Renalda

Renalda
Cunggu Dedii



Setelah makan malam, Athena sudah anteng di depan ruang TV . Anak itu sekarang selain menonton serial kucing dan tikus yang selalu bertengkar, ia juga menyukai salah satu channel you*ube anak-anak yang bergambar semangka.


is Jeje is Jeje


Sesekali ia akan ikut bernyanyi.


"Wah ada Jeje" seru Alda yang datang bersama Nevan.


"Jeje, mommy" tunjuk Athena pada tv yang tertempel di dinding.


Nevan, bayi kecil itu bertepuk tangan saat melihat salah satu tokoh laki-laki yang paling kecil di saluran you*ube itu.


Athena kembali duduk di sofa setelah lelah memperagakan apa yang ia lihat di layar kaca. Ia kini hanya menonton bersama adik dan mommy nya.


"Pan cepeti Jeje" celetuk anak kecil itu itu.


Alda terkekeh.


"Adiknya malah disama-samakan"


"Pan emmoy" Athena menoel pipi adiknya.


Bayi kecil itu tertawa. Sekarang ia sudah bisa duduk, tapi tetap harus diawasi.


"Giginya Pan beyum ada" ucap Athena saat melihat belum ada gigi di mulut adiknya.


"Belum tumbuh, akak The. Tapi pasti gak lama lagi" jelas Alda lembut.


Athena mengangguk.


"Nanci kata bu guyu The pindah cekoyah?"


"Iya, kan sekarang udah besar. Udah hampir 4 tahun. Nanti di sekolahnya beda lagi." jawab Alda.


Hoaaam


Athena menguap, ia menutup mulutnya.


"Udah ngantuk yah?"


"antuk, capi dedii beyum puyang" Athena mengucek matanya.


"Yaudah sekarang ganti baju dulu, bersih-bersih dulu. Habis itu tunggu Daddy" ajak Alda.


Ia menggendong Nevan, sebelah tangannya menggandeng tangan mungil Athena.


Setelah mengganti bajunya, Athena kembali turun sambil menggendong boneka bebeknya. Alda menidurkan Nevan terlebih dahulu.


Athena duduk bersila di atas sofa sambil memangku bonekanya yang sudah lusuh itu. Beberapa kali Renal menawari untuk membelikan yang baru, yang sama persis tapi Athena selalu menolak dan menangis.


"Daddy nya belum datang?" tanya Alda yang menyusul anaknya turun.


"Beyum, mommy" lirih Athena.


"Tunggu bentar yah, nak. Mommy bikin susu dulu buat The" pamit Alda.


Athena hanya mengangguk. Saat mendengar suara mobil, tanpa pikir panjang ia berlari hingga berdiri di depan pintu utama. Ia ingin membuka pintu itu, tapi tidak sampai. Ia juga sudah tidak memiliki tenaga lagi, ia sangat mengantuk.


Sementara dari luar, Renal mengucapkan terima kasih pada asistennya dan menunggu hingga mobil yang Abdi kendarai tak terlihat.


Renal melihat sekilas jam tangannya, sudah pukul 10 malam. Ia lalu membuka pintu. Gosh. Ia kaget melihat anaknya masih on di jam segini, sambil menggendong boneka bebeknya pula.


"Dedii" sapa Athena yang tentu saja Renal tahu anaknya menahan kantuknya.


Renal membawa Athena masuk ke gendongannya, tentu saja bersama boneka bebeknya.


"Lho, aku cariin di dalam ternyata sampai disini segala" kata Alda dengan susu di tangannya.


"Tadi kayaknya dengar suara mobil, makanya nungguin di belakang pintu" Renal merangkul pundak istrinya, membawanya ke ruang keluarga.


"The, minum susunya dulu nak" suruh Alda.


Tidak ada jawaban. Renal lalu melihatnya.


"Udah tidur anaknya" kata Renal.


"Lho. Nemplok sama daddy nya langsung tidur." heran Alda.


"Daddy itu tempat ternyaman mommy. Mommy aja betah kok kalau nyandar di dada Daddy" goda Renal.


Alda hanya terkekeh kecil.


"Simpan akak di kamarnya, terus kamu bersih-bersih" suruh Alda.


Renal mencium pipi Alda sekilas.


"Siap mommy sayang" katanya.


Ia lalu menjalankan perintah ibu negara.