Renalda

Renalda
Ke-khawatiran



Satu persatu tamu pamit untuk pulang. Alda menerima banyak wejangan dari mama, mama mertua serta para Oma dan neneknya. Alda hanya mampu mengangguk, mengiyakan wejangan dari mereka semua. Perlu disayangkan, Angel dan Rian tidak hadir, sebab keluarga Rian juga tengah mengadakan acara tujuh bulanan untuk Angel. Hal itulah yang membuat Dina, Raka dan Luna datang lebih lama dari keluarga besannya.


"Kalian ngobrol dulu gih, aku ngelonin Athena dulu" kata Alda sebelum pergi.


"Selamat tidur, The" kata Angga.


"Bubai cemuaa" Athena melambaikan tangannya kepada Angga, Randi, Mika dan Renal.


Ivana juga dibawa pulang oleh Aina, ia diboyong untuk bermalam di rumahnya.


"Buehh, cerewet yah" kata Mika seolah akan mengejar Athena.


Athena terkekeh geli, ia berlari.


"Tuyung mama" katanya sambil memeluk lutut Alda.


Alda mengelus rambut Athena.


"Udah, Ka. Sana ngobrol lagi. Athena udah ngantuk" usir Alda.


"yeuhh, malah ngusir" Mika kembali duduk.


Alda hanya menggelengkan kepalanya, kemudian menuntun Athena berjalan menaiki tangga. Ia menggantikan baju Athena dengan piyama bayi, mengajak Athena sikat gigi, cuci tangan dan kaki.


Athena memanjat tempat tidurnya, mengambil posisi tidur. Alda ikut berbaring didekat Athena.


"The suka dedek bayi?" Tanya Alda sambil menepuk pelan bokong Athena.


"Cuka mama. Emooy ucu" jawab Athena.


"Di perut mama ada dedek bayi" beritahu Alda.


"Mana mana? The nda yiat" bingung Athena.


Alda terkekeh.


"Dedeknya masih kecil. Belum bisa dilihat" kata Alda.


Athena mengangguk, seolah ia mengerti.


"Antuk mama. Bobo" ucap Athena.


"Yaudah, kakak The bobo yah" Alda kembali menepuk bokong Athena agar bayi itu tertidur.


"Mama bobo cama The"


Alda terkekeh mendengar lirihan Athena.


"Lo bisakan jadi bapak yang adil untuk Athena dan calon anak Lo?" Tanya Angga to the point.


Renal mengangguk tanpa ragu.


"Gue bakal jadi Daddy yang baik untuk mereka, bang" jawabnya.


"Jika suatu hari nanti Lo berat untuk besarin Athena, Lo bisa bilang ke gue. Gue tentu dengan senang hati akan merawat Athena" kata Randi.


"Gue bakal usahain yang terbaik, bang. Athena udah jadi anak gue sekarang, kalian gak perlu khawatir" Renal sedikit merasa tersentil akan ucapan Randi dan pertanyaan Angga tadi.


"Ren, kami ngomong begini ke Lo bukan karena kami raguin Lo. Kami semua tahu, Lo sayang banget sama Athena. tapi sekarang beda, Alda ngandung anak Lo, darah daging Lo sendiri. Gue rasa ke khawatiran kami cukup beralasan. Athena, satu-satunya bagian dari Rafa yang ia tinggalkan untuk kami. Athena bukan hanya anak Rafa, tapi anak kami semua. Hadiah terbaik dari Rafa sebelum ia meninggalkan kami semua" Mika mencoba menjelaskan maksud ia dan kedua temannya.


"Gue ngerti, bang" ucap Renal.


"Kami harap Lo bisa jadi bapak yang adil untuk Athena dan anak-anak Lo nanti" kata Randi sebelum berdiri.


"gue dan yang lain pamit yah" Angga menepuk bahu Renal.


"Selamat atas kehamilan Alda, jagain adek gua, Athena juga. Thanks udah ngundang makan malam" Mika memeluk sekilas iparnya.


"Terima kasih, bang. Sudah luangkan waktunya" kata Renal.


"santai lah" pamit Randi.


Mereka pulang dengan berjalan kaki. Orang lain tidak akan percaya jika mereka adalah para eksekutif muda yang sedang digandrungi oleh para pengusaha juga para perempuan.


Setelah mengantar ketiga seniornya, yang tak lain adalah tetangga, sahabat serta kakak istrinya. Renal kembali masuk ke rumahnya. Menyusul Alda ke kamar Athena.


Athena menoleh saat merasakan ada pergerakan disisi kasur lainnya.


"Mereka udah pulang?" Tanya Alda.


Renal mengangguk.


"Ayo, pindah" Alda duduk, mengajak Renal untuk pindah ke kamar mereka.


Renal menggeleng.


"Kita tidurnya disini dulu yah?!" Pinta Renal.


Alda bertanya-tanya, tapi tetap mengiyakan.


"Yaudah, kamu bersih-bersih dulu" suruh Alda.


Renal mencium pipi Alda dan Athena, sebelum menuju kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum tidur.