesif.
"Posesif amat" cibir Angga.
"Hoiii, tengkar terus. Malu noh sama adik kelas yang adem ayem" Rafa melerai.
"Tahu gak Raf, di jalan sebelum kesini, noh dua adik kelas juga tengkar dulu" Mika membuka aib.
"Apaan sih bang" Renal malu-malu.
"Santailah Ren, sama kita-kita juga" kata Randi.
"Angel aja santai tuh"
Randi berdiri dari duduknya.
"Pada mau main gak nih?" teriaknya ditengah lapangan.
"Ren, Lo ikut yah" kata Mika tegas.
Renal mengangguk.
"Tiga lawan dua yah kak?" tanyanya.
Angga menggeleng.
"Tiga lawan tiga. Angel, Lo wasitnya" kata Angga.
Angel mengangguk. Ia ikut berjalan ke lapangan.
"Lhoo, gimana gimana?" heran Renal.
"Yah kita mainnya berenam. Gue, Mika, Angga, Randi, Lo dan tentu saja princess gua, dedek Al" jelas Rafa.
Renal masih terbengong-bengong.
"Gak apa-apa lawan kak Alda?" tanyanya.
Mendengar percakapan teman-temannya dengan sang adik kelas yang entah kapan berhenti, Alda melerai mereka.
"Bentar lagi gelap. Jadi main atau dengar kalian bercakap aja?" tanyanya.
"Ya mainlah" Rafa berjalan ke arah lapangan.
"Kita hom PIM pa yah. Tim hitam dan putih" Mika memberi arahan.
Team sudah terbagi. Mika, Alda dan Angga adalah team putih, sedangkan Rafa, Randi dan Renal tim hitam.
"Angel, Lo bisakan?" tanya Randi.
"Gampang itumah. Ketciiil" songong Angel.
Permainan dimulai, semuanya dengan gesit berlari, mengoper hingga memasukkan bola di keranjang.
"Uhuuuiiii, we are the winner" teriak Team putih.
Rafa menjitak kepala Angga.
"Gosah bangga Lo. Beruntung Mika dan Alda jadi team Lo"
Mika dan Alda pernah bersekolah basket, sementara Angga dan Rafa les bola, tentu saja Randi mengikuti kelas photography.
Alda begitu mempesona sore ini. Wajahnya yang berkeringat terlihat begitu bersinar dengan perpaduan pantulan cahaya sore.
"Kak Alda keren banget" kagum Angel.
Alda terkekeh.
"B aja sih, Gel" Alda merendah.
Renal begitu terpikat akan pesona Alda. Dengan kesederhanaannya, dengan sikapnya pun dengan senyumnya. Entah apalagi yang gadis ini tak punya. Semuanya telah ia dapatkan, ucap Renal dalam hati.
Renal tentu tidak tahu jika hal yang Alda belum punya adalah dirinya.
"Gue pamit deeh kak. Udah gelap" Renal ber-hi five dengan yang lain diikuti Angel.
"Thanks yah udah berkunjung" kata Rafa.
"Santailah kak. Ditunggu ajakan selanjutnya" balas Renal.
"Gue pulang yah, manis" bisik Renal.
"Apaan tuh bisik-bisik?" seloroh Angel.
"Gosah kepo, Lo. Noh, bisik-bisik aja sama bang Randi" sarkas Renal galak.
"Napa jadi gua dahh" ucap Randi yang namanya disebut.
"Ribut terus. Yok pulang" Alda lagi-lagi melerai kemudian menarik tangan Mika untuk pulang.
"kemana Lo?" tanya Angga pada twins.
"Pulanglah" jawab keduanya.
"Gegayaan lewat depan. Biasanya juga lewat jalan tikus" cibir Rafa.
"Kan biar sopan. Biar Angel ada temannya ke depan" kata Alda kemudian berbalik meninggalkan kediaman Rafa.