
Alda terbangun lebih dulu. Renal rupanya ikut tertidur di sofa dalam keadaan duduk, seperti sebelum mereka tidur tadi.
Alda melepaskan tangan Renal yang melingkar dibahunya, kemudian berdiri. Ia akan membuat teh hangat.
Renal yang mendengar suara pun terbangun. Ia melihat ke dapur, Alda dengan lihai menyedu teh.
"Udah bangun, Ren?" tanya Alda.
"Keliatan nya gimana ,Al" jawab Alda diplomatis.
"Sana gih, cuci muka dulu." usir Alda.
Renal berdiri.
"Iya iya"
Alda menghela napasnya melihat tingkah Renal hari ini. Ia terlihat sedikit lebih manja dan hangat. What happened with Renal.
Ia ke dapur mengambil cake dan teh yang tadi dibuatnya untuk di bawa ke balkon. Aktivis manusia terlihat dari atas sini. Seorang kepala keluarga mencari nafkah untuk istri dan anaknya, seorang anak sedang mengumpulkan uang untuk orang tuanya. Semua hal harus selalu Alda syukuri dalam hidupnya. Orang tuanya masih ada, kakak dan sahabat-sahabatnya selalu ada, ada opa, Oma, kakek dan neneknya. Ada om Abraham dan anak-anaknya yang selalu berdiri menjadi tamengnya, juga finansial yang terbilang bagus. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Pikirnya.
Renal duduk, memperhatikan Alda yang sedang melihat sekitar.
"What's on your mind?" tanya Renal.
Alda memutar badannya, melihat Renal.
"Nothing" jawab Alda.
Ia ikut duduk di lantai yang beralaskan karpet bulu yang tebal.
"Kuenya enak gilaa" seru Renal.
"Pelan- pelan makannya" tegur Alda.
"Sisanya aku bawa pulang yah" pinta Renal.
Alda mengangguk.
"Emang kalau disimpan sini ada yang makan?"
"Bibi yang makan. Beliau 3 kali seminggu membersihkan disini" jawab Renal.
Sore itu mereka habiskan dengan berbincang bincang ringan.
"Al, kalau nanti aku gak ada jangan kangen yah"
Alda terdiam sejenak.
"Emang kamu mau kemana?" tanya Alda.
"Ke Turkey. Opa minta liburannya kesana lagi" jawab Renal.
"Oh iya, hampir waktunya liburan ternyata." Alda menepuk jidatnya.
"Gak terasa yah?"
Alda mengangguk.
"Nanti rencana kuliah dimana?" tanya Renal.
"Belum kepikiran hehe" jawab Alda yang diakhiri dengan cengiran.
Perjalanan pulang rasanya lebih cepat. Waktu juga terasa begitu cepat berjalan. Ingin rasanya Renal menghentikan waktu sejenak, menikmati kebersamaanya dengan Alda.
Belum sempat Alda membuka pintu mobil, Renal dengan gesit menguncinya.
Alda menaikkan sebelah alisnya.
"Al, jaga kesehatan yah. Terima kasih" ucap Renal.
Alda tersenyum.
"Kamu juga hati-hati." katanya.
"Aku masuk yah" pamit Alda.
Renal tersenyum, mengacak rambut Alda kemudian membuka kuncinya.
Renal mengikuti langkah kaki Alda hingga tak terlihat ditelan pintu.
"Everything will be fine" mantra Renal pada dirinya sebelum pulang ke rumah.
✨✨✨
"Wehhh udah pulang nih Adek yang sudah besar" goda Mika.
Alda menghempaskan tubuhnya disofa. Ia menenggelamkan kepalanya di dada sang kakak.
Mika mengelus bahu adiknya.
"Capek banget kayaknya" kata Mika.
"Tadi buat cake yah dek?" tanyanya.
Alda mengangguk.
"Terus cakenya mana?" tanya Mika, lagi.
"Dibawa pulang Renal" jawab Alda.
"Wehh, enak bener jadi Renal. Dibuatin cake segala" iri Mika.
Alda mendengus.
"Kayak gak pernah dibuatin aja"
"Yah kan beda. Tadi adek yang bikin. Biasanya kan mama"
"Iyaaa, nanti adek buatin juga untuk kakak" Alda memilih mengalah.
Mika terkekeh. Ia mengelus rambut adiknya yang sudah tak serapi sebelum ia pergi tadi.