
Taman rumah Mr. Gio didekorasi dengan sangat indah dan elegan. Perpaduan warna putih dan gold terlihat begitu serasi. Para tamu mulai berdatangan. Tentu saja Mr. Gio mengundang banyak orang, ia punya kolega dimana-mana. Dan yang paling penting adalah satu-satunya cucunya akan bertunangan. Ia tak tanggung-tanggung dalam hal ini.
Nampak beberapa kameramen berjalan kesana-kemari, juga beberapa media dari TV swasta bersiap menayangkan acara pertunangan ini secara live.
Angel ditemani oleh Dina di kamarnya. Ia sedang dihias oleh MUA ternama agar terlihat cantik, bak malaikat seperti namanya.
Setelah semuanya siap, para MUA meninggalkan kamar Angel. Tinggal Angel dan Dina yang berada dalam kamar.
"Sayang, dengerin mama. Everything will be fine. Mama janji" Dina mencoba menenangkan Dian. Ia tak lupa mencium kedua pipi dan kening Angel.
Angel tersenyum.
"Terima kasih, ma" katanya.
Kursi untuk tamu hampir semuanya terisi.
"Selamat datang, Hans" sambut Mr. Gio.
Hans menyambut uluran tangan Mr. Gio.
"Selamat datang, Karina" Mr. Gio juga tak lupa menyambut istri dari Hans.
"Selamat malam Mr. Gio" Karina membalas sapaan dari Mr. Gio.
"Silahkan masuk"
Hans menggandeng lengan istrinya mesra. Meskipun mereka tidak lagi muda, mereka masih tahu caranya bermesraan.
"Cucu gimana yah, ba?" tanya Karina khawatir.
Hans mengelus pundak istrinya.
"Umma tentu tahu, cucu kita itu kuat."
Saat mereka mendapat undangan dari Mr. Gio, Karina cukup kaget. Ia mengira bahwa perjodohan ini tidak akan terjadi. Selain itu, ia tentu khawatir bagaimana perasaan cucunya dinegara sana.
Hans menjelaskan jika perjodohan ini Mr. Gio lakukan sebagai balas budi atas kepergian orang tua Angel yang telah berkerja lama kepadanya.
"Mari kita bersama-sama menyaksikan pertunangan Renaldi dan Angel" kata pembawa acara.
Musik mengalun indah yang berasal dari panggung yang dibangun di sudut taman.
Dina yang bertugas membawa baki yang berisi cincin mempersilahkan mereka berdua untuk saling memasangkan cincin.
"Jangan membuat opa malu" peringat Dina saat melihat ekspresi sang anak, Renal.
Renal dengan ogah-ogahan memasangkan cincin di jari Angel. Angel pun demikian.
"Let's start our drama" ucap Renal dan Angel bersamaan, kemudian tertawa renyah.
Para tamu undangan bertepuk tangan.
Mereka tentu tidak tahu apa yang dua orang itu tertawakan. Yang mereka tahu, dua orang itu terlihat bahagia.
Siaran TV lokal penuh dengan acara pertunangan cucu dari seorang pengusaha terkenal. Beberapa blogger juga tentu tak ingin ketinggalan. Mereka ikut menulis berita pada blognya, agar semua orang di seluruh dunia tahu akan hal ini.
"SH*it" umpat Mika melihat berita hari ini.
"Ngapa deh Ka, udah mau tidur itu mulut masih kotor aja" omel Rafa.
Mika mendekatkan ponselnya ke wajah Rafa.
"Sialaaaaan. Renal an***ing" umpatnya.
"Kotor bener itu mulut" Angga ikut menimpali.
"Ada berita dunia. Renal Maheswari, cucu dari seorang pengusaha asal Tur*key sedang melangsungkan pertunangan di kediaman Gio Maheswari" baca Rafa. Seolah memberitahu pada Angga dan Randi.
"Sialaaaaan bener si Renal" Angga ikut emosi.
Randi menggelengkan kepalanya, seakan tak percaya. Renal benar-benar masuk dalam black list laki-laki yang pantas bersama Alda. Randi tidak ikut mengumpat seperti yang lainnya.
"Alda udah liat belum yah?" tanya Mika khawatir.