Renalda

Renalda
Resepsi



Alda mengenakan gaun berwarna pink baby, rambut dikepang bak princess di Disneyland. Renal terlihat tampan dengan balutan tuxedo nya, seperti pangeran di negeri dongeng.


Tamu datang dari segala penjuru, turut bersuka cita atas pernikahan Renal dan Alda. Masing-masing memberikan selamat, mendoakan sang pengantin. Okan, Indi juga putra kecilnya sengaja datang dari negara G.


Banyak yang kaget melihat mempelai perempuan, apalagi Renal tak pernah sekali pun terlihat menggandeng seorang perempuan, kecuali tentang Angel beberapa tahun lalu. Banyak juga yang tak menyangka, para Arunika memilih Renal untuk mendampingi putrinya.


"Aku gak nyangka, seorang Arunika memberikan putri nya pada Maheswari."


"Jangan kaget begitu. Kita ini pebisnis, cinta dan bisnis begitu tipis perbedaan nya."


"Bisnis berkedok pernikahan"


Para pengusaha dengan otak kotornya masing-masing mengeluarkan suaranya. Seolah menjelaskan dirinya sendiri.


"Bisnis dan cinta sangat jauh perbedaannya, tuan." Ares yang sejak tadi berdiri dibelakang mereka mulai mengeluarkan suaranya.


Ketiganya sama-sama berbalik. Mereka cukup kaget melihat seorang Ares Arunika berada diantara mereka.


"Tidak perlu terlalu kaget begitu. Silahkan duduk. Saya akan menceritakan sebuah kisah" kata Ares ramah, meminta tiga orang itu untuk segera duduk di kursi yang telah disediakan.


"Baik, tuan" Andre bergegas mencari minuman terbaik milik tuannya.


Bak disihir, ketiganya ikut duduk, mengelilingi meja bundar dengan berbagai makanan diatasnya.


"Enam tahun lalu, seorang pemuda tertarik dengan cucu saya, pemuda itu tak tahu jika cucu saya adalah seorang Arunika. Hanya beberapa orang yang tahu kalau mempelai perempuan yang kalian lihat adalah cucu saya. Cucu saya hidup ingin hidup sederhana, tanpa sorotan, ia ingin hidupnya tenang, itulah alasan yang membuat kami paham ia menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Arunika. Pemuda itu bernama Renaldi Maheswari, seorang siswa baru yang menjadi adik kelas dari cucu saya. Seperti kebanyakan remaja lainnya, mereka memulai kisah mereka dalam ikatan pertemanan. Renal tahu jika Alda adalah seorang Arunika saat liburan pertama setelah ujian semester, mereka bertemu di Turkey. Tentu kalian tak lupa akan sosok Hans Atmadja, lelaki itu adalah besanku. Mereka bertemu dalam keadaan Alda mengetahui kalau Renal sudah dijodohkan dengan Angel, anak tangan kanan tuan Gio Maheswari." cerita Ares.


Ia berhenti sejenak karena kedatangan Andre yang membawa wine. Andre menuangkan wine tersebut digelas kaca yang sudah berdiri gagah di atas meja.


"Apakah cucu anda tetap bersama Renal setelah tahu lelaki yang sedang bersamanya ternyata sudah dijodohkan?" tanya salah satu dari ketiganya. Pertanyaannya seolah menyudutkan Ares.


Ares tertawa pelan.


"Sekali lagi saya tekankan, Renal dan Alda saat itu dalam hubungan pertemanan. Meski keduanya sama-sama memiliki rasa yang lebih, mereka tak pernah mengungkapkan nya. Singkat cerita, beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu di pernikahan cucu saya yang pertama. Kondisinya sudah jauh lebih baik, Angel sudah akan menikah dengan sahabat Renal, dan Renal tentu saja masih memiliki niat untuk mempersunting cucu saya. Sejauh ini kami sekeluarga belum ada kerjasama dengan perusahaan Maheswari. Jadi perlu kalian tahu, pernikahan ini atas nama cinta anak-anak kami, jikapun suatu saat nanti ada bisnis yang terjalin diantara kami, tentu itu adalah pilihan anak-anak kami sendiri. Cinta dan bisnis itu sangat jauh berbeda. Bisnis berkedok pernikahan hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang haus akan materi dan pujian." setelah menjelaskan hal tersebut Ares berdiri meninggalkan meja itu.


"Mulutmu adalah harimaumu." ucap Andre sebelum meninggalkan meja untuk menyusul tuannya.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan ketiga orang yang hobi nyinyir itu. Keadaannya tentu tidak baik-baik saja.