
Alda yang sedang menyiapkan sarapan untuk Renal jadi terhenti akibat lirihan suara yang didengarnya..
"Mama" lirihan suara itu membawanya berjalan menuju brankar anaknya.
Athena sudah terbangun, meskipun matanya masih begitu sayu.
"Anak mama" Alda menangis. Ia mencium pipi anaknya.
"cakit mama" ucap Athena pelan.
Alda menghapus air matanya.
"Maafin mama yah. Mama gak jagain The dengan baik"
Pintu kamar mandi terbuka, Renal keluar dengan kaosnya dan juga celananya yang selutut. Ia berjalan cepat menuju anaknya.
"Wahh anak daddy udah bangun." ia mengelus tangan anaknya.
"cakit dedii" lirih Athena pelan.
Renal terdiam. Tidak tahu harus berbuat apa agar sakit yang Athena rasa bisa dihilangkan.
"Maafin daddy yah nak. Daddy gak bisa jagain The"
"Num mama" Alda dengan cepat membantu anaknya untuk minum.
"The sama daddy dulu yah, nak. Mama bikin siapin sarapannya daddy dulu"
Athena hanya mengerjabkan matanya.
Renal mengelus kepala Athena yang tertutupi perban.
"Paya The cakit" keluh Athena.
"Iya, kepalanya The luka. Maaf yah" Renal terus menemani Athena ngobrol. Hingga dokter yang visite mengehentikan obrolan ayah dan anak itu.
"Waaaah, tuan putri sudah bangun rupanya" sapa dokter lelaki itu.
Athena berkedip-kedip lucu.
Dokter tersebut tersenyum melihat ekspresi Athena.
"Dokter periksa dulu yah tuan putri" izin dokter tersebut.
Ia mengecek nadi, mata juga mulut Athena.
"Ada yang sakit?"
Athena mengangguk.
"Paya The cakit" katanya pelan.
Dokter itu mengusap kepala The yang ditutupi perban.
"Iya dottel" jawabnya.
Dokter tersebut bicara sebentar dengan Renal, ia menyampaikan tentang keadaan Athena.
"Terima kasih, dokter" kata Renal.
"Sudah tugas kami, pak. Kami permisi" Dokter tersebut meninggalkan ruangan Athena.
"Dokter udah visite?" tanya Alda yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Renal mengangguk.
"Baru aja pamit" jawabnya.
"Terus gimana?"
"Dokternya cukup takjub. Seharusnya The mengalami kelainan, misalnya ingatannya hilang, atau penglihatannya tidak jelas, tapi tidak ada tanda-tanda The mengalami hal tersebut." jelas Renal.
Alda menoleh ke arah anaknya yang ternyata juga sedang melihatnya. Alda tersenyum yang dibalas senyum juga oleh The.
"The manis banget" kata Alda.
Renal mengikuti arah pandang istrinya. The dengan senyum eye smile-nya selalu mempesona.
"The makan dulu yah sayang. Tadi udah dibawakan sama pramusajinya" kata Alda. Ia membawa wadah yang berisi makanan.
The dibantu untuk duduk, bersandar pada bantal. Alda menyuapi anaknya.
"Ren, kamu juga sarapan gih. Ini udah siang banget" suruh Alda.
Renal mengangguk. Ia duduk disofa, kemudian makan. Baru sekarang ia menyentuh makanan sejak insiden kemarin.
"cetoop mama" Athena menahan tangan Alda yang hendak kembali menyuapi nya.
Alda berhenti.
"The minum dulu yah nak." Alda membantu The untuk minum. Padahal biasanya bayi itu akan minum sendiri.
"The mau nonton nggak?" tanya Alda.
Athena mengangguk.
"yikus cama ucing mama" katanya.
Alda mengangguk. Ia menyetel TV untuk Athena, agar anaknya anteng.
"Mama makan dulu yah. Nggak apa-apa kan?"
Athena hanya mengangguk. Ia begitu serius melihat dimana sang kucing selalu kena apes karena si tikus. Senjata makan tuan.
Setelah makan, Alda membantu Athena untuk meminum obatnya yang tadi diantarkan oleh suster. Athena cukup mengerti pesan dokter, ia tidak rewel saat diminta untuk minum obat. Setelah selesai, ia kemudian dibaringkan kembali sambil nonton. Hingga matanya tertutup. Ia nyatanya sudah tertidur.