
Belakangan ini Athena terlihat makin manja, entah dengan Alda maupun Renal. Pernah, saat malam tiba, ia menangis dengan keras saat terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati Alda dan Renal. Bayi kecil itu mengetuk pintu yang menjadi penghubung antara kamarnya dan kamar orang' tuanya.
"Ma, Athena belakangan ini manja banget" adu Renal pada mamanya.
"Iya, Ren. Tadi mama panggil, pengen cium, tapi gak mau lepas dari Alda" kata Dina.
"Udah lama Ren, Athena begitu?" tanya Luna.
Renal mengangguk.
"Baru beberapa hari ini, Oma" jawabnya.
Luna mengangguk.
"Anak kecil memang seperti itu. Kamu istirahat sana, ikut tidur siang bersama anak dan istrimu" suruh Luna.
"Kayak anak kecil aja di suruh tidur siang segala" Renal memberenggut, tapi tetap meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya.
Di atas kasur, Alda menyamping, memeluk tubuh kecil Athena. Pemandangan yang begitu menyejukkan mata. Renal ke kamar sebentar untuk mengganti bajunya, kemudian ikut bergabung dengan kedua wanitanya.
Ada hal yang tidak biasa, suhu tubuh Alda sedikit panas. Renal mengguncang pelan tubuh Alda.
"Sayang, bangun heyy" panggil Renal pelan.
Alda membuka matanya perlahan. Menoleh ke arah Renal.
"Kenapa?" tanya nya.
"Badan kamu panas." beritahu Renal.
Alda mengangguk. Ia juga merasa suhu tubuhnya sedikit lebih tinggi.
"Aku telpon dokter dulu" kata Renal, ia hendak berdiri untuk menelpon dokter.
Alda menggeleng. Ia menahan tangan Renal.
"Kamu tidur di belakang aku, peluk aku" pinta Alda
Renal mengangguk. Ia menarik selimut hingga menutupi dadanya dan Alda. Ia menyusupkan sebelah tangannya di pinggang Alda, dan sebelahnya lagi ia jadikan bantal untuk Alda.
"Sejak kapan ngerasa kayak gini?" tanya Renal.
"Baru tiga hari kemarin. Kalau udah siang gini, badanku panas gitu. Tapi nanti pasti normal kembali" jawab Alda.
"Gak mau periksa dulu?"
Alda menggeleng.
"Aku baik-baik aja, kamu jangan khawatir" kata Alda menenangkan.
Renal mencium rambut Alda, sesekali ke bahunya.
"Diam, Ren. Nanti kakak bangun" peringat Alda.
"Iya, ini diam kok" kata Renal tapi masih tetap mendaratkan ciumannya di bahu Alda, sedikit lebih lama.
"Rewel, manja juga. Mana gak mau jauh-jauh dari aku" curhat Alda.
Renal mengusap pelan lengan Athena menggunakan tangan panjangnya.
"Kamu tidur lagi gih" kata Renal.
Alda mengangguk. Belakangan ini memang ia begitu suka tidur siang. Kalau sedang menidurkan Athena, ia juga pasti akan ikut tertidur.
✨✨✨
"Ren, tolong dong ambil case ponsel aku di laci nakas sebelah atas" kata Alda yang sedang menguncir rambut Athena.
Renal berjalan ke arah nakas untuk mengambil case ponsel Alda. Namun bukan case ponsel yang ia lihat, tapi sebuh kotak dengan tulisan, "Open me, Mr. Maheswari"
Renal mengambil kotak itu, membawanya ke sofa dimana ada Alda dan Athena disana.
"Ini apa, yang?" tanya Renal.
"Kamu buka gih" suruh Alda.
Renal membuka kotaknya. Ia diam sebentar, mencoba memahami situasi.
"Kamu hamil?" tanya Renal excited.
Alda mengangguk. Ia mengelus perutnya yang masih rata.
Renal memeluk Alda erat, lebih lama. Sesekali mendaratkan ciuman di kening Alda.
"Huwaaaaa" tangis Athena mengehentikan momen romantis itu.
Renal dengan cepat melepaskan pelukannya.
"Jan ambiyy mama The hikks" Athena mengusap air matanya menggunakan punggung tangannya yang kecil.
Renal dan Alda terkekeh. Ia lupa jika ada Athena disini.
"Maafin Daddy yah?" ucap Renal lembut.
"Jan ambiyy mama The" kata Athena.
Renal mengangguk.
Alda kembali membersihkan wajah Athena menggunakan tissue basah yang ada di dekatnya.
"Kak, say 'happy birthday to Daddy' " suruh Alda sambil mengelus kepala Athena.
"Yamat uyang taun dedii" ucap Athena.
Renal kembali terdiam. Mengapa ia bisa lupa?
"Terima kasih sayang-sayang nya Daddy" Renal memeluk tubuh dua wanita yang sangat ia sayangi.