
Setelah keadaan ibu dan anak dipastikan baik, Alda dan bayinya bisa untuk dibawa pulang. Mobil Alphard yang dikendarai oleh Abdi, si asisten melaju dengan tenang membelah jalanan kota.
"The senang gak yah punya adik?" tanya Alda.
"Ya pasti senenglah. The kan gak neko-neko orangnya, cuman yah agak manja aja." jawab Renal.
"Kamu bisa kan tetap sayang sama The meski Nevan sudah ada?" tanya Alda khawatir.
"Al, aku akan selalu sayang sama The, dan rasa sayangku akan semakin besar setiap harinya, tidak peduli The anak kandung atau bukan. Aku akan menyayangi mereka berdua dengan porsi yang sama, yang sama besarnya" Renal meyakinkan Alda.
"Kamu jangan khawatir yah. Kamu percaya aku, kan?" Renal mengelus kepala Alda.
Alda mengangguk. Ditilik dari sisi manapun, ia tidak seharusnya meragukan kasih sayang Renal kepada Athena. Bahkan dirinya lah yang beberapa kali teledor menjaga anaknya, dan berakhir ia akan didiamkan oleh lelaki di sampingnya.
Mobil memasuki pekarangan rumah 03. Setelah sedikit bercakap dengan Lathief, Renal berhasil membawa pulang Alda untuk tinggal di rumah mereka sendiri.
Di teras sudah ada The yang sedang duduk di tangga, di sampingnya ada Aina.
"Adiknya The udah datang tuh" beritahu Aina.
"Mana mana?" Athena melihat kesana kemari. Ia hanya melihat mama dan daddy nya. Juga sesuatu digendongan sang mama.
"Itu, digendongan mama" jawab Aina.
"Dedek kicil" oceh Athena sambil pada sang Daddy.
"Wah, anak daddy so beautiful" Renal membawa Athena masuk kepelukannya.
"Ngangeeen" oceh Athena.
Aina yang sudah menggendong Nevan masuk terlebih dahulu. Meninggalkan Alda, Renal dan Athena di teras.
"Wahh, anaknya udah tahu kangen segala" Alda mencium pipi gembul anaknya.
"Dedek mana mana?"
"Ayo masuk. Dedeknya lagi sama Oma" Alda menggandeng tangan Athena.
Di sofa bed, bayi kecil itu dibaringkan. Matanya masih enggan untuk terbuka, tubuhnya juga masih di lilit bedong bayi, ngolet seperti kepompong.
Athena diam menyaksikan manusia mungil itu.
"Geyak geyak" ucapnya takjub.
"Capi bobo"
Aina dan Alda terkekeh.
"Dedeknya masih suka bobo." kata Alda.
"Kalau lapar, minta nen," jawab Alda.
"Oooh" Athena mengangguk. Entah paham atau tidak.
"Mau pegang nggak?" tanya Aina.
"Boyeh?"
Aina menuntun tangan kecil Athena.
"Pegang nya kalem gini."
"hayus, yembut" oceh Athena.
"Dedeknya bangun tuh" beritahu Alda.
"Hayooo dedek bebii" Athena menoel pipi adiknya pelan.
"Dedek Nevan disapa tuh sama kakak The" Alda membawa bayi kecil itu ke gendongannya.
"The main sama Oma dulu yah sayang, adiknya mau nen" Alda mengelus rambut The yang duduk disebelahnya.
Athena mengangguk. Ia menghampiri sang oma yang sedang menyiapkan makan siang bersama pelayan.
"Kenapa, sayang?" tanya Aina saat melihat The sudah jongkok disamping nya yang sedang menguleg sambel.
"Dedek nen. The main cama Oma" jawab Athena.
"Mainnya di dapur. Gak apa-apa yah?"
Athena mengangguk.
"Mayin tangan The cakit. Huwa huwa" cerita The.
"Lain kali cucunya Oma hati-hati yah nak yah" Aina juga diceritakan oleh Alda saat Athena menjatuhkan beberapa gelas kaca dan berakhir menggores jari kecilnya.
"The mau makan apa?" tanya Oma Aina.
"Bubul ayam boyeh?"
"Kan tadi pagi udah."
"Cahu buyad"
"Iya, ntar minta mbaknya bikin yah. Tapi The makan nasi dulu"
"Ciyap, Oma" Hormat The sambil jongkok.