
Alda terlihat manis dengan celemek pink yang melekat di badannya. Ia kini tengah membuat cookies bersama Dina.
"Kamu sering buat kue Al?" tanya Dina.
Alda mengangguk.
"Cuman bantuin mama, Tante" katanya.
"Yang buat cookies waktu mama baru pindahan siapa?" tanya Dina, lagi.
"Alda dan mama, Tante" jawabnya.
"Kuenya enak. Renal bahkan berebut dengan papanya saat itu" beritahu Dina.
Alda terkekeh.
"Syukurlah kalau kuenya habis"
"Habis enak, sih" kata Dina.
Terlihat Renal yang sedang menarik paksa Angel. Angel dengan ogah-ogahan mengikuti langkah Renal.
"Apa sih, Ren?" sembur Angel.
"sana lo bantuin Mama dan Alda. Enak bener selonjoran" kata Renal.
Dina hanya menggelengkan kepalanya.
"Mereka ribut terus, Al. Jarang akur mereka"
Alda terkekeh.
"Aku dan Mika juga kadang bertengkar, Tante" kata Alda.
"Nih, anak mama enak banget selonjoran depan TV" Renal mendudukkan Angel dikursi bar yang menjadi pembatas antara dapur dan ruang makan.
"Kasihan adekmu lho Ren. Lagi hamil itu" omel Dina.
"Rasain noh" ejek Angel.
Renal menjitak kepala Angel pelan.
"Kak Al jangan mau deh sama Renal. Dia resek soalnya" kata Angel.
Alda hanya terkekeh.
"Lho, cucu mama mana, Ren?" tanya Dina.
"Depan, ma. Sama papa, Oma dan Rian." jawab Renal.
"Yaudah, kamu ke depan gih. Bentar lagi kuenya jadi, mama, Alda dan Angel nyusul" usir Dina.
"Kasian diusir" ejek Angel lagi.
Renal mendelik kesal.
"Udah-udah." kata Dina menengahi.
Angel menghentikan ejekannya setelah ditegur oleh Dina.
Tidak butuh waktu lama, kuenya sudah siap. Alda membantu Dina mengangkatnya ke teras. Sedangkan Angel membawa nampan yang berisi minuman.
Alda mengambil Athena dari gendongan Renal.
"Kamu makan gih" suruh Alda.
"Kamu duduk sini." Renal menepuk space yang ada disampingnya.
"Mama cuee" tunjuk Athena.
Renal memberikan sepotong kue pada Athena.
"Kuenya enak, ma" kata Raka.
"Iya. Oma jadi ingat Karina" Oma Luna menimpali.
"Alda kan cucunya bu Karina" Dina ikut bercakap.
"Kuenya ada khasnya gitu. Enak ini sih. Bener gak, Yan?" tanya Angel pada suaminya.
Rian mengangguk.
"Gimana Ren kuenya? Mau rebutan lagi sama papa?" goda Dina.
"Nggak ma, kuenya masih banyak" jawab Renal polos.
"Al, nanti main ke rumah om yah. Buat kue lagi sama mamamu" pinta Raka.
"Ditunggu undangannya, om" kata Alda sopan.
"Num mama" Athena turun dari pangkuan Alda. Ia berjalan mengambil air di meja.
"Wah, pinter bener cucu kakek" ucap Raka takjub yang melihat kemandirian Athena.
Setelah mengambil minumnya, Athena duduk diatas karpet kemudian minum.
"Pinter sih cucunya Oma" ucap Luna.
"Maacii, Oma" celoteh Athena.
Semuanya mengangguk mendengar celotehan Athena. Anak kecil itu sudah pintar sekarang. Saking aja Mika dan Angga kadang ngajarin hal yang nyeleneh.
"Katanya kamu dan Mika punya pulau yah?" tanya Raka.
Ia baru tahu belakangan saat Erlan dengan keceplosan mengatakan nya saat mereka dinner beberapa bulan lalu.
Alda meringis kecil. Hingga saat ini, ia masih tidak enak jika berbicara tentang harta dan hal yang berkaitan dengan materi.
Angel terbatuk mendengarnya.
"Bener, kak Al?" tanya Angel.
"Kebetulan kakek lagi ada uang saat itu, dan pulaunya dalam keadaan butuh pertolongan jadi kakek beli." jawab Alda diplomatis.
"Emang kakek kamu pernah gak punya uang?" tanya Rian polos.
"Aku gak tahu, gak pernah nanya" jawab Alda ikutan polos.
Raka dan Dina takjub dengan jawaban Alda. Sementara Renal cukup insecure mendengar fakta bahwa kakek Alda ternyata sejaya itu.