Renalda

Renalda
Little Reuni (2)



Alda terkekeh mendengar suara tangisan yang menyerupai rengekan dari gadis mungil yang berada di pangkuan Rafa. Ia melepaskan pelukannya pada Dian.


"Bentar, Yan." ucap Alda kemudian mengambil Athena dari pangkuan Rafa.


Hal itu tak luput dari penglihatan Dian dan Sandi yang baru saja bergabung.


"Sorry bang, gue datang tanpa diundang" ringis Sandi tak enak.


"Santai lah San, kita semua tahu gimana Dian kok" kata Randi.


"Halo aunty! Halo uncle" ucap Alda sambil melambaikan tangan Athena, seolah menyambut kedatangan pasangan hits di Maheswari pada zamannya.


"Anak Lo, Al?" tanya Dian spontan.


Alda terkekeh.


"Kenalin, Yan. Namanya Athena, umurnya bentar lagi 10 bulan" kata Alda.


Dian begitu terpesona melihat wajah mungil Athena. Pipinya yang bulat, hidungnya yang bisa dibilang mancung tapi mungil, alisnya cukup tebal dan bulu matanya terlihat begitu lentik.


"What a beautiful girl" ucap Dian yang sekarang sudah duduk disofa yang sama dengan Alda. Ia mengelus pipi Athena yang begitu lembut.


"Tahu darimana Lo kalau ada Alda disini?" tanya Rafa pada akhirnya.


"Tadi Dian sempat liat story nya kak Alda" jawab Sandi.


"Makanya tadi buru buru datang kemari."


"Gercep juga si Dian" kata Angga.


"Yah gercep lah. Asal Lo pada tahu, pekan depan gue nikah. Lo pada semua harus datang, no debat" ucap Dian enteng.


"Yeuu enak aja ngomongnya. Mulutnya di rem dikit lah" debat Rafa tak percaya.


"Tanyain noh sama Sandi kalau gak percaya" suruh Dian. Ia harus lebih waras dari Rafa, jika tidak ingin urusannya panjang. Entah mengapa sejak jaman sekolah, Rafa dan Angga selalu mendebatnya, kadang juga Mika.


"Bener, San?" tanya Rafa.


Sandi meringis salah tingkah.


"Alhamdulillah, bang." jawabnya.


Semuanya terkejut mendengar jawaban Sandi. Dian, si ratu bar-bar tapi baik hati bentar lagi nikah.


Jitakan mulus berlabuh di jidat Angga. Dian yang entah bagaimana bisa menjadi pelakunya. Padahal tadi ia masih duduk disofa bersama Alda dan Athena, kini sudah duduk manis didekat Angga setelah mendaratkan jitakan maut.


"Lemes bener itu mulut" gass Dian.


"Santai lah, Yan. Guekan cuma nanya. Ngapain juga buru-buru nikah. Padahal Sandi juga kan masih kuliah. Kasian lah anak orang, kuliah sambil nafkahi Lo" ceramah Angga.


"Gue sekarang udah skripsi-an kok bang. Gue selalu ambil dua semester, makanya bisa selesai lebih cepat" Sandi meluruskan tuduhan Angga.


"Papa gue juga minta gue nikah cepat. Katanya dia pengen pensiun. Perusahaan biar Sandi yang urus" tambah Dian.


"Gitu, Ngga. Makanya itu otak disedot dulu. Biar gak kotor Mulu pikirannya" ucap Mika pahit.


"Yeuhhhh" pasrah Angga.


"Ciyee, bentar lagi nikah" goda Alda pada Dian.


Dian terlihat malu-malu kucing.


"Lo semua pada tahu Rian kan? Adek kelas kita itu yang selalu bareng Sandi dan kawan-kawan" tanya Dian.


Alda dan yang lainnya selain Sandi mengangguk.


"Dia juga bentar lagi nikah. Rasain noh disalip sama junior" ejek Dian setelah mengumumkan pernikahan Rian.


"bawa-bawa umur segala" galau Angga.


"Rian udah move on dari Angel emangnya?" tanya Rafa kepo.


"Ngapain harus move on kalau jodohnya tetap Angel?" Tanya Dian.


"Lhaaa, serius?" tanya Rafa melihat Sandi, seolah mencari kebenaran.


"Serius, bang. Rian berusaha cukup keras untuk meyakinkan opanya Angel." kata Sandi.


"Bukannya Renal dan Angel udah dijodohkan sejak mereka kecil?" tanya Mika.


"Bener, bang. Mereka bertunangan, tapi setelahnya masing-masing mencari cara untuk membatalkan perjodohan. Hingga setahun lalu sebelum Pak Gio meninggal, ia berpesan agar perjodohan itu dibatalkan. Dari cerita Angel, katanya pak Gio pernah mimpiin orang tua Angel menentang perjodohan mereka. Bukan karena mereka tidak suka keluarga Maheswari, mereka hanya tidak ingin Angel terus bersedih dan merasa tertekan." jelas Sandi.


Mika menatap adiknya dalam, yang kebetulan juga sedang menatap dirinya.