Renalda

Renalda
Back To School



Hari Senin selalu menjadi hari yang kalau bisa dihilangkan dari bumi. Hari Senin menjadi pengingat para siswa bahwa mereka harus kembali masuk sekolah, mengikuti pelajaran, mematuhi aturan sekolah dan tentu saja mengerjakan tugas.


"Ada murid baru, bodynya beuhh"


"Iya, cantik gila"


"bidadari dari langit euyy"


Bisik-bisik terdengar sepanjang jalan di area sekolah.


"Heboh banget liat cewek cantik. Gue yang setiap hari sama cewek cantik b ata tuh" Rafa mencibir.


"Cewek cantiknya siapa, Raf?" tanya Angga.


"Ya mama Rina, lah. Dedek gemesh juga"


",Huuuuuuu" Alda, Mika, Angga dan Randi kompak meneriaki Rafa.


Sebelum menaiki tangga menuju kelasnya, Alda berbalik. Seseorang memanggil namanya.


Ternyata benar, disana Dian dan Sandi berjalan ke arah mereka.


"Aldaaa, kangen banget" Dian memeluk Alda erat.


Alda membalas pelukan Dian. Mereka seperti Teletubbies yang sudah lama terpisah.


Sandi hanya meringis melihat kelakuan pacarnya itu.


"Oleh-oleh nya mana, Al?" tagih Dian.


"Kangen oleh-oleh ternyata" sarkas Alda.


Alda kemudian membuka tasnya, ia memberikan Teh Trabson dan juga syal kepada Dian.


Mata Dian berbinar melihat buah tangan yang Alda bawa untuknya.


"Terimakasih banyak sebanyak-banyaknya, nona" ucap Dian kemudian mengedipkan sebelah matanya.


"Genit bener jadi cewek" cibir Rafa.


"Yeee, sewot aja" Dian membalas cibiran Rafa.


"Sono loh Dian, bentar lagi upacara" usir Rafa.


"Nyenyenye" ucap Dian kemudian berbalik menggandeng tangan pacarnya meninggalkan anak-anak sultan itu.


"Gemesh banget, pengen ku jahit mulutnya" kesal Rafa.


"Masih pagi, Raf. Gak usah emosi dulu lo" tegur Randi.


✨✨✨


Waktu istirahat telah tiba. Para murid berbondong-bondong ke kantin. Bisa dipastikan setiap stand sudah banyak orang yang mengantre demi mendapatkan makanan yang diinginkan.


Agar lebih cepat, Alda dan Mika kebagian memesan makanan, sementara Angga dan Randi memesan minuman sedangkan Rafa tentu saja sudah bertengger manis di tempat biasa.


Formasi lengkap setelah Alda datang membawa lima porsi nasi goreng telur di bantu oleh pelayan stand. Saat sedang mengantri tadi, Mika kebelet buang air kecil.


Aroma nasi goreng itu begitu menggoda. Setelah berdoa mereka makan dengan tenang.


"Itu bukannya Angel, yah?" tanya Mika setelah meneguk air putih didepannya.


"Angel siapa, Mik?" tanya Rafa cepat. Mendengar nama perempuan disebut, tentu saja kecepatan 5G Rafa gak perlu diragukan.


"Cucunya temannya oma" jawab Mika.


Setelah makanan nya habis, barulah Alda mengangkat pandangannya, mencari keberadaan orang yang disebut kakaknya tadi.


"Itu bukannya, Renal?" tanya Randi yang sejak tadi mengamati situasi.


"Ho'oh, Renal tuh" Rafa mengiyakan.


"Itu cewek yang lo bilang bakal dijodohin sama Renal, Mik?" tanya Angga.


Mika mengangguk.


"Dari pandangan gue, gue rasa mereka gak saling tertarik sebagai lelaki dan perempuan. Mereka hanya saling sayang sebagai kakak dan adik, kayak lo dan Alda" jelas Angga.


"Sok tahu, lo" Rafa melempar tissue ke wajah Angga.


"kamu aman, Al?" tanya Randi.


Alda mengangkat kedua bahunya acuh.


"Aku jadi menantunya papa Arlan juga rela kok" Alda mencoba ngelawak.


Mendengar lawakan Alda, membuat empat pelajar itu tertawa keras sehingga mereka menjadi bahan perhatian.


"Wuihhh, kak Mika ketawa astagaa"


"Yaa Allah, kak Angga"


"Esnya kak Randi udah cair euyy"


"Imut bett kak Rafa kalau ketawa lepas gitu"


"maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang engkau dustakan"


Bisik-bisik mulai terdengar dari penjuru kantin. Mereka begitu terkesima melihat tawa empat anak sultan itu.


"Pulang bentar gue bilang mama deh untuk lamar Alda" Angga meladeni lawakan Alda.


"Maharnya perusahaan alkes itu yah. Biar bang Mika gak susah nanti nyari alkes kemana kalau rumah sakitnya udah jadi." celetuk Alda.


Mendengar celetukan Alda, tawa Mika dan Rafa kembali terdengar.


"Kamu pengen jadi istriku atau ngerampok sih?" tanya Angga.


"Kalau bisa dua-duanya kenapa harus satu. Iya gak, Al?" tanya Randi.


Alda mengangguk.


Sementara di meja lain, tempat Sandi, Alex, Rian, Renal dan Angel.


"Itu bukannya kak Alda, yah?" tanya Angel.


"Itu kak Alda and the geng" jawab Rian.


"Seru banget kayaknya obrolan mereka. Tawanya bahkan terdengar sampai sini." heran Angel.


"Bisa jadi sih. Dimana ada kak Alda, disitu lo bisa liat mereka tertawa lepas" Alex merespon keheranan Angel.


"Dekat banget yah mereka?" tanya Angel .


"Angel, lo tahu pemilik rumah 05, 06, 07 dan 08 di Arunika's Residence?" tanya Renal.


Angel menggeleng. Ia tidak tahu. Ia baru saja sampai di negara ini tiga hari yang lalu. Bahkan baru pagi tadi ia kembali melewati pagar rumahnya Renal setelah ia melewatinya saat masuk ke rumah itu.


"Noh, mereka noh pemiliknya" Renal menunjuk dengan dagunya.


Mata Angel membulat, ia tentu saja kaget.