Renalda

Renalda
Ber-5



Siang ini Mika, Alda dan Angga kebagian menjemput Rafa dan Randi di bandara. Waktu liburan telah tiba. Rafa dan Randi diminta pulang oleh orang tua nya dan tentu saja Alda merengek bak anak kecil. Dengan segala kerendahan hati dan juga rindu yang menggebu Rafa dan Randi memilih pulang ke kota A.


Rafa memeluk Alda erat, sementara Randi Hi-5 dengan Angga dan Mika.


"Kangen bangeeeeet" ujar Alda.


"Sok-sokan gak ngikut Mika ke Negera D padahal kangen" cibir Rafa yang kini merangkul Alda sambil berjalan ke parkiran.


Ya, beberapa kali Angga dan Mika berkunjung ke Negera D . Alda yang diajak selalu menolak dengan berbagai alasan. Selain Mika dan Angga, orang tua Rafa dan Randi juga berkunjung jika ada waktu luang.


"Kangen banget berlima kayak gini" kata Randi.


"Hooh, Ran. Alda sih gengsian segala gak ngikut ke sebelah, padahal rindu berat" cibir Angga.


"Aku sibuk tauuu" bela Alda.


"Sibuk ngebucin" sambar Rafa.


Rafa dan Randi meskipun jauh, mereka tidak pernah melewatkan satu hal pun. Semuanya ia ketahui.


"Susah sih, jauh-jauh ke Negera D, kupingnya ketinggalan disini. Ajaib emang" sarkas Alda.


Semuanya terkekeh mendengar nada sarkas Alda.


"Makan dulu gak nih?" tanya Mika yang sedang dan memang selalu menjadi sopir untuk Alda dan teman-temannya.


"Makanlah, Raf. Rindu bener gue sama Coto" Rafa begitu antusias.


"Apalagi pake ketupat. Di kasih perasan jeruk sama sambel." tambah Alda.


"Mantul. Mantap betull" sambar Angga.


"Ngiler banget gua" Rafa mengaku.


"Emang disana gak makan Raf?" tanya Mika.


"Kalau mami kesana yah dibuatin. Kalau nggak yah delivery bareng Randi" jawab Rafa.


"Kasian bener. Gak home sick Lo?" tanya Angga.


"Apaan tuh home sick? Ya kali. Jantan ini" nyolot Rafa.


"Lo Ran?"


"Paling rindunya gitu-gitu aja. Melow dikit ingat Arunika Residence" jawab Randi.


Mobil berhenti di depan resto Nusantara. Resto ini menyediakan banyak menu lokal dari daerah A hingga Z.


Alda dengan tanggap memesan untuk dirinya dan teman-temannya. Yang lain memilih duduk di pojok.


"Mbak, cotonya 7 porsi, ketupatnya 10. Minumnya es teh 5, air mineralnya 5" pesan Alda.


Mbaknya dengan telaten mencatat pesanan Alda.


"Meja nomor 5" jawab Alda sebelum meninggalkan tempat pemesanan.


"Gurih bener rempeyeknya" Rafa makan dengan hikmat.


Alda ikut mencomot.


"Ka, mau bawa pulaaang" rengek Alda.


Mika mengangguk.


"Ambil dah." katanya.


"Gue juga, Ka" Rafa gak mau kalah.


Mika kembali mengangguk.


"Ran, Ga, Lo pada juga?" tanya nya.


Keduanya menggeleng.


"Entar makan punya Alda aja" kata Randi.


Pesanan mereka datang, pelayan mengaturnya di meja.


"Silahkan menikmati" katanya sopan.


"Terima kasih, mbak" ucap Alda.


Masing-masing meracik cotonya sendiri sesuai selera.


"Kok lebih?" tanya Angga.


"Barangkali ada yang mau nambah." jawab Alda.


"Tahu bener gue lapar" Rafa makan dengan semangat 45.


Alda dan Rafa benar-benar mengambil banyak bungkus rempeyek untuk dibawa pulang. Mika si sultan Arunika tentu saja yang bertugas membayarnya.


"Liburannya kapan nih?" Tanya Angga.


"Gue bernapas dulu, Ga." kata Randi.


"Biarinlah Rafa dan Randi nempel dulu sama kasurnya" ucap Mika.


"Nahh, Mika aja mengerti"


"Iyaiiin" seru Alda dan Angga.


"Kok gue berasa jadi musuhnya Alda yah? Apa jangan-jangan pesona gue dikalahkan oleh seorang Angga?" kata Rafa dramatis.


"Terusin dramanya" ucap Mika datar.