
Okan diundang untuk makan siang dikediaman Renal. Alda sedang sibuk memasak untuk menjamu Okan dan keluarganya. Okan dan Renal menjalin hubungan yang baik pasca kepergian Rafa. Okan tahu Rafa meninggal karena Renal yang telah memberi tahunya.
Athena sedang sibuk bermain. Renal bertugas untuk mengawasi gadis kecil itu.
"Dedii" Athena mengangkat sebuah boneka Barbie, seolah memperlihatkan nya pada daddy-nya.
"Barbie nya cantik yah, seperti kakak" ucap Renal.
Athena bertepuk tangan.
"Ntik. yak The" oceh Athena.
Renal mencium gemas pipi Athena. Athena sudah sekolah di Playground. Kecerewetannya makin menjadi-jadi.
Tak menunggu lama, Alda sudah terlihat cantik dengan gaun rumahannya. Gaun yang menutupi hingga betisnya. Ia ikut bermain menemani sang anak.
"Tuan, seorang lelaki berserta anak dan istrinya menunggu tuan di depan" kata mbak Ni.
Renal mengangguk.
"Yuk sayang, sepertinya Okan dan keluarganya sudah tiba." kata Renal kemudian membawa Athena ke dalam gendongannya.
Athena yang melihat keberadaan Okan dan Indi berjingkrak senang, minta turun dari gendongan Daddy nya.
"Om kan, te Indi" sapa Athena kemudian mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.
Okan mengelus rambut Athena yang dikuncir dua.
"Pinter banget" katanya.
"Selamat datang Okan, Indi dan Alan" kata Renal.
Alda memeluk Indi, kemudian bercipika cipiki ala ibu-ibu arisan.
"Anaknya tampan" ucap Alda sambil mengelus pipi Alan.
"Ayo masuk dulu." ajak Renal.
Okan meng-kode beberapa orangnya agar tidak ikut memasuki rumah sahabatnya. Ia meminta orang-orangnya untuk berjaga diluar saja.
"Kita makan dulu yah" ajak Alda.
"Mbak Ni, tolong temenin Kakak main."
Mbak Ni membawa Athena menuju ruang main yang terletak di sudut ruang keluarga.
"Lan?" oceh Athena.
Mbak Ni mencoba merayu Alan agar ikut dengannya. Alan pun menyambut uluran tangan mbak Ni. Ia kini berada dalam gendongan mbak Ni.
"Pakai jasa nanny?" tanya Indi.
Alda mengangguk.
"Kakek yang nyiapin" jawabnya.
"Dia kayak terlatih gitu, bisa segalanya. Bayar berapa?" tanya Indi lagi.
"2,5 M pertahun" jawab Alda enteng.
Indi menganga.
"Kerjanya gimana?" tanya Indi.
"Sangat memuaskan. Aku gak terlalu ngandelin nanny, pas butuh aja" jawab Alda.
"Mau?"
Indi mengangguk.
"Aku tanya Okan dulu" jawabnya.
Saat tengah asyik berbincang-bincang, Mu datang, ia memberitahu jika di depan ada seorang perempuan.
Alda berdiri, hendak melihat siapa tamunya. Saat melihatnya, ia cukup kaget. Gadis, mama kandungnya Athena.
"Boleh masuk?" tanya Gadis.
Alda mengangguk. Ia mempersilakan Gadis untuk memasuki ruang tamunya.
"Mu, tolong bawakan minum untuk nona Gadis" perintah Alda.
Mu mengangguk.
"Ada angin apa sehingga kamu bertandang ke rumahku?" tanya Alda.
"Tentu saja untuk mengambil putri ku" jawab Gadis enteng.
"Putri mana yang kau maksud, nona?" tanya Alda tenang.
"Putriku dengan Rafa ."
Alda tertawa kecil mendengar jawaban Gadis.
"Siapa sayang?" tanya Renal yang baru saja datang bersama Okan.
"Seorang ibu yang telah menjual anaknya kini datang kembali meminta anaknya" jawab Alda.
Renal dan Okan melihat ke arah Gadis. Mereka bisa mengerti, jika perempuan dihadapannya adalah mama kandungnya Athena.
"Jaga ucapanmu, Nona. Aku lebih berhak membesarkan anak itu ketimbang dirimu" hardik Gadis.
"Tentu saja kau lebih berhak nona, seandainya kau tidak mencampakkan anakku beberapa saat lalu." kata Alda.
"Aku akan melaporkan kau ke polisi" ancam Gadis.
"Tidak perlu menghabiskan waktu mu nona untuk hal yang tidak perlu. Kebetulan pengacara Rafa sedang berada disini, biarkan dia melakukan tugasnya. Okan, tolong selesaikan secepatnya" kata Renal.
Okan mengangguk. Ia membuka sebuah file yang berada di ponselnya. Kemudian meminta Renal untuk mencetaknya. Setelahnya, ia memberikan berkas tersebut kepada Gadis.
"Saya tahu anda menginginkan Athena karena anda sudah tidak bisa lagi mengandung. Saya tahu suami anda yang sekarang yang meminta untuk mengambil Athena. Tapi perlu anda tahu, Rafa sudah menyerahkan Athena pada nona Alda. Disitu juga tertulis bahwa anda telah menjual Athena kepada ayahnya." Okan menjelaskan dengan singkat.
"Karena urusannya sudah selesai, pintu keluar ada di sana" kata Renal tanpa memberikan waktu untuk Gadis mengeluarkan suaranya.
"Saya akan kembali untuk mengambil Athena" Kata Gadis sebelum meninggalkan ruang tamu rumah Alda.
Alda sudah hilang sejak tadi. Ia memeluk Athena dengan erat. Ia takut Athena pergi darinya.
"Athena gak akan kemana-mana" Indi mencoba menenangkan Alda.
"Athena anak aku" lirih Alda.
Indi mengangguk.
"Rafa juga bilang gitu waktu aku minta Athena saat di negara G"
"Mama, Jan nayiis" Athena menepuk pelan kepala Alda.
Alda mengangguk.
"The main cama Alan" ucap Athena yang menunjuk ke arah Alan.
Alda melepaskan pelukannya. Athena dengan cepat berjalan ke arah Alan.
Bayi yang duduk di kursi khusus bayi itu terkekeh melihat Athena yang sedang mengajaknya bicara.
"What a sweet babies" lirih Indi.
Alda tersenyum mendengar lirihan Indi.