
"CSSD!!!!!" teriakan kak Topan dari ruang bedah membuat seorang gadis yang sedang melipat kasa berdiri dari duduknya.
"Kenapa kak?" tanya Alda.
"Tolong, set debri" kata kak Topan, seorang perawat yang mendampingi dokter untuk melakukan bedah.
Alda dengan cekatan menuju ruang steril untuk mengambil alat yang diminta oleh orang ruang sebelah.
Tiga tahun berjalan dengan cepat. Alda mengikuti private course selama dua tahu. Dan satu tahun belakangan ia sudah berkerja di rumah sakit Arunika. Rumah sakit yang baru beberapa tahun lalu diresmikan.
Mika juga menjadi eksekutif muda. Menjadi pria dingin, tampan bak dewa dan tentu saja kaya raya. Sejauh ini ia belum pernah mengenalkan seorang gadis pada keluarganya.
Rafa. Dua tahun lalu papi dan maminya pulang kepangkuan Tuhan. James saat itu berhasil melakukan penerbangan terakhirnya sebelum pensiun menjadi seorang pilot. Saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, mobilnya tiba-tiba ditabrak dari arah depan. Tak lama, Rina menyusul. Kepergian James begitu membuat sang istri merasa terpukul, hingga beberapa kali dilarikan ke rumah sakit. Setelah kepergian orang tuanya, kehidupan Rafa cukup hancur. Ia menjadi penganut one night stand. Hingga seorang perempuan berhasil mengandung anaknya, sehingga ia meminta perempuan itu untuk tidak menggugurkan kandungannya. Tentu saja dengan bayaran yang cukup banyak agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Seorang anak perempuan lahir beberapa Minggu setelah Rafa menyelesaikan kuliahnya. Dan dibawa lah anak itu pulang ke Arunika.
Angga juga sudah sukses sekarang. Ilmu yang didapatkan di jaman kuliah benar-benar ia terapkan hingga usaha alat kesehatannya maju dengan pesat.
Randi, si penggila IT berhasil membuat perusahaan yang dulu dibangun bersama sahabatnya menjadi begitu mendunia. Perusahaannya bahkan sudah bekerjasama dengan pemerintah dalam hal keamanan negara.
Mereka sukses dengan cara mereka masing-masing. Rafa, meskipun sempat tersesat ia kini dengan bangganya berdiri sebagai CEO De Luna Airport. Satu-satunya bandara yang menyediakan jasa penerbangan ke RelFath.
Alda melihat jam dinding. Sudah hampir jam pulang. Ia segera mengganti bajunya dengan baju biasa sebelum meninggalkan ruangan. Ia harus cepat sampai ke rumah, atau Athena akan merajuk.
Athena Mahendra, putri kecil yang berusia 9 bulan.
"Anak mama" sapa Alda.
Athena kegirangan melihat Alda sudah pulang. Ia mengangkat kedua tangannya seolah meminta gendong.
"Adek udah bobok siang, mbak?" tanya Alda pada nanny nya Athena.
Mbak Ni, menggeleng.
"Belum, nona. Tadi mbak coba, tapi malah rewel" jawabnya sopan.
Alda mengangguk. Athena belakangan ini memang rewel jika diminta untuk tidur siang.
"Mbak Ni, istirahat aja. Adek biar sama aku" kata Alda.
Mbak Ni mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan Alda yang sudah asyik bermain dengan Athena.
"Mi Mimi mi" celoteh Athena.
Alda mengambil botol susu yang sudah tersedia di atas meja, memberikannya pada Athena. Athena memasukkannya sendiri ke dalam mulutnya. Sementara Athena minum susu sendiri, Alda mengelus dahi Athena agar tertidur.
Benar, setelah susunya habis, mata Athena sudah tertutup. Alda merapikan botol susu Athena, kemudian membawanya ke kamarnya untuk ditidurkan. Sepertinya Alda juga akan ikut tertidur. Ada banyak operasi hari ini, ia begitu lelah.