
Mika masih menyalahkan dirinya atas kepergian Rafa dan Athena. Ia tentu tidak menyangka perkataan nya akan membuat situasi seperti ini. Adiknya jatuh sakit, bahkan Aina sempat bersikap dingin kepadanya.
Dibelahan bumi lain, Rafa juga sedang kelabakan. Badan Athena tiba-tiba panas. Seperti ada telepati antara Athena dan Alda.
"Sabar yah nak. Maafin papi" sesal Rafa. Ia seharusnya tidak pergi sejauh ini membawa Athena.
Rafa datang ke negara G untuk berobat. Sudah dua tahun belakangan ia mengidap kanker paru-paru. Sakitnya semakin sering terasa, hingga ia memilih negara G untuk proses penyembuhannya. Salah satu dokter terbaik menyarankan untuk dirawat di negara G, maka dari itu dengan segala kenekatannya ia pergi membawa Athena.
Jikalau pun proses penyembuhannya tidak berhasil, setidaknya ia sudah menghabiskan banyak waktu bersama anaknya.
Bukan hal yang sulit bagi Rafa hidup di negara G, temannya semasa kuliah dengan senang hati membantunya. Dari mulai mencari apartemen, menjaga Athena saat ia berobat dan tentu saja mencarikan pekerja paruh waktu untuk membersihkan apartemen.
"Athena gimana, Raf?" tanya Indi, teman kuliah Rafa.
"Badannya masih panas. Dia gak apa-apa kan?" Rafa khawatir.
"Gak apa-apa, Raf. Jangan khawatir gitu. Sana Lo mandi dulu" suruh Indi.
Rafa berdiri dari duduknya. Ia meninggalkan Athena bersama Indi.
Tak perlu waktu lama, Rafa selesai dengan acara bersih bersih nya.
"Maaf, Di. Gue ngerepotin Lo banget. Gak enak gue sama Okan." ucap Rafa.
"Santailah, Raf. Bentar lagi Okan kesini kok bawa makanan. Lo pasti belum makan" tebak Indi.
Benar apa kata Indi, tak lama kemudian suara Bell bunyi, tanda Okan sudah datang.
"What's up bro?!" Okan berhi-five dengan Rafa.
"As you see. Not good" jawab Rafa pasrah.
Rafa mengangguk.
"Kapan mulai pengobatannya Raf?" tanya Okan.
"Lebih cepat lebih baik. Tapi sekarang ada Athena, gue pastiin dia nyaman dulu ditempat ini. Ohiya, Lo ada kenalan untuk nyewa nanny gitu?"
Okan menggeleng.
"Gak ada, Raf. Atau Athena sama aku aja, ada Indi kok ini." saran Okan.
"Yah gak enaklah, bro. Gue udah repotin kalian banget" ucap Rafa tak enak.
"Apaan sih, Raf? Gak mau tahu, Athena pokoknya sama aku dan Indi aja. Lo fokus ke penyembuhan Lo aja." kata Okan tegas.
Okan adalah seorang pengacara handal, sementara Indi adalah seorang dokter. Tapi Indi kini sudah tidak bekerja sejak ia menikah dengan Okan. Makanya Indi punya banyak waktu luang. Indi juga belum hamil. Memang wajar karena mereka menikah baru tiga bulan yang lalu.
"Terima kasih, Okan. Jika pengobatan gue gagal, gue pasti bakal ngerepotin Lo sekali lagi " pasrah Rafa.
"Lo harus sembuh, Raf. Kasian Athena. Pikirin deh anak Lo." Okan tidak suka Rafa yang putus asa.
"Mereka tahu kamu sakit?" tanya Okan.
Rafa menggeleng.
"Gue gak enak repotin mereka terus. Gue tahu konsekuensinya bakal lebih besar, mungkin mereka bakal kecewa ke gue karena gak ngomong. Jikalau pun suatu saat nanti mereka tahu, gue harap gue udah dalam keadaan sembuh atau sekalian gak ada."
"Raf, mereka pasti sedih banget. Apalagi Mr. dan Mrs. Arunika. Selama ini Lo dijadiin anak sama mereka. Setidaknya beri diri Lo harapan, buat diri Lo sembuh dan bahagiain mereka" Okan memberi semangat pada Rafa.
"I'll try" kata Rafa.